Menikahi Sepupu Sahabatku

Menikahi Sepupu Sahabatku
Pesta Ulang Tahun Tifani


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian....


Kandungan Tifani telah menginjak usia sembilan bulan, pasangan itu tidak melakukan USG, tidak seperti Nathan yang sudah mengetahui jika calon anaknya berjenis kelamin laki-laki. Menjelang hari kelahiran anaknya sekaligus ulang tahun Tifani yang ke-17 tahun. Zafran dibuat tak habis pikir dengan permintaan aneh-aneh istrinya.


"Konsep Upin & Ipin?" Nathan mengerutkan dahinya, begitu pula dengan Reza yang hanya menatap suami adik iparnya heran.


Zafran mengangguk, "Dia mau kita jadi Upin & Ipin."


"Apa??"


"Ehh, tapi kan mereka berdua, terus napa lo minta gue datang juga?" Reza menjawab sedikit kesusahan karena tangan usil Sheila menjepit hidungnya.


"Hadeehh ribet banget sih bapak-bapak satu ini," Nathan memperhatikan Reza yang kerepotan itu.


"Bentar lagi juga lo ngerasain,"


"Gue mending karena anak gue pasti kalem,"


"Udah diem! Kok malah debat!" ujar Zafran dengan nada tinggi membuat Sheila menatapnya tajam.


"Masalahnya, Tifani mau ada yang jadi si Upin, Ipin, dan Apin," lanjut pria itu.

__ADS_1


"Heh ngadi-ngadi! Gue enggak mau, apalagi kalau disuruh botak kayak lo waktu itu!" ujar Nathan membuat Zafran melotot.


"Apa? Lo kira gue nggak tau?" Nathan tersenyum jahil melihat keterkejutan Zafran.


Saling melempar peran, mereka tidak mau membantu Zafran untuk mewujudkan keinginan Tifani, apalagi karena kepala memang harus seperti tokoh animasi itu.


"Jadi kalian nggak mau?" seorang wanita dengan perut membuncit mengagetkan mereka bertiga.


"Fani!" ucap mereka bersamaan, sontak Zafran berdiri, memastikan jika Tifani baik-baik saja.


Ia bernafas lega karena Tifani datang dengan selamat, Zafran tak bisa membayangkan jika sedikit saja tubuh mungil dengan perut besar itu terpeleset.


"Apa? Kenapa kalian kaget?" tanya Tifani seraya mengelus perutnya yang sejak tadi terasa aneh.


"Kalian pasti nggak suka sama aku," manik matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar, Zafran sudah bisa menebak jika sebentar lagi istrinya akan menangis.


"Huwaaa..." benar saja, tangis Tifani pecah mengundang perhatian orang-orang yang ada di sana. Apalagi suasana kafe tengah ramai pengunjung.


Reza, Nathan, Zafran bahkan Sheila melongo, mereka semakin panik saat Tifani melempar benda di sekitarnya.


"Ehh!!" melebarkan manik matanya, para lelaki itu tak mampu berkata-kata saat ponsel mereka yang berlogo apel digigit, kini berada di genggaman Tifani. Mereka merutuki kebodohannya yang menempatkan ponsel di atas meja.

__ADS_1


_


_


_


Acara pesta ulang tahun Tifani berlangsung sangat meriah, para warga pun ikut hadir, mereka sudah tidak terkejut lagi saat mengetahui Tifani yang baru berumur tujuh belas tahun sudah hamil tua. Tanggapan mereka pun malah membenarkan kejadian di rumah kosong itu, mereka semakin yakin jika Zafran telah memperkosa gadis malang itu.


"Apa kamu senang?" Zafran melirik Tifani, dengan kepala botak dan kostum menyerupai tokoh Ipin, dia, Reza, dan Nathan menjadi guyonan para tamu, sebisa mungkin mereka membuang rasa malu dan tampil percaya diri.


"Wahh Mas, kegantengan kamu bertambah satu digit," Caca menghampiri sang suami yang tampak cemberut dengan wajah ditekuk.


"Sayang, setelah ini aku tidak mau keluar rumah," Nathan menunduk, menyembunyikan rasa malunya yang teramat hingga terasa menembus lemaknya. Tampil dengan rambut yang hanya tersisa beberapa helai di bagian atasnya, apalagi dengan kaus kuning bertuliskan 'U' serta celana pendek diatas lutut yang membuatnya sesak nafas.


"Papa.." Sheila menghampiri Reza, bayi itu terus tertawa melihat ayahnya yang selalu tampil paripurna, kini terlihat sangat lucu. Perpaduan antara tokoh Upin dan Ipin hingga menghasilkan Apin, rambut dengan bagian atas botak dan di bagian bawahnya gondrong, tak lupa dengan kaus warna hijaunya.


Saat acara tiup lilin, semua orang menjadi panik karena Tifani tidak mengeluarkan angin dari mulutnya, melainkan cairan bening yang diduga air ketuban yang mengalir di kakinya. Wanita itu mengerang kesakitan, tangannya meremas apapun yang ada di sekitarnya, hingga tanpa sadar dia meremas benda pusaka suaminya.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Pilih lanjut apa gimana? Kalau lanjut, logo End tetap ada, karena nanti aku nulis pas senggang aja...

__ADS_1


Jangan lupa bagi hadiah buat Fani yg lagi birthday❤❤


__ADS_2