Menikahi Sepupu Sahabatku

Menikahi Sepupu Sahabatku
Pernikahan Nathan


__ADS_3

"Sah.."


Bak ditimpa uang sekarung, Nathan melompat-lompat kegirangan membuat para tamu terheran-heran. Seminggu telah berlalu, Nathan sudah benar-benar pulih, dan hari ini acara pernikahannya kembali digelar. Sebenarnya bu Leli ingin menunda sekitar satu bulan lagi, namun putranya yang keras kepala itu tetap bersikukuh jika dia ingin segera melepas masa lajangnya.


"Kalau gila liat tempat!" cibir Nindi yang merasa malu meskipun dia juga sama-sama tak tau malu.


"Ciee yang sebentar lagi keperjakaannya bakal hilang," Zafran menggoda pasangan yang baru saja sah itu.


"Berisik deh, daripada lo? Nikah udah lama, tapi udah pernah nyentuh Tifani belum?" Nathan memberi kalimat menohok membuat Zafran diam seketika. Perihal kehamilan Tifani memang belum ada yang tau selain Zafran dan Tifani sendiri, hal itu karena Zafran yang masih ingin menyelidikinya terlebih dahulu.


"Kok diem? Berarti bener dong? Aelahh, tiap hari tinggal seatap, tidur seranjang, kok bisa gitu lo enggak panas? Jangan-jangan lo emang nggak normal!" Nathan mengetuk dagunya seraya memperhatikan Zafran dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Mata lo nggak normal!" Zafran mendorong jidat Nathan.


"Oh iya, ini kado dari gue," seraya memberikan kado pada sahabatnya, sekilas pria itu melirik pada Nindi yang berada di sebelahnya.


"Ini dari gue, spesial dan tentunya limited edition, dibuka nanti malam ya, biar lebih wahh," Nindi menyerahkan sebuah kado yang lumayan besar.

__ADS_1


"Wuihh berat nih, isinya emas batangan ya?" tanya Nathan seraya meletakkan kedua kado yang lumayan berat itu.


"Lebih dari itu," Nindi beranjak kemudian mengambil Vano dari gendongan Reza.


Sementara Reza hanya bisa menatap jengah kelakuan istrinya beserta sahabatnya yang satupun tidak ada yang beres, pria itu menghampiri Nathan untuk memberi ucapan selamat seraya memberikan sebuah amplop.


_


_


_


"Ada apa pak?" Caca yang baru selesai mandi menghampiri Nathan yang duduk di lantai seraya memegang dadanya.


Nathan tak menjawab, tubuh lelaki itu berkeringat, Caca memiringkan kepalanya, menatap dua buah kado dengan isi hampir mirip.


"Batako?" Caca terbahak, melihat kado yang dikira isinya emas batangan namun faktanya mengejutkan.

__ADS_1


"Ca..Buang itu!" tangan Nathan bergetar, menunjuk sebuah boneka menyerupai Annabelle dan Chucky yang tersusun rapi di atas batako itu dengan masing-masing memegang sebuah kaset.


"Enak aja, bonekanya bagus kok, apalagi ada kasetnya," Caca meraih kaset itu dan meminta Nathan untuk memutar filmnya.


Dengan berat hati Nathan mengiyakan permintaan istrinya, terlihat Caca sangat antusias, tak satupun adegan yang ia lewatkan tanpa memperdulikan sang suami yang sudah gelisah, apalagi mendengar teriakan dari pemain film itu, hatinya ikut menjerit, dia takut tapi gengsi mengatakan pada Caca.


"Pak..." Caca terperanjat ketika mendengar isak tangis dari bawah selimut.


Gadis itu menarik paksa selimut tebal yang menutupi tubuh Nathan, dia melongo ketika mendapati Nathan yang sudah berderai air mata. Laki-laki itu sudah tak bisa menahannya lagi, dia benar-benar menangis, wajahnya pucat, seiring dengan sesuatu yang membasahi celananya. Sebenarnya dia malu, ini adalah kali kedua dia seperti itu, namun dia tak kuasa ketika mendengar suara-suara aneh yang membuat nyalinya menciut.


Antara ingin tertawa atau merasa kasihan, kini Caca menemukan fakta baru jika suaminya penakut. Akhirnya gadis itu menarik Nathan ke dalam pelukannya.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Tak ada malam pertama🤣


Ayolah bagi hadiah buat NaCa yang udh merid😝

__ADS_1


__ADS_2