
Vanly menata baju dan barang-barang nya, Gustaf pun ikut serta dalam membantunya. Sekarang Gustaf bagaikan asisten dan body guard Vanly yang mampu membantunya kapanpun Vanly minta.
"Sayang, jangan lupa bawa lingerie yang mas belikan dari Australi kemarin" Ucap Gustaf penuh arti.
"Tidak mau! Pakaian itu kurang bahan" Jawab Vanly sewot.
"Kan kamu memakainya hanya di dalam kamar saja, hanya mas yang bisa melihat" Bujuk Gustaf dengan menggenggam tangan Vanly.
"Tidak mau!" Jawab Vanly sewot.
"Ya sudah" Gustaf pasrah dengan sikap keras kepala istrinya itu. Ia sama sekali tak bisa berkutik jika Vanly sudah memutuskan suatu hal. Jika A ya harus A tidak bisa memilih yang lain.
"Mas, masukkan jaketku kedalam koper! Aku ingin ke kamar mandi sebentar" Ucap Vanly sembari berjalan ke dalam Kamar mandi.
"Iya.. Iyaa" Sahut Gustaf.
Tiba-tiba terlintas niat jahilnya kepada istrinya.
Gustaf segera mengambil lingerie yang ia beli di Autralia beberapa hari yang lalu dan segera ia masukkan kedalam koper sebelum Vanly keluar dari dalam kamar mandi. Ia menutup kopernya dan menaruhnya didekat lemari baju.
"Kamu tidak bisa lepas dariku sayang" Gustaf tersenyum menyeringai.
Cklekk..
Vanly keluar dari dalam kamar mandi. Ia melihat Gustaf sudah terduduk diatas ranjang sembari tersenyum tanpa sebab. Kopernya pun sudah tertata rapi di samping lemari. Ia penasaran mengapa suaminya mendadak tersenyum sebegitu manisnya, padahal ia baru saja menolak mentah-mentah permintaan Gustaf.
__ADS_1
Vanly pun segera berjalan menuju ke arah suaminya.
Plak..
Tangan Vanly menempel pada kening Gustaf.
"Keningnya tidak panas, ia sedang tidak sakit
Mengapa ia tertawa terus sedari tadi" decak Vanly dalam hati.
'Sayang, mengapa kau memukulku?" tanya Gustaf sembari menarik tangan Vanly yang ada di keningnya.
"Eh.. Itu, tadi ada nyamuk" Ucap Vanly berbohong.
Nyamuk? Sejak kapan dikamar ini ada nyamuk? Padahal Bi Piah selalu membersihkannya setiap hari. Bahkan dikamarnya selalu terpasang aroma lavender yang mampu mengusir nyamuk dengan cepat.
----
Di lantai satu, Ziko sedang menonton TV ditemani popcorn yang dia ambil di dalam kulkas. Selang beberapa menit terlihat Gustaf sedang berjalan menuju dapur, Ziko pun segera memanggilnya.
"Bro"
Gustaf pun menoleh dan mengurungkan niatnya untuk ke dapur. Ia bergegas menuju depan TV. Barangkali Ziko hendak mengatakan hal yang penting tentang perusahaan.
"Ada apa?" Tanya Gustaf sembari berjalan menuju ke arah Ziko.
__ADS_1
"Duduklah bersamaku" Jawab Gustaf dengan menepuk-nepuk kursi disampingnya.
"Cih.. Kau ini sudah seperti anak gadis saja!" Ujar Gustaf dengan menepuk keningnya.
"You tidak berniat mengajak ku jalan-jalan? Aku bosan di rumah aja" Ziko memelaskan wajahnya seketika.
"Wait, 2 hari lagi kita akan ke Bali" Jawab Gustaf dengan wajah datar.
"OMG! Aku kira asistenmu tadi mengemasi koperku karena kita akan ada tugas diluar kota" Jawab Ziko polos.
"Aku heran, you punya big company in Australi, tapi you tidak cerdas" Gustaf menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Sudahlah, aku mau kedapur dulu mengambilkan minum buat Vanly, you stay di sini aja" Sambung Gustaf sembari berjalan ke arah dapur.
------
selamat pagi guys!
selamat beraktivitas.
akhirnya tugas author selesai juga😁 hari ini author akan nulis 2 bab ya,
jika ada waktu author akan nulis lebih banyak lagi.
seperti biasanya guys,
__ADS_1
jangan lupa like dan komen episode ini,
Vote juga novel ini agar author semakin bersemangat dalam mengarang setiap harinya.