Menikahi Sepupu Sahabatku

Menikahi Sepupu Sahabatku
Rencana Pindah Rumah


__ADS_3

Merengkuh tubuh yang bercucuran keringat itu, Nathan tersenyum melihat Caca yang tertidur pulas karena kelelahan, laki-laki itu benar-benar membuat Caca terkulai lemas, berkali-kali membawanya terbang menuju nirwana seakan tak ada puasnya.


"Mandi dulu Ca," bisik Nathan membuat Caca menggeliat.


Dengan terpaksa Nathan mengangkat tubuh polos itu ke kamar mandi, meskipun dia tak tega, namun Nathan tidak ingin jika istrinya langsung tidur setelah melakukan kegiatan panas itu.


"Emhh dingin..." Caca membuka matanya, melihat kini dia sedang berada di kamar mandi bersama suaminya dalam keadaan n*k*d.


"Kita ngapain?" entah sadar atau tidak dengan pertanyaannya, Caca seperti orang linglung.


"Otewe menuju kenikmatan surga dunia," kembali mendaratkan bibirnya di bibir ranum sang istri, jika sudah begini, pasti akhirnya akan begitu.


Alhasil, ritual mandi yang biasanya akan usai paling tidak lima belas menit kini menjadi satu jam lamanya, itupun karena mendapat gangguan dari gadis kecil yang tak lain adalah Nia.


"Besok kita pindah rumah," Nathan menggerutu seraya mengenakan pakaiannya kembali.


"Dasar tua-tua mesum!" Caca menggelengkan kepalanya melihat Nathan yang sudah keluar dari kamarnya.


"Gila sih, udah kayak macan tutul begini,"

__ADS_1


Memperhatikan lehernya yang dipenuhi ****** akibat ulah Nathan, Caca tersenyum mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, "kalau diliat dari dekat, pak tua itu lumayan ganteng."


Tepatnya di ruang tamu, Nathan tengah berbincang-bincang dengan ayah beserta ibunya. Pria itu mengutarakan keinginannya untuk memiliki rumah sendiri. "Ayo lah bu, pak... Aku ini udah nikah, lagian disini kan masih ada Nia,"


"Tapi kalian mau tinggal dimana? Di kolong jembatan? Atau di emperan toko?" sarkas bu Leli, sementara sang suami hanya memantau dari kursi yang terletak sedikit jauh dari posisi mereka.


Nathan menghela nafas ketika menghadapi ibunya yang bersikukuh agar dia tetap tinggal di sana, "Ibu tenang aja, kemarin aku udah beli rumah dekat sini, sekalian juga aku mau buka usaha kecil-kecilan,"


"Cihh usaha apa? Jual diri atau organ tubuh?" lagi-lagi wanita bermulut pedas itu menyindir putranya, mendadak dia seperti musuh bagi Nathan.


_


_


_


Setelah mendengar kejujuran Tifani, Zafran merasa sangat bersalah, pria itu berusaha keras menghentikan Tifani yang berniat pergi dari rumah.


"Kumohon jangan pergi, aku memang salah, aku suami dan ayah yang buruk, tapi tolong jangan pergi," seakan tak ada lelahnya, Zafran terus mengikuti istrinya yang kesana kemari tanpa memperdulikannya.

__ADS_1


"Kemana kamu akan pergi hmm? Apa kamu tega memisahkan anak dari ayahnya?" masih mencoba membujuk Tifani yang sudah marah besar, tangan mungilnya mencoba melepaskan tangan Zafran yang melingkar di perutnya.


"Lepaskan aku Om..!! Aku muak, aku nggak habis pikir dengan kak Nindi yang bisa berteman dengan lelaki brengsek sepertimu!" Tifani berbalik, menatap tajam Zafran seraya menunjuk dada suaminya menggunakan jari telunjuknya.


Hening, semua mendadak bisu, hanya suara detik jam dinding yang terdengar di kamar itu. Zafran kehabisan kata-kata, dia mengaku salah, karena telah menuduh Tifani yang tidak-tidak. Namun sebenarnya bukan dia saja yang salah, Zafran kembali menatap Tifani yang juga menatapnya dingin, "baiklah jika itu maumu," ujar pria itu sendu, melihat Tifani yang sudah pergi menjauh tanpa mengucap sepatah kata pun.


Kini Zafran larut dalam penyesalan, merutuki kebodohannya yang sempat mabuk berat hingga berujung malapetaka di bahtera rumah tangganya.


"Aku harus kemana?" Tifani kebingungan, namun ia tak ingin kembali ke rumah Zafran, tetapi dia juga tidak bisa ke rumah keluarganya, ia tidak ingin mereka menjadi cemas, apalagi umur pernikahan mereka baru sebiji jagung.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Mohon kasi pencerahan buat babang Zafran😂


Jangan lupa


Like


Komen

__ADS_1


Vote


Atau beri hadiah untuk pasangan yang lagi berbeda rasa❤


__ADS_2