Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa
Bab 24 // Kesal


__ADS_3

Setelah sampai rumah Vanly segera membersihkan dirinya. Ia berendam di bath up selama 15 menit, tidak lupa ia menambahkan aroma Mawar di bath up nya. Ketika ia sudah merasa puas berendam, ia segera keluar dengan melilitkan handuk di tubuhnya. Seperti biasanya, ia tak lupa memakai body lotion dan sedikit pelembab diwajahnya.


Waktu menunjukkan pukul 19.00 wib, Vanly tidak segera turun untuk menyantap makan malamnya. Selama Gustaf tidak di sisinya, Vanly memang kehilangan selera makannya. Bagaimana tidak? Karena Vanly selalu menyantap makan malamnya bersama suaminya itu.


Drtt.. drtt.. ddrrt..


Tiba-tiba suara ponsel Vanly berbunyi, Vanly pun segera melihat siapa yang menelponnya jam segini.


"Asisten Jun? Sebenaranya ada apa? Kenapa dia selalu menelponku? Jika memang penting kenapa tidak mas Gustaf aja yang telpon?" gerutu Vanly dalam hati.


Vanly pun segera mengangkat telpon dari Asisten Jun.


Asisten Jun


Selamat malam nona..


Vanly


Hem, ada apa? Mengapa bukan tuanmu yang menghubungiku?


Asisten Jun


Maaf nona, saya hanya hendak menyampaikan pesan dari tuan


Vanly


Berikan telponmu padanya, biarkan aku bicara dengan tuan mu itu


Asisten Jun


Tapi nona,


Vanly


Tidak ada tapi-tapian, Aku ingin bicara dengan suamiku!

__ADS_1


Terdengar dari telpon jika Asisten Jun memberitahukan ke Gustaf jika Vanly hendak berbicara langsung dengannya. Beberapa waktu kemudian terdengar suara Gustaf mengawali pembicaraan.


Gustaf


Sayang..


Vanly


Kenapa kau menyuruh asistenmu untuk menghubungi ku? Apakah kamu tidak ingin bicara padaku? Padahal aku ingin bercerita banyak padamu


(Suara Vanly terdengar semakin lama semakin lirih dan bergetar)


Gustaf yang sadar jika Vanly menahan tangisnya pun segera meminta maaf dan menenangkan nya.


Gustaf


Maaf sayang, 5 hari yang lalu kamu marah sama mas. Siapa tau kalo mas yang bicara kamu semakin marah lagi Van. Mas tidak mau hubungan kita renggang.


Vanly


Gustaf


Iya sayang, mas mintaa maaf. Mar kita perbaiki bersama yaa


Ketika Vanly mulai tenang, Gustaf pun mengutarakan maksud nya menelpon istrinya di malam hari.


Gustaf


Van, mungkin 3 hari lagi urusan mas sudah selesai,tidak jadi 2 minggu selama di Australi.


Vanly


Benarkah? Segeralah pulang.. Aku rindu.


Gustaf

__ADS_1


Iya sayang, kemungkinan rekan bisnis mas akan ikut juga ke Indonesia.jadi tolong kamu sampaikan bi Piah untuk membersihkan dan merapikan kamar tamu ya, penuhi kulkas dengan cemilan dan buah-buahan segar.


Vanly


Baik mas,Vanly akan sampaikan ke Bi Piah..


Gustaf


Ya sudah, jangan lupa makan,dan segeralah beristirahat. Aku mencintaimu..


Vanly


Iya mas juga,Aku juga mencintaimu mas..


Vanly pun tersipu malu membalas ucapan Gustaf, sedari tadi ia merasa kesal, namun sekarang ia tak bisa berhenti tersenyum. Setelah puas berbicara dengan suaminya, Vanly segera turun untuk menyantap makan malamnya. Dilihatnya bi Piah masih membersihkan dapur. Tiba-tiba Vanly teringat jika suaminya tadi berpesan sesuatu padanya.


"Bi.. " Sapa Vanly sembari melambaikan tangannya.


"Iya non" Sahut bi Piah dengan berjalan menuju meja makan.


"Bi, tadi Vanly dapat kabar dari mas Gustaf, katanya 3 atau 4 hari lagi mas Gustaf akan kembali dari Australi. Mas Gustaf bilang jika rekan bisnisnya akan ikut serta kembali ke Indonesia, jadi besok tolong bi Piah bersihkan kamar tamu, ganti sepreinya dan penuhi isi kulkas dengan buah-buahan segar serta cemilan" ujar Vanly dengan tersenyum.


"Baik non" Jawab bi piah tanda mengerti.


Selesai menyantap makan malamnya, Vanly pun bergegas menuju kamar untuk beristirahat karena besok ia harus melaksanakan ospek hari kedua di kampus.


----


hai hai hai..


setelah membaca jangan lupa vote ya,


tinggalkan like dan juga komen yang membangun😊


***author selalu membaca komen dari kalian guys, walau author ga bisa bales semuanya.

__ADS_1


maaf jika masih banyak penulisan yang masih salah, author pasti akan mereviewnya❤***


__ADS_2