Menikahi Sepupu Sahabatku

Menikahi Sepupu Sahabatku
Malam Mencekam


__ADS_3

"Sahabat kamu yang gantengnya kebangetan aja udah nikah, lah kamu? Punya wajah mirip Lee Minus Banyak kok belum laku juga?" cibir bu Leli setelah melihat anaknya pulang.


"Ck, ngajak ributnya besok aja bu, hari ini Nathan lagi mager," seraya melewati sang ibu yang masih memasang wajah sangar, kemudian Nathan masuk ke kamarnya.


"Ibu..!! Kamar Nathan habis kena serangan apaan?" teriak Nathan ketika melihat kamarnya berantakan.


"Kena serangan rudal..!!" balas bu Leli tak kalah berteriak.


Nathan menghela nafas, ia sudah tau siapa pelakunya tatkala melihat jejak kaki kecil di sprei bergambar Minions dan kawan-kawan kesayangannya.


"Gini nih, resiko pelihara tuyul nggak ada akhlak," Nathan menggerutu seraya merapikan kamarnya.


_


_


_


"Mau kemana kamu malam-malam begini?" menatap aneh pada putranya, tak biasanya Nathan kelayapan di malam hari.


"Kepo," sebuah jawaban menyebalkan keluar dari bibir sexy Nathan.


"Anak sialan!"

__ADS_1


Pergi dengan berjalan kaki hingga berujung olahraga di malam hari, berlari secepat mungkin untuk menghindari kejaran anjing peliharaan salah satu warga. Setelah merasa aman, dia duduk di sebuah bangku yang terletak di bawah pohon besar.


"Akhh sial! Tau gini mending di rumah aja nemenin Nia nonton Upin & Ipin," mengatur nafasnya agar kembali normal, samar-samar laki-laki itu mendengar teriakan wanita meminta tolong.


"Itu beneran orang apa setan sih? Kok jadi ngeri ya? Aduh mamae...Kapok Nathan Mak, mana sekarang malam jumat kliwon lagi," tubuh Nathan bergetar hebat, ia baru sadar jika posisinya saat ini berada di area kuburan.


"Toloong..!! Lepasin saya..!"


"Siapapun tolong anak manis nan lugu ini..." Nathan mencoba mendekati suara itu dengan perasaan takut, kini jiwa kepo sekaligus takutnya sedang bergejolak.


"Diam atau kami bunuh!!"


Nathan melotot ketika melihat seorang gadis yang hampir dilecehkan oleh dua orang pemuda.


Wahh gue harus hati-hati nih, siapa tau nanti ujung-ujungnya kayak Zafran.


Nathan berjalan menghampiri mereka dengan gaya bak pendekar kupu-kupu, menghajar mereka secara brutal, apalagi ketika tahu gadis itu adalah gadis yang selama ini dia kejar.


_


_


_

__ADS_1


Malam mencekam tak kalah menegangkan bagi pasangan suami istri yang masih baru itu, Zafran baru saja selesai mandi, ia sudah mengenakan pakaian lengkap. Matanya melotot ketika melihat pemandangan yang tak biasa, bukan sesuatu yang membangkitkan hasratnya. Seorang gadis yang sudah berstatus istrinya sejak beberapa jam yang lalu, kini Tifani tengah tidur dengan gaya seperti kodok terlindas truk. Kaki, tangan, dan mulut terbuka lebar.


"Fan.." Zafran masih canggung dengan situasi seperti ini, ia menggoyangkan bahu istrinya dengan pelan.


"Fan, mandi dulu," bisik Zafran tepat di telinga Tifani.


"Mandiin..!!" seketika Fani membuka matanya seraya tersenyum lebar.


"Astaga!" Zafran memundurkan wajahnya, mengusap dadanya yang berdegup tak karuan seperti habis bertemu dengan siluman berwajah bidadari.


"Kenapa Om? Kok kaget?" Tifani bangun dan menarik kerah baju suaminya.


"M-mau apa?" Zafran gelagapan ketika wajah istrinya sudah berada di depannya.


"Nggak ada apa-apa, Tifani mandi dulu ya," gadis itu berlari menuju kamar mandi yang terletak di sebelah kamarnya.


Melepas satu persatu pakaiannya, kini tubuh gadis itu sudah polos tanpa sehelai kain.


Apa malam ini aku benar-benar akan dijajah? Gadis itu melihat pantulan tubuhnya di cermin, pikirannya melayang jauh membayangkan tubuh atletis dan berotot, serta tangan kekar sang suami yang menjelajahi tubuhnya.


Sangat berbeda dengan Zafran, di malam yang biasanya berkesan bagi sepasang suami istri yang baru menikah, justru laki-laki itu berharap untuk cepat tidur agar malam horor ini berganti dengan pagi yang belum tentu cerah.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2