
Pukul 16.30 wib Gustaf kembali ke rumah. Ia melihat Vanly sedang tertidur dengan pulas. Ia membelai wajah istrinya itu. Tiba-tiba Vanly terbangun dari tidurnya, dilihat nya Gustaf sudah kembali dari kantor. Vanly segera terduduk dan mengucek matanya.
"Mas, sudah pulang? Sejak kapan? Maaf aku ketiduran." Ucap Vanly.
"Iyaa sayang, baru saja mas sampai" jawab Gustaf dengan membelai pipi istrinya.
Ketika Vanly hendak beranjak ke kamar mandi, tiba-tiba Gustaf memegang tangannya. Vanly pun terduduk dipangkuan suaminya. Terlihat pipi Vanly berubah menjadi merah merona. Vanly segera memalingkan wajahnya menghindari wajah Gustaf.
Gustaf pun terkekeh dengan sikap istrinya itu, padahal Gustaf sudah mengetahui seluk-beluk tubuh Vanly tapi entah mengapa Vanly tetap saja malu pada suaminya.
Terlihat sesekali Gustaf ******* bibir Vanly, ia menagih ucapan istrinya saat di kantor tadi. Akhirnya Vanly hanya pasrah dengan perlakuan Gustaf.
Selesai bercumbu, Gustaf terlihat memasang wajah yang serius. Gustaf pun memulai pembicaraannya.
__ADS_1
"Sayang, jika mas tidak ada di sampingmu apakah kamu akan merindukan mas?
Vanly bingung harus menjawab apa, karena setelah menikah ia belum pernah ditinggal jauh oleh suaminya itu, sehingga ia tidak tau apakah ia akan rindu atau tidak. Akhirnya Vanly hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Gustaf.
"Van, mas akan pergi dinas ke Australi selama 2 minggu." Ucap Gustaf dengan membelai kedua pipi istrinya.
Deg. . .
"Kenapa jantungku terasa ada yang menyengat? Apakah dia akan meninggalkanku sendirian disini?" gerutu Vanly dalam hati.
Tiba-tiba mata Vanly berkaca-kaca. Seakan-akan dia akan ditinggal sangat lama oleh suaminya. Belum lama mereka menikah tapi Gustaf harus pergi meninggalkannya. Gustaf yang melihat raut wajah Vanly berubah segera memeluknya dan meyakinkan Vanly jika ia akan segera kembali.
"Tenanglah, mas akan segera kembali. Selama mas ga ada kamu harus bisa jaga diri baik-baik." Sahut Gustaf menenangkan Vanly.
__ADS_1
Tangisan nya tidak bisa dibendung lagi. Ia melampiaskan semua rasa sedihnya. Sejujurnya ia ingin ikut, tapi ia juga tidak bisa meninggalkan jadwal kuliahnya.
"Please Van, lo cengeng banget sih. Ini cuman 2 minggu" gerutu Vanly dalam hati.
"Sebelum mas pergi ke Australi, bagaimana jika kita dinner terlebih dahulu? Kita belum pernah dinner diluar kan?" Tanya Gustaf meminta persetujuan.
Vanly pun hanya mengangguk kan kepalanya tanda ia setuju. Ia pun segera bersiap-siap. Gustaf sebenarnya tidak tega akan meninggalkan istrinya sendirian di rumah. Namun pendidikan Vanly pun sangat penting, maka dari itu ia tidak mengajak istrinya untuk ikut serta dengannya.
----
hai hai hai..
kali ini author akan kasih visualnya Gustaf Ardiansyah Sutopo dulu ya guys😊
__ADS_1
ini foto ketika Gustaf sibuk bekerja, walau sudah berumur tapi wajahnya masih cute kan