MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 11


__ADS_3

*Se**telah menunggu beberapa menit , mobil sayur yang biasa mereka tumpangi akhirnya menghampiri mereka*.


“kalian naik depan sini aja, ada yang mau abang bicarakan sama kalian.” ujar abang sopir dengan


nada sedikit teriak dari dalam mobil.


“baik bang!” jawab mereka berdua.


“ada apa bang, kenapa abang menyuruh kami duduk di depan.”? tanya daniel penasaran.


“kalau nggak pas hari minggu gini emang pantai rame orang ya, kalian ngamen dapat berapa? tanya abang sopir itu.


“hari ini sepi banget bang, dari pagi sampai sore cuman dapet lima belas ribu doank.” jawab daniel dengan tatapan kosong ke depan kaca mobil.


“kalian mau nggak bantu-bantu abang di kebun sayur, masukin macam-macam sayur kedalam keranjang dan nanti ada tukang panggul nya sendiri yang ngangkut ke dalam mobil. satu keranjang abang kasih Upah lima ribu, kan lumayan kalau dapat sepuluh keranjang lima puluh ribu. kalau kalian mau setiap jam delapan pagi kalian harus sudah berada di jembatan barelang dua tunggu abang jemput, gimana? tanya abang sopir yang akrap di sapa tohun dengan penjelasan nya.


“ beneran bang? waah mau banget bang.


kamu mau kan gar.”? tanya balik daniel dengan perasaan bahagia.


“ya maulah, kan lumayan siang nya baru kita ngamen.” jawab tegar mengiyakan.


“ya sudah, berarti besok pagi kalian tunggu abang di jembatan ya.” ucap abang sopir.


“baik bang, sekali lagi terima kasih bang.” ucap daniel penuh gembira.


“ya sudah jangan lupa besok, sudah sampai ni di area jembatan kalian bisa turun.” ucap abang sopir sembari pemberhentikan mobil nya di pinggiran area jembatan barelang dua.


“ayo gar kita turun, sekali lagi terima kasih ya bang.” ucap daniel sembari turun dari dalam mobil.


“semoga kita besok bisa ngumpulin beberapa keranjang sayur-sayuran di kebun tempat bang Tohun kerja ya gar, biar dapet lumayan perharinya, ngamen juga sepi kalau hari biasa sekarang.” ujar daniel kepada tegar.


“iya kamu betul niel.” jawab tegar singkat.


“eh gar...itu radit sama fajar baru keluar dari area pemulungan!” seru daniel.


“mereka juga pulang awal ya niel.”? tanya tegar.


“mungkin sampah baru belum pada dateng, jadi pulungan nya pun nggak begitu banyak yang bisa di punggut.” jawab daniel.


“radit...fajar ! teriak daniel.


“kalian ngamen nya pasti sepi ya, makanya pulang awal.”? tanya fajar.


“iya bener jar, masa dari pagi ampek jam dua an cuman dapet lima belas rebu hahahahahaa.” jawab daniel sambil tertawa sedih.

__ADS_1


“apalagi kami, pagi sampai tenggah hari beta sama fajar cuma mendapatkan lima botol bekas dua kaleng minuman satu kardus kecil dan besar hahahaha.” timpa radit yang tak kalah seru dan heboh nya dengan daniel yang berusaha tidak sedih.


Hahahahahahaha !


Akhirnya mereka tertawa bersama.


Rezeki Hidup Mati sudah ada yang mengendalikan


Tidak perlu takut untuk tidak makan tiap harinya.


Ayam liar saja bisa hidup karena dia tidak malas untuk bercakar !


“ya udah kita pulang aja yuk.” ajak fajar


“kamu mencari siapa niel.”? tanya tegar yang melihat daniel ceclinggukan seperti mencari seseorang.


“tumben nggak lihat kak andrey ya? biasanya sore gini dia gitaran disini ama rombongan ngamen nya.” tanya daniel sambil kedua matanya menyisir area jembatan.


“mungkin karena hari biasa kali niel makanya kak andrey nggak ke jembatan. ” jawab fajar menebak nebak.


“iya juga sih, ya udah kita buruan jalan pulang takut uwak kenapa napa lagi.” ucap daniel sembari jalan.


Belajar dari anak anak jalanan yang kuat dan Tangguh ini bahwa kehidupan ini keras, tetapi hidup harus tetap berjalan.


Hidup di pulau batam harus menghilangkan rasa malu untuk bekerja pekerjaan yang selalu di pandang orang hina !


Sesampainya di pemukiman.....


“akhirnya, sampai juga kita di rumah kontrak an.” ucap fajar dengan nafas kelelahan.


“tumben perjalanan pulang hari ini sangat melelahkan.” tambah daniel.


“ayo kita cepat-cepat masuk, lihat keadaan uwak!”


sergah tegar sembari masuk kedalam rumah.


“kalian sudah pulang.”? tanya naylla yang sedang asyik menikmati jajan warung yang di kasih sama bude janah.


“kalian mau? banyak kok bude janah ngasih nya.”


tawar laely sembari menyodorkan sebagaian jajanan itu.


“baik banget ya bude janah,waktu sinok deman kan aku beli obat turun panas, kata bude janah sudah bawa aja obat nya. tapi aku nggak mau tetep aku bayar.” tutur fajar sambil memakan jajan warung pemberian laely.


“loh kok uwak nggak ada di kamar.”? tanya tegar panik.

__ADS_1


“uwak di sini gar.” teriak daniel dari dapur.


“uwak sudah sembuh.”? tanya radit


“uwak kenapa nggak istirahat aja, nanti biar kami yang menggerjakan.” tambah fajar .


“uwak sudah tidak apa-apa, lebih baik kalian mandi dulu yang bersih sana.” ucap uwak dengan suara yang sudah mulai sehat.


Jam dinding menunjukan pukul tujuh malam.


Mereka semua sudah selesai mandi dan bersiap untuk menyiapkan makan malam.


“loh kok sayur pakis nya udah di tumis ternyata wak, berarti tinggal di panasi aja ya wak.”? tanya daniel kepada uwak yang sedang beristirahat di kamar setelah minum obat.


“iya, tadi sinok sama laely yang Membersihkan nya jadi uwak tinggal memasak. itu tadi di kasih telur dan bahan makanan lain nya sama bude janah juga warga pemukiman yang membesuk uwak. jujur uwak malu.” tutur uwak sedih.


“sudah uwak jangan kepikiran apa-apa dulu, uwak istirahat aja biar cepat pulih kesehatan uwak.” ujar daniel.


“kamu goreng telur tiga butir tambahkan sedikit tepung yang di toples itu dan sedikit air, goreng terus potong bagi jadi enam.” ujar uwak yang swaranya mulai pelan.


Setelah selesai menyiapkan makan malam yang berupa tumis sayur pakis dan juga telur dadar mereka berenam pun makan malam tanpa di temani sama uwak.


“kok uwak tidur niel, nggak makan dulu.”? tanya fajar.


“tadi uwak udah makan duluan dikit banget cuman buat minum obat.” jawab daniel.


“mas daniel sinok mau telur lagi.” pinta naylla.


“ini nok punya aku masih banyak tidak habis buat sinok saja.” ujar tegar sembari memberikan telur dadar nya kepada naylla.


“terima kasih abang tegar.” ucap naylla sangat gembira.


“sama-sama nok.” jawab tegar singkat.


Makan malam pun *t**elah selesai* !


***Mereka saling membantu membereskan tempat yang buat makan dengan bersih karena tempat itu kalau malam untuk tidur Daniel, Radit, Tegar juga fajar. setelah selesai mencuci piring dan membereskan dapur mereka pun beristirahat.


Jam dinding menunjukan pukul 8.30 malam ! belum terlalu larut malam untuk mereka memejamkan mata.


dengan suara pelan takut kedengaran uwak daniel bercerita tentang tawaran abang tohun.


Sedangkan naylla dan laely Pelan-Pelan menuju kamar tempat uwak istirahat.


Malam semakin larut, tak terasa mereka tertidur pulas!

__ADS_1


BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆***


__ADS_2