Menikahi Sepupu Sahabatku

Menikahi Sepupu Sahabatku
Bersabar Euyy


__ADS_3

Pergi ke rumah sakit tanpa melepas kostum unyu-unyunya. Sudah pasti ketiga pria tampan yang sedang cosplay menjadi tokoh kartun animasi itu akan membuat penghuni rumah sakit terheran-heran. Namun sial bagi Reza yang merupakan kakak ipar Tifani, satu-satunya pria yang masih memiliki rambut meski hanya setengah, alhasil rambut kesayangannya menjadi pelampiasan rasa sakit seorang wanita yang akan melahirkan itu.


"Zafran, lo harus bayar mahal setelah ini!" Reza menatap Zafran yang juga tak kalah tersiksanya.


"Bayar pake apa? Lo udah kaya kan awhh!" pria berkepala botak itu meringis saat tangan mungil istrinya mencakar lengannya.


"Kalian bisa diem nggak? Om Nathan bisa cepet nggak bawa mobilnya? Pake kecepatan super kalau bisa, aku nggak tahan...!!!" teriak Tifani membuat Nathan semakin panik.


"Fan, udah ihh jangan teriak, nih minum dulu," membantu adik kesayangannya untuk minum, Nindi sampai merasa pusing mendengar Tifani terus meracau tidak jelas.


"Tapi sakit kak hiks... Meskipun nggak se-sakit saat dibikin zonk tapi Om Zafran nggak inget, terus pas hamil nggak diakui, sungguh kejamnya takdir.." seraya terus mengeratkan cengkeramannya, mulut ember Tifani blak-blakkan membuat ketiga pria tersebut terutama Zafran merasa malu.


"Udah diem dek, jangan buang-buang tenaga. Bentar lagi baby nya keluar lho," Nindi berusaha menenangkan Tifani.


"Diem gimana auuwwhhh!! Dokter... Suster..!!! Sini woi, ada pasien mau lahiran, jangan pakai lama, pakai cinta aja, ehh... Ishh pokoknya kalau lama, nanti gue bakar nih rumah sehat!!" teriakkan Tifani yang menggema membuat orang-orang beralih menatapnya, bersamaan dengan beberapa perawat tampak berlari seraya mendorong brankar.

__ADS_1


"Astaga.." Zafran hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan istrinya.


"Uwaww ini mata aku yang salah lihat atau emang Abangnya yang ganteng?" tangan Tifani terangkat dan mendarat di dagu perawat laki-laki yang terlihat masih muda itu. Mendadak rasa sakitnya terlupakan saat melihat mereka, para perawat itu pun hanya tersenyum menanggapi ocehan Tifani.


"Waspada Zaf, jangan sampai hidup lo kayak lagu yang lagi viral di aplikasi joged-joged itu, Istriku hilang diembat orang, memang wajahku kurang tampan sayang, hahaha..." Nathan tergelak, sejenak dia lupa jika banyak orang memperhatikan mereka, menjadi bahan gunjingan serta olok-olok, namun ada juga yang paham karena melihat Tifani barusan.


"Sialan lo!" Zafran memukul kepala Nathan kemudian berlari menyusul Tifani yang masih mesam-mesem tak jelas melihat para Abang tampan itu.


"Gue mau pulang dulu, nanti gue ke sini lagi," Nathan kembali memasuki mobil, dia baru ingat jika tadi menitipkan Caca pada ibunya.


"Dok, buruan suruh debaynya keluar! Jangan malah lihatin suami saya, udah tahu kok dia ganteng, kalau mau, ambil aja, kita tuker tambah sama perawat yang tadi!"


"Heh, ngawur!" Zafran memijit keningnya, pusing. Pria itu tak habis pikir jika ternyata menjelang kelahiran anaknya, sifat menyebalkan sang istri tercinta menjadi berlipat ganda.


"Aduuhh sakit Om... padahal pas buatnya agak perih tapi... ENAK astaga naga, ini baru pembukaan berapa sih? Lama banget," Tifani meringis, keringat mulai mengucur deras di dahinya.

__ADS_1


"Sabar ya Mbak, sebentar lagi kok,"


"Enak aja Mbak, lebih tua siapa? Aku atau dokter? Mmm Om aku laper sama haus, beliin sesuatu kek, berguna dikit napa jadi suami!" memberi kalimat nyelekit hingga terasa menembus empedu, Zafran mengangguk kemudian berlalu untuk membeli makanan serta minuman.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Atau bisa kasi hadiah

__ADS_1


__ADS_2