
Setiap orang pasti memiliki sisi rapuh dalam hidupnya, sekuat apapun, seberapa tegarnya kita, tapi yang namanya manusia tidak ada yang sempurna. Dibalik wajah keceriaannya, namun tersimpan banyak luka. Sikap bar-bar dan periang hanyalah topeng semata.
Di sebuah tempat pemakaman umum, menatap nanar pada sebuah gundukan tanah yang masih baru, tak lain ialah tempat peristirahatan terakhir sang ibu tercinta. Merasa masih belum percaya, sosok yang telah melahirkan serta merawatnya kini telah menghadap sang pencipta, menyusul sang ayah yang sudah lebih dulu meninggalkannya.
"Ca, sebaiknya kita pulang. Bentar lagi akan turun hujan," ucap Nathan namun Caca sama sekali tak bergeser dari tempatnya.
"Pulang? Hahaha untuk apa aku pulang?" tertawa miris dengan takdir yang begitu kejam, kini tak ada lagi air mata di wajah gadis itu, tatapan matanya kosong, seolah ia kini hanya seorang diri menghadapi kerasnya dunia.
"Kakak jangan gini, aku masih ada untuk kakak," sebuah pelukan dari tubuh tegap agak berisi dari seorang remaja SMP membuat Caca tersadar, dia tak boleh seperti ini, masih ada adik berparas rupawan yang harus ia perjuangkan, berperan menjadi sosok ibu sekaligus ayah pengganti.
"Maafin kakak ya. Kakak lupa kalau masih punya tuyul unyu-unyu yang namanya Radit," Caca mengacak-ngacak rambut adiknya seraya cekikikan mengingat betapa menyebalkannya dirinya.
"Enak aja bilang aku tuyul, orang gantengnya kebangetan mah nggak cocok dapet julukan kayak gitu," Radit mencebik sambil melepaskan pelukannya dari sang kakak.
__ADS_1
"Eh iya, dia siapa kak? Pacarnya ya? Ganteng sih, tapi kok tua?" celetuk Radit dengan polosnya membuat Caca terbahak, berbeda dengan Nathan yang berubah masam dengan kakak beradik yang sama-sama no akhlak itu.
Selepas dari kuburan, Caca memutuskan untuk pulang ke rumahnya, tak terkecuali Nathan yang masih saja mengekorinya. Nathan tercengang ketika mendapati sebuah rumah yang nampak tak layak huni, atap yang sudah berlubang, dindingnya pun hanya terbuat dari kayu yang sudah lapuk. Ia tak habis pikir, bagaimana jika terjadi hujan lebat atau angin kencang, bisa dengan sekali hempas pun langsung roboh seketika.
Beralih pada sepasang laki-laki dan perempuan yang disidang oleh pria tampan bernama Dafa. Dicecar berbagai macam pertanyaan, dipaksa mengakui kesalahan yang sama sekali tidak ia perbuat. Suasana tampak menegangkan, apalagi dengan kehadiran Nindi dengan mulut cemprengnya.
"Tapi kak, saya sama sekali tidak melakukan apa-apa pada Tifani," mulut Zafran hampir berbusa-busa saking banyaknya ia mengatakan hal itu.
"Bukannya saya tidak percaya, hanya saja gosip mengenai kalian sudah tersebar kemana-mana, bagaimanapun kamu mengelak, tapi kenyataannya memang seperti itu," ucap ayah dari satu anak itu, dia benar-benar kaget ketika mendengar kabar jika adiknya menjadi korban pelecehan.
Rasanya ingin jungkir balik dari Monas saat ini juga, pusing tujuh keliling, sepuluh tanjakkan, dan seratus tikungan.
"Bertahun-tahun gue kenal lo, tapi gue nggak nyangka kalau lo bisa sebej*t itu," Nindi menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Berapa kali sih gue harus bilang? Kalau gue nggak ngelakuin apa-apa!!" Zafran berteriak frustasi.
"Satu-satunya jalan ialah, kamu menikah dengan Tifani," Zafran melongo mendengar kalimat mengerikan yang keluar dari mulut Dafa.
"Nin, ada kopi nggak? Bikinin gue kopi, jangan pakai gula, pakai sianida aja." Zafran tak tau lagi harus berbuat apa. Haruskah dirinya menikah dengan gadis belasan tahun? Lelucon macam apa ini? Membayangkan saja ia sudah tak kuat. Ia kembali melirik Tifani yang kini sudah berpakaian santai ala rumahan, seorang gadis yang lebih pantas menjadi adiknya, mengingat usia mereka yang terpaut cukup jauh. Zafran dibuat bingung dengan keadaan.
Kira-kira kalian ada solusi buat Zafran?
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
Jangan lupa like dan komentarnya, karena semakin banyak yang like serta komentar, semakin cepat juga aku update chapter selanjutnya (minimal lebih dari 15 jempol)😘😘
Oh iya, kumpulin poin untuk tanggal 24 sama 25, Othor nggak mau tempe, maunya bunga atau kopi😝 Awas aja kalau enggak, aku ngambek, wkwkwk bercanda kok, jan serius-serius oghey, tapi kalau mau serius ya hayuukk lah😌✌
__ADS_1