Menikahi Sepupu Sahabatku

Menikahi Sepupu Sahabatku
Kepercayaan


__ADS_3

Datang dengan raut wajah masam membuat dirinya menjadi tontonan para pegawai, penampilan paripurna kini berubah seadanya, bahkan tanpa sadar laki-laki itu memakai sendal jepit seharga sepuluh ribu kebanggaannya.


"Ada apa dengan saudara Nathan?" Nindi melirik Nathan yang membuka pintu ruangannya.


"Nggak dapet asupan," jawab Nathan lesu.


Nindi tertawa, mendengar alasan konyol dari Nathan. Tentu saja dia tau semua mengenai pasangan itu mengingat Nathan yang selalu curhat padanya. Setelah tragedi malam terkutuk, kini laki-laki itu harus berpuasa lagi lantaran Caca sedang haid.


"Tau ahh, hidup kalian terlalu ribet," Nindi memilih untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Lo kenapa Zaf?" jiwa kepo Nathan bergejolak, melihat Zafran sedari tadi hanya diam dengan wajah bertumpu pada kedua tangannya.


Zafran menoleh, kemudian menghela nafas panjang agar pikirannya lebih tenang. "Tifani hamil, tapi gue enggak pernah gituan sama dia,"


"Apa..??" baik Nathan maupun Nindi benar-benar terkejut mendengar ucapan Zafran.


Kini posisi Zafran seperti terdakwa yang sedang menjalani sidang, Nindi mendadak menjadi garang setelah mendengar apa yang dialami adik kesayangannya. Wanita itu mencecar Zafran dengan berbagai pertanyaan, sedangkan Nathan hanya menyaksikan mereka seraya mengusap perutnya yang terus mengeluarkan bunyi.

__ADS_1


"Nat, keluar yuk, gue haus," Nindi menarik tangan Nathan meninggalkan Zafran yang masih diam.


Jika Zafran tengah pusing setelah melakukan sidang isbat perdananya, berbeda dengan sang istri yang sedang memasak meski tak tau bagaimana hasilnya. Bahkan rumah yang dulunya selalu bersih dan rapi itu sekarang berubah menjadi berantakan bak sehabis terkena badai tsunami.


"Mmm lumayan meski ada sensasi rasa cokelat pahit," Tifani bertepuk tangan melihat mahakaryanya.


"Sekarang saatnya siap-siap," ibu hamil itu memasukkan nasi beserta telur dadar buatannya ke dalam sebuah rantang.


Dengan bersenandung ria, langkah kecilnya membawa gadis bertubuh mungil itu ke tempat suaminya bekerja.


"Bawakan kopi ke ruangan saya!" titah Zafran kepada salah satu pegawai yang masih baru.


Beberapa saat kemudian, gadis yang baru saja lulus SMA itu memasuki ruangan yang memang hanya ada Zafran seorang. Dia bernama Hani, gadis cantik yang menjadi incaran kaum adam.


"Ini kopinya pak," Hani semakin terkesima melihat Zafran yang tengah serius, ia tidak tau jika pria yang sedang dilihatnya telah menikah bahkan sebentar lagi memiliki anak.


Setelah menaruh kopi di meja kerja Zafran, gadis itu berbalik. Entah sengaja atau tidak, kakinya tersandung. Zafran melotot ketika Hani sudah berada di pangkuannya, bersamaan dengan pintu yang terbuka menampilkan sang istri.

__ADS_1


"Maaf mengganggu, ini aku bawain makan siang buat Om," Tifani tersenyum, ingin sekali dia membanting rantang yang ada di tangannya, namun ia urungkan mengingat betapa perjuangannya saat memasak itu meski hasil yang diperoleh tidak memuaskan.


Hani yang masih belum menyadari apa-apa pun bersikap biasa saja, bahkan dia melewati Tifani setelah Zafran menyuruhnya untuk keluar. Tinggallah mereka berdua, mereka sama-sama bungkam, Tifani masih syok dengan apa yang dilihatnya, sedangkan Zafran sedang kebingungan untuk menjelaskan kesalahpahaman istrinya.


"Om.."


"Fan.."


Kembali menunduk setelah tatapan mereka bertemu meski hanya beberapa detik.


"Fan..Ini semua tidak seperti yang kamu lihat," Zafran mencoba meyakinkan istri kecilnya yang sudah berkaca-kaca.


"Fani, tunggu!!" Zafran mengejar Tifani yang sudah berlari dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Pria itu khawatir mengingat istrinya tengah hamil.


"Apa kita sedang menonton Film India versi lokal?" seloroh Nathan melihat kedua sejoli yang saling kejar mengejar itu.


Zafran berhasil meraih tangan Tifani, pria itu menggendong Tifani dan membawanya pulang meski gadis itu terus berontak.

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Dimohon jangan lompatin like, kalau jumlah like yang ini nggak sebanding dengan chapter sebelumnya, aku ngambek :p


__ADS_2