
"Selamat pagi calon ibu dari anak-anakku," sapa seorang laki-laki seraya memberikan sekuntum bunga pada Caca.
"Waww romantis, pertama kalinya ada yang kasi bunga meski bukan pacar," gadis itu menerima bunga dari Nathan dengan senang hati.
Semoga aja dia nggak tau kalau bunganya hasil ngepet di taman depan TPU. Nathan tersenyum geli ketika melihat Caca terus menghirup bunga Lily berwarna putih itu.
"Tapi kok bukan mawar merah kayak di film-film?"
"Biar beda dari yang lain," Nathan menjawab dengan santainya, sepertinya dia memang berpengalaman melakukan hal seperti itu.
"Pak, belakangan ini pak Zafran kenapa nggak kesini?" Caca mulai terbiasa memanggil Nathan dengan sebutan 'Pak' ketimbang 'Om'.
"Kenapa? Kangen?" merasa cemburu lantaran seringkali pegawainya itu menanyakan sahabatnya yang sebentar lagi akan menikah.
"Iya, pak Zafran itu idaman aku banget. Udah ganteng, putih, tinggi, kalem, dewasa, fix jodohnya Caca," gadis itu terus berceloteh membuat telinga Nathan menjadi panas.
"Dia udah ada yang punya, bahkan dia adik sepupu kamu!" Nathan berlalu meninggalkan Caca dan masuk ke ruangannya.
"Gue kurang apa sih? Si Zafran pakai pelet apaan dah, masa iya manusia ngenes kayak gitu sekarang dikejar-kejar ABG? Sumpah gue iri gue bilang! Mungkin ini yang dinamakan hukum sebab akibat," Nathan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
__ADS_1
"Ngomong sendiri, waras nggak?" celetuk seorang wanita seusianya seraya menggendong anak kecil.
"Nggak,"
"Oh pantes, lo emang udah gila!"
"Terserah, ehh Vano yang gantengnya kayak Om Nathan, sini yuk sama Om," mengambil Vano dari gendongan Nindi, bayi laki-laki itu menurut dan duduk anteng di pangkuan Nathan.
"Nin, caranya biar hati Caca luluh gimana ya?" tanya Nathan sembari menahan tangan mungil Vano yang memainkan hidungnya.
"Nggak salah nih lo nanya ke gue? Gue nggak tau, mungkin lo bisa minta tips dari Reza," jawab Nindi seraya membuka laptopnya.
"Nanya sama es batu? Ogah gue Nin, gue heran ya sama lo, bagusnya si Reza itu apa sih? Romantis kagak, humoris apalagi, cuma masalahnya dia itu ganteng sih," celetuk Nathan.
"Itu menurut lo, tapi menurut gue ya, Reza itu cowok paling sempurna yang pernah gue temui."
Menatap jengkel pada gadis yang duduk di lantai dengan wajah bertumpu pada kedua tangannya, apalagi dengan senyum menyebalkan yang kini setiap hari menemaninya.
"Mau ngapain?" tanya Zafran tanpa melirik manusia yang tengah kasmaran itu. Entah apa yang ada di pikiran gadis remaja itu hingga pagi-pagi sudah nangkring di rumah laki-laki yang baru berstatus calon suami.
__ADS_1
"Mau ketemu Om ganteng, mmm...Om sakit ya? Kok jam segini masih di tempat tidur?" Tifani menyentuh kening Zafran, tiba-tiba ia tersentak ketika merasakan suhu tubuh Zafran sangat panas.
"Ya ampun, Om panas banget, aku harus gimana dong?" gadis itu mondar-mandir tak jelas membuat Zafran semakin pusing melihat Tifani sudah mirip seperti setrikaan.
"Kamu duduk aja, aku nggak papa," menjawab dengan suara lemah, laki-laki itu mencoba bangkit ketika mendapat panggilan alam.
"Om mau kemana?"
"Kamar mandi,"
"Aku anterin ya, anggap aja simulasi jadi istri yang baik. Tapi...Caranya gimana? Om tinggi banget, mana bisa aku mapah orang yang jauh lebih tinggi dari aku," gadis itu mengetuk-ngetuk dagunya. Tanpa ia sadari bahwa Zafran sudah tidak berada di sana lagi.
"Lah, Om Zafran mana?" Tifani celingukan, baru saja dirinya akan keluar dari kamar Zafran, tetapi sang pemilik kamar sudah kembali dengan wajah pucat dan berjalan sempoyongan.
"Om mabuk ya? Tapi kan kata kak Nindi, Om itu nggak suka mi...OM ZAFRAN..!!!" teriak Tifani ketika melihat calon suaminya tergeletak di lantai.
"Aduhh belum juga nikah udah sekarat, bangun Om! Jangan tinggalin Tifani hiks..Oh iya, apa aku kasi nafas buatan aja ya? Nggak papa kali berbagi udara sama calon suami sendiri, biar kesannya estetik gitu." Tifani terus bergumam, dan benar saja dalam sekejap bibir mereka menyatu, tapi bodohnya, Tifani tak tau caranya memberi nafas buatan, ia malah mencium laki-laki yang tak sadarkan diri itu.
Satu kata buat Tifani...
__ADS_1
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
Biasalah, jangan lupa dukungannya😘