Menikahi Sepupu Sahabatku

Menikahi Sepupu Sahabatku
Mimpi


__ADS_3

Mengorbankan sebuah jam tangan seharga lima belas ribu rupiah pemberian mantan pacar, Nathan pulang dengan perasaan jengkel, bisa-bisanya ia melupakan aset berharga yang harus dibawa laki-laki, apalagi saat bersama pacar. Karena sejatinya, tak jarang manusia memandang kalau bukan dari wajah ya dari isi dompet.


"Sudah puas keluyuran?" baru saja menampakkan batang hidung, tapi sang ibu sudah menyambutnya dengan sapu terbang dan mendarat di wajah tampan Nathan.


"Aduhh ampun bu ampun..!!" menghindari pukulan sapu dari sang ibu, Nathan segera mengambil ancang-ancang untuk kabur.


"Eits mau kemana lagi hmm? Udah tua tapi masih betah keluyuran kayak anak ABG, kelakuan kamu itu bikin malu tau nggak! Ditanya kapan nikah, malah jawab nanti. Nantinya kapan? Nunggu ibu mati hah?" cerocos bu Leli seraya menjewer telinga putra sulungnya.


"Auwwhh lepasin dulu bu, panas tau! Masalahnya aku belum punya calonnya bu, gimana mau nikah?" mencoba melepaskan tangan bu Leli dari telinganya, namun justru rasanya semakin keras.


"Kamu ngeyel sih! Kemarin pas ada ajang cari jodoh, kamu malah enggak ikut," bu Leli melampiaskan kekesalannya tempo lalu.


"Ya ampun bu! Emangnya ibu mau punya menantu yang sebaya sama ibu? Atau menantu yang udah longgar karena dijebol beberapa kali?" celetuk Nathan ambigu, pasalnya ajang cari jodoh tersebut diberlakukan untuk kalangan janda, perawan tua, atau member cabe-cabean.


"Apaan yang jebol kak?" bocah berusia enam tahun bernama Nia tampak memasuki rumah bersama pak Firman. Nia adalah adik Nathan, tak habis fikir dengan orang tuanya, setiap hari meminta cucu tapi yang datang malah anak.


"Jembatan di kampung sebelah," jawab Nathan asal.

__ADS_1


"Itu telinganya kenapa ditarik gitu?" pak Firman melihat aksi ibu dan anak itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Biar dia kapok pak, masa jam segini baru pulang?"


"Aku kan kerja bu, ya wajar lah kalau aku pulang sore pergi pagi," Nathan masih membela dirinya.


"Banyak alasan! Udah mending sekarang kamu pergi, bosen ibu liat wajah kamu yang nggak ada bagus-bagusnya!" seraya mendorong putranya, bu Leli persis seperti ibu tiri yang mengusir anak yang tak bersalah.


Nathan berlari menuju kamarnya, ia bernafas lega karena berhasil lepas dari amukan singa betina. Membaringkan tubuhnya tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, laki-laki itu menatap langit-langit yang berwarna putih bersih, namun seketika berubah menjadi gambar Caca yang sedang tersenyum seraya mengedipkan matanya.


"Eh astaga, kenapa gw jadi kepikiran cewe gila itu?" memukul kepalanya yang dirasa tidak beres, Nathan bangkit untuk membersihkan tubuhnya.


Tak ada yang tau sisi rapuh seorang laki-laki yang juga terkenal humoris itu, dengan senyum yang menawan dan meneduhkan, ia mampu menyembunyikan luka yang begitu besar. Menjadi korban broken home, tanpa punya sanak saudara, hidupnya benar-benar sebatang kara.


"Om, mungkin kita emang berjodoh ya? Takdir selalu mempertemukan kita," ucap seorang gadis yang pernah memberi luka pada lututnya.


"Buktinya sekarang tanpa sebuah perjanjian pun, kita bisa bertemu kembali," mendekati Zafran karena laki-laki itu tak bergeming.

__ADS_1


Cup


Zafran tersentak ketika merasakan benda lunak dan basah mendarat di bibirnya, ia mendorong Tifani agar menyingkir dari pangkuannya, namun gadis itu tak bergerak sedikitpun.


"Ahhhh," suara laknat berhasil lolos dari bibir sexy Zafran, benar-benar tak menyangka kalau gadis yang baru pertama kali ditemuinya berani berbuat senekat itu.


"Kau menyukainya om? Kalau begitu mari kita bersenang-senang,"


Apa ini semacam diperk*sa gadis belasan tahun? Zafran bergidik ngeri.


"TIDAAK..!!" Zafran berteriak dan sontak mengambil air putih yang tersedia.


"Gila, nggak bener ini mah. Horor banget nih cewe, sampai kebawa mimpi pula!" meraba bibirnya yang memang sedikit lecet, rupanya Zafran habis bermimpi.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Dimohon jangan tegang atau travelling dulu😝

__ADS_1


Oh iya, mampir yuk di novel baru akohh, dijamin baper, catat ya baper bukan laper😂 Aku nggak kasi screenshot sinopsisnya, nggak tau kenapa, padahal chapter ini jadwal up jam 04.00 tadi pagi, tapi reviewnya lama amat, apa karena kemarin aku menyisipkan gambar gitu kali ya? Makanya reviewnya lama :(


__ADS_2