Menikahi Sepupu Sahabatku

Menikahi Sepupu Sahabatku
Tawaran


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nathan sudah pergi ke kafe lantaran tak tahan mendengar ocehan sang ibu. Pemicunya tak lain karena Nathan dengan gamblangnya menolak secara terang-terangan perihal perjodohan itu. Jelas saja Nathan menolak, selain ia tidak menyukai perempuan yang berpenampilan mencolok, ia juga tak bisa membayangkan jika menikah dengan perempuan yang lima tahun lebih tua darinya.


"Ada apa dengan gadis gila itu?" matanya memicing ke arah Caca yang tampak gelisah, gadis itu tengah menerima telepon dari seseorang.


"Kenapa bisa kambuh sih Dit? Kamu pasti biarin ibu kelelahan ya?" Caca khawatir tatkala mendengar ibunya yang masuk rumah sakit lantaran penyakit jantungnya kambuh.


"Enggak tau kak, padahal tadi pagi sebelum aku berangkat sekolah, ibu baik-baik aja," ucap seorang remaja laki-laki yang kini masih SMP.


"Ya sudah, untuk saat ini kamu jaga ibu dengan baik, kakak akan usahakan cari pinjaman untuk biaya pengobatan ibu."


Ya seperti itulah kehidupan seorang gadis bar-bar yang rupanya menyimpan banyak kesedihan, di usianya yang masih muda, dia sudah harus memikul tanggung jawab yang besar. Menjadi tulang punggung keluarga mengingat sosok yang dulu menafkahi keluarganya sudah tiada. Hanya bermodal ijazah SMA, gadis itu berjuang untuk menghidupi keluarganya, untung saja adiknya bersekolah karena mendapat beasiswa.


"Dimana aku harus mencari pinjaman? Mana mungkin aku minta pinjaman disini karena aku bekerja baru beberapa hari. Kalau sama kak Nindi, aku nggak enak kalau ngerepotin terus," gumam Caca setelah menutup teleponnya.


"Sepertinya kamu sedang kesulitan, bagaimana jika aku membantu meringankan bebanmu," ucap seseorang yang sejak tadi mengamati gadis tersebut.


"Om Nathan! Om nguping ya?" Caca terlonjak kaget ketika melihat Nathan tengah berdiri seraya memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.

__ADS_1


"Iya," laki-laki itu menjawab dengan santai.


"Aku akan membantumu, tapi dengan satu syarat," ucap Nathan lagi namun kali ini dengan mode serius.


"Apa?" otaknya seakan buntu, gadis itu penasaran dengan syarat yang diberikan Nathan.


"Menikahlah denganku," sebuah jawaban yang berhasil membuat Caca melotot tak percaya.


"Apa ini semacam jual diri?" gadis itu mengetuk-ngetuk dagunya.


"Om, aku takut," tubuh gadis itu bergetar hebat di pelukan Zafran. Hampir saja gadis belia bernama Tifani itu kehilangan mahkotanya jika saja pahlawan kepagian Zafran tak muncul tepat waktu.


"Ssstt kamu tenang dan diam, semoga mereka tidak menemukan kita," Zafran mencoba menenangkan Tifani dengan mendekap tubuh mungil itu.


Nyaman. Sebuah rasa yang timbul dalam diri Tifani, gadis itu dapat menghirup aroma maskulin yang menenangkan, ia memilih untuk menelungkupkan wajahnya di dada bidang Zafran. Namun nahas, ketiga preman berperawakan besar bak genderuwo itu menemukan tempat persembunyian mereka.


"Serahkan gadis itu jika mau selamat!" ucap salah satu preman berambut gondrong.

__ADS_1


"Tidak akan!"


"O-om," seraya meremas baju laki-laki yang masih mendekapnya, tubuh Tifani juga masih gemetar dengan keringat dingin mengucur deras di dahinya.


"Baiklah, kalian urus laki-laki sok pahlawan ini!"


Dengan sekali tarikan, preman berambut gondrong yang nampaknya bos diantara mereka berhasil menguasai Tifani.


"Lepas! Om, tolongin aku..!!" melawan dengan sisa tenaga yang ia punya, gadis itu terus meronta agar bisa lepas dari cengkeraman preman itu.


Bertarung dengan lawan yang tak sepadan, rasanya untuk menang pun tak mungkin. Seorang Zafran yang setiap harinya hanya mendapat asupan telur dadar rada gosong, atau semangkuk mi instan harus melawan dua preman bahkan tiga sekaligus.


"Ayo cepat lari..!!" menarik paksa Tifani saat preman itu lengah, mereka berlari secepat mungkin untuk menghindari kejaran preman itu. Tak ada peluang untuk menang membuat Zafran memilih jurus pamungkas, mau minta tolong pun percuma karena kawasan itu memang sepi dan jarang dilintasi.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Sesuai permintaan karena dua hari yang lalu aku nggak update, jadi hari ini aku update dua chapter sekaligus. Kasi bunga biar aku makin cinta sama kleyan, atau kasi kopi biar aku pas nulis nggak ngantuk😝 Chapter selanjutnya aku akan update saat minimal udah ada 20 like, ihh Author maksa ya? Yee nggak papa lah, cuma 20 like lho, dikit itu mah✌

__ADS_1


__ADS_2