
Berharap mendapatkan solusi setelah mencurahkan isi hati di rumah sahabatnya, justru ia dijadikan bahan olok-olok membuatnya ingin sekali memasukkan Nindi ke dalam predikat sahabat kurang asem karena saking kesalnya.
Memarkirkan kuda besinya di pinggir jalan, laki-laki itu berjalan menuju pedagang es cendol yang nampak sepi pembeli.
"Kang, cendolnya satu," Nathan mendudukkan dirinya di sebuah bangku panjang yang terletak di bawah pohon besar membuat suasana terasa tenang dan damai.
"Pak, buruan napa! Lama banget sih, jangan-jangan bapak kasi mantra guna-guna ya di cendol saya?" suasana tenang itu mendadak ambyar karena suara cempreng dari gadis yang sedari tadi duduk di sebelah Nathan.
"Sabar neng, ini udah hampir selesai,"
"Cepetan!" gadis itu sedikit berteriak membuat Nathan tersentak karena tadi menahan kantuk.
"Berisik banget sih, kayak orang enggak minum setahun aja!" kali ini Nathan yang menjawab lantaran merasa jengkel dengan kehadiran manusia berbadan mungil, namun memiliki suara nyaring yang memekikkan telinga.
"Om diem aja deh! Mau aku aduin ke istrinya kalau om selingkuh sama aku hah? Aku ini waktu sekolah jago debat," gadis itu menyombongkan dirinya.
"Nggak nanya," Nathan menjawab dengan enteng.
"Sialan nih aki-aki!" seraya menikmati cendol bak sinderbolong, gadis itu mengumpat karena mendadak suasana hatinya menjadi kacau.
"Heh beraninya kamu bilang aku aki-aki! Aku itu belum nikah ya!" merasa tak terima, Nathan menghunuskan tatapan tajam pada gadis yang baru pertama kali dijumpainya.
__ADS_1
"Mmmm perasaan tadi aku nggak nanya deh," seringai kemenangan nampak di wajah gadis itu.
"Om bilang, sampai saat ini belum nikah? Enggak laku apa gimana? Oh iya, kita belum kenalan kan, nama aku Jessica, bisa panggil aku Caca cantik," dengan PD-nya gadis berambut sebahu itu mengulurkan tangannya.
Bocah lagi setres kali ya? Nathan menatap heran pada gadis yang juga sedang menatapnya. Karakter yang berubah-ubah membuat Nathan sedikit tertarik dengan gadis yang baru pertama dijumpainya.
"Nathan," menjawab sekenanya seraya membalas uluran tangan kasar milik Caca.
"Waww tangan om lembut banget, tapi aku nggak suka!" Caca menghempaskan tangan Nathan dengan kasar membuat laki-laki itu menggerutu.
"Berapa kang?" Nathan berdiri, tiba-tiba wajahnya menjadi tegang, ia memeriksa setiap saku yang terdapat di pakaiannya, namun nihil, hanya berisi bungkus bekas permen dan seekor lalat yang langsung terbang bebas.
"Om gatal-gatal? Ihh ganteng-ganteng kok kudis," celetuk Caca yang melihat gelagat Nathan.
"Ya terus? Mau bon gitu?"
"Hahaha ganteng doang, beli cendol aja nggak bisa. Nih bang, lima ribu, kembaliannya ambil aja," memberikan uang sejumlah lima ribu pada penjualnya, Caca memberi tatapan sinis pada Nathan.
"Kembaliannya dari mana? Uangnya sobek ini neng, masih kurang juga lagi dua ribu," si penjual memperlihatkan uang yang hampir menjadi dua itu.
"Hehh mamam tuh..!!!!" ledek Nathan lalu berteriak tepat di telinga Caca.
__ADS_1
Berbeda dengan Zafran yang kini sedang berhadapan dengan gadis berseragam SMA. Ia mengusap lututnya yang sedikit berdarah karena terlibat insiden kecil beberapa menit yang lalu.
"Om ganteng nggak papa kan? Duh jadi merasa bersalah nih," gadis itu memperhatikan Zafran yang sedang menatapnya dongkol.
"Makanya kalau jalan itu lihat-lihat!"
"Kalau bawa sepeda motor itu yang bener!" seakan tak mau kalah, gadis itu malah memukul lutut Zafran yang terluka menggunakan tasnya.
"Sshhh, kurang ajar!"
"Aduh sakit ya?" sudah tau tapi bertanya, gadis yang bernama Tifani itu mengusap lutut Zafran yang kembali mengeluarkan darah.
"Makanya bantuin! Saya nggak bisa bangun nih," Zafran menggerutu.
"Aku mau bantu asal om mau jadi pacar aku!" seru Tifani dengan wajah penuh harap.
Zafran tak memperdulikan ucapan Tifani, ia perlahan berdiri dan berlalu meninggalkan gadis SMA yang masih terduduk di pinggir jalan.
"Om ganteng, saranghae..!!!" teriak Tifani seraya menunjukkan finger heart pada Zafran yang sudah menaiki sepeda motornya.
"Hah s*nge?" Zafran melotot karena mendengar ucapan Tifani yang samar-samar.
__ADS_1
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
Ayo lah please, jan pelit sama jempol, komentarnya juga🥰