Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 30 // Kabar Baik


__ADS_3

Vanly pun meninggalkan acara yang belum selesai itu. Ia berjalan menuju gerbang kampus, disana Mang Ujang telah menunggunya.


"Silahkan naik non" Ucap mang Ujang dengan membukakan pintu mobil untuk nonanya.


Vanly pun segera masuk kedalam mobil dan disusul mang Ujang memposisikan diri di kursi sopir. Mang Ujang melajukan mobil dengan pelan.


Hampir 20 menit berada di dalam perjalanan, akhirnya sampailah juga mobil Gustaf di depan halaman. Vanly segera keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah. Bi Piah pun segera menyambutnya.


"Selamat malam non, saya siapkan makan ya non?" Ucap bi Piah meminta persetujuan.


"Iya bi, nanti temenin saya makan ya? Saja mau mandi dulu" Ucap Vanly sembari menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Di dalam kamar Vanly segera meletakkan tas selempang nya dan memasuki kamar mandi. Iya berendam tidak terlalu lama karena ini sudah terlalu malam. Bagaimana tidak, sekarang sudah jam 10 malam, dari segi kesehatan mandi terlalu malam itu tidaklah baik.


Setelah puas berendam di bath up Vanly segera mengganti pakaiannya sengan baju tidur. Seperti biasanya ia memakai body lotion dan pelembab untuk merawat kulitnya.


Gruukk.. gruukk..


Cacing-cacing di perutnya sudah memprotes untuk memberinya makan. Vanly pun bergegas untuk berjalan turun ke lantai satu, tak lupa ia membawa ponselnya dalam genggaman nya.


"Bi, ayo makan" Ucap Vanly sembari berjalan menuju meja makan.


Vanly memang memperlakukan Asisten Rumah Tangganya seperti keluarganya sendiri. Ia tidak pernah membeda-bedakan satu sama lain. Bahkan ia menganggap bi Piah sudah seperti ibunya sendiri.

__ADS_1


Bi Piah pun mengambilkan nasi dan lauk untuk Vanly, dan setelah itu mengambil nasi dan lauk untuknya sendiri. Vanly makan sangat lahap, memang dari siang tadi ia tak sampai memakan apapun. Jelas! Karena Vanly terlalu lelah bersih-bersih sehingga ia tertidur hingga sore hari.


"Masakan bi Piah emang paling yahut deh" Puji Vanly sembari mengangkat jari jempolnya.


Bi Piah pun hanya tersenyum mendengar ucapan nona mudanya. Vanly dan bi Piah pun melenjutkan makannya.


Tiba-tiba ponsel Vanly berbunyi. Dilihatnya Asisten kesayangan suaminyalah yang mengiriminya pesan singkat.


Asisten Jun


Selamat malam nona muda,


Saya hanya menyampaikan pesan tuan, jika besok kami akan kembali ke Indonesia.


Jangan tanya mengapa Asisten Jun lah yang mengabarinya, masih ingatkan di episode sebelumnya jika Vanly sedang marah kepada Gustaf, tentu saja Gustaf akan meminta Asisten Jun untuk menghubungi istri kecilnya itu karena khawatir jika Vanly akan terus-terusan marah dan merusak keharmonisan rumah tangganya.


Vanly yang sedang makan itu seketika menghentikan makannya, perutnya terasa kenyang seketika mendengar kabar bahagia ini. Vanly pun segera memberi tahu bi Piah jika suaminya besok akan pulang.


"Bi.. Besok mas Gustaf akan kembali ke Indonesia" Ujar Vanly dengan tersenyum lebar.


"Bi, jangan lupa besok kepasar ya.. Kita akan memasak masakan yang mas Gustaf suka" sambungnya dengan bersemangat.


"Baik non" Jawab bi Piah dengan tersenyum melihat nonanya begitu bahagia.

__ADS_1


Tanpa melanjutkan makannya, Vanly segera naik ke atas kamarnya. Ia segera menyikat giginya dan kembali keranjang untuk tidur. Ia tidak sabar untuk bertemu suaminya besok.


"Semoga dengan aku tidur, Hari akan segera berganti." Ucapnya lirih sembari tersenyum sendiri.


---


Hai guys!


akhirnya author bisa update lagi😊


kemarin seharian author ga bisa up padahal author sudah setorkan naskah.


tapi gapapa,


seperti biasa guys!


jangan lupa vote novel ini,


tinggalkan like dan komen yang membangun agar author tambah semangat menulis dan mengarang episode2 berikutnya


With Love


Nandiraā¤

__ADS_1


__ADS_2