
Sesuatu yang dulu tak pernah terpikirkan olehnya, mengingat dirinya sering bergonta-ganti pasangan setiap harinya, memang dia tipikal laki-laki yang tidak bisa bertahan dengan satu perempuan dalam kurun waktu yang lama. Namun kini, putra dari Leli Sumarni yang super duper cerewet itu akan menikah, saat ini kedua calon mempelai, lebih tepatnya Caca masih berada di kamarnya, gugup? Tentu saja iya, begitu pula dengan Nathan, perasaannya pun dag dig dug tak karuan.
"Pengantin cewenya mana? Jangan-jangan kabur," ucap Zafran menakut-nakuti, meskipun hatinya kacau, pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu mencoba untuk bersikap biasa saja.
"Ngaco! Tadi belum selesai dirias, mungkin sebentar lagi keluar," jawab Nathan sedikit ketus, namun di dalam hati dia merasa was-was.
"Dandan aja kok lama sih, itu mau nikah apa cosplay jadi Barong Ket?" Nindi ikut menggoda Nathan yang sudah mulai resah.
"Sabar..sabar, mending lo pergi deh," Nathan mendorong kedua sahabatnya agar menjauh.
"Nat, coba kamu liat Caca, kok lama banget ya?" bu Leli yang tengah duduk pun menarik tangan putranya, jiwa keponya bergejolak, seiring dengan perasaan khawatir yang sedari tadi menghinggapinya. Jika saja penyakit asam uratnya tidak kumat, pasti dia sudah menghampiri calon menantunya itu.
Nathan mengangguk dan menghampiri Caca, namun saat dia membuka pintu, rasa paniknya semakin menjadi-jadi, ia hanya mendapati para perias yang sudah tergeletak tak sadarkan diri. Begitu pula dengan Caca yang tak nampak batang hidungnya.
__ADS_1
"Sial..!!" Nathan mengumpat, melihat jendela kamar itu terbuka.
Berjalan gontai melewati orang-orang yang menatapnya heran, perasaannya tak karuan antara harus marah atau kecewa.
"Mohon maaf para hadirin sekalian yang sudah berkenan hadir di acara gagal nikah ini, pernikahannya dibatalkan," ucap Nathan lesu membuat para tamu, sahabat, serta keluarga tercengang.
Setelah semua tamu bubar, Nathan memeluk sang ibu, tanpa sadar dia menangis, membuat Zafran, Tifani, Nindi, dan Reza terheran-heran. Tak terkecuali keluarganya yang masih tak percaya, berharap nanti Nathan akan mengatakan prank seperti konten yutub kebanyakan.
Nathan menyeka air mata beserta ingusnya menggunakan baju yang dikenakan bu Leli membuat darah wanita itu mendidih, apalagi itu adalah baju kesayangannya. Ingin sekali dia menghajar putranya yang memang kurang ajar, namun dia sadar jika situasi saat ini tidak mendukung.
Setelah merasa sedikit tenang, Nathan menceritakan semuanya, namun dipertengahan cerita, tiba-tiba ponselnya berdering dengan nama yang membuat mereka tertawa cekikikan.
"Cintaku, belahan jiwaku, calon ibu dari anak-anakku, hahaha.." Nindi menutup mulutnya ketika Reza mengkode agar diam.
__ADS_1
Nathan menggeser ikon berwarna hijau pada layar coleknya, rupanya itu adalah panggilan video, dia terkejut ketika terpampang wajah seseorang yang tak dikenal, dalam artian itu bukan Caca. Nathan mencoba mengingat pria itu, tangannya mengepal melihat keadaan Caca yang terikat.
"Apa maumu?" tanya Nathan.
"Aku? Aku menginginkan kehancuranmu, hmmm sepertinya tubuh calon istrimu lumayan bagus, bagaimana jika aku mencicipinya? Tentu saja boleh kan? Ini tidak sebanding dengan dirimu yang membuat calon istriku tiada," pria itu menyeringai, kini Nathan mulai ingat jika dia adalah Riki.
Sebenarnya Riki adalah orang baik, namun semua itu berubah ketika Riki mengalami hal yang serupa dengan Nathan. Namun pada saat itu, calon mempelai wanitanya yang memang kabur hanya karena satu alasan konyol, dia ingin Nathan yang menjadi suaminya, tapi karena Nathan menolak, gadis itu memilih untuk bunuh diri. Akan tetapi sayangnya Riki salah paham, dia mengira bahwa Nathan yang membunuh gadis cantik bernama Meisya.
"Heh Kiki Marjuki..!! Jangan berani lo sentuh dia meski sehelai rambut pun!!" teriak Nathan dengan amarah yang menggebu-gebu, apalagi melihat Riki yang perlahan mendekati Caca.
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
Bersambung
__ADS_1