MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 35


__ADS_3

...***SISI LAIN SEORANG ANDRETOM !!!...


...Baik hati dan penyayang***...


Selesai sarapan, seperti biasanya mereka mencuci peralatan dapur juga Membersihkan nya. kemudian ber aktifitas sesuai tugas masing-masing.


Daniel dan yang lain segera menuju tempat pemulungan.


tesya yang sudah selesai bersiap siap, minta ijin kepada ayah sam untuk membawa naylla juga laely jalan-jalan ke jembatan barelang dua di awal tahun pasti ramai dan di padati pengunjung.


“boleh nak tesya, hati-hati ya nak, pulang nya jangan terlalu malam.” pesan ayah sam.


“baik ayah, terima kasih.”jawab tesya.


“yeeeeee..... kita bisa ke jembatan lagi ely. terima kasih ayah.” sorak girang naylla penuh bahagia.


“iya nok, rindu sekali kita sama jembatan ya? tempat kita dulu mencari uang.” ujar laely sedikit pilu.


“iya inok sama-sama. ely tidak perlu sedih ya biarkan masa dulu jadi kenangan kelak ely dewasa.


sudah, sudah .... kalian cepat berangat, itu kak tesya sudah menunggu di teras depan.” ucap ayah sam yang berusaha menyembunyikan kesedihan nya melihat wajah pilu laely.


“da-da ayah...... kami pergi dulu ya,


asalamu' allaikum .” pamit tesya dari halaman rumah.


“wa'allaikum salam, hati-hati ya nak.” seru ayah sam dari teras depan.


Suasana rumah menjadi sunyi, semua penghuni nya sudah ber aktifitas sesuai profesi mereka masing-masing.


Putri pertama nya dari kemarin belum pulang , tapi ayah sam tidak cemas karena menurut keterangan daniel putri pertama nya itu baik-baik saja.


Putri keduanya, sudah berangkat kerja di sebuah toko swalayan sehabis membuatkan anak-anak sarapan.


Sedangkan daniel dan yang lain sudah menuju tempat pemulungan milik nya.


setelah selesai mempersiapkan bekal yang perlu di bawa, ayah sam bergegas menuju tempat pemulungan.


*****


Kos-kosan tempat galeh....


*Matahari pagi menampak kan cahaya nya, menerobos celah sebuah kos-kosan yang berada di sekitaran jembatan barelang. Di dalam sebuah kamar berukuran 2 meter itu, tertidur gadis tomboy di sebuah kursi panjang beralaskan busa tebal yang di bungkus kain sudah lusuh serta bantal tipis yang juga sudah mulai rusak . berselimutkan handuk besar masih kelihatan baru.


Sedangkan di atas tilam tepat berada di bawah bangku, tertidur mario dengan galeh. mereka mengunakan satu bantal untuk tidur berdua dan masing-masing berselimut Sarung.


“ekkhh.....rio, galeh... silau banget sih?” tanya gadis tomboy sembari mengeliatkan tubuhnya yang sangat capek dan lelah itu.


Mario dan galeh masih tertidur pulas. wajar kalau mereka sangat mengantuk , karena sudah hampir subuh mereka baru sampai di tempat kos-kosan galeh tersebut. Gadis tomboy berusaha membuka kedua matanya untuk melihat arloji di lengan kiri nya yang sudah menunjukan pukul 9.30 pagi. Gadis tomboy pun langsung menyibak kan selimut nya dan kemudian berusaha mendudukan tubuh nya. terlihat tepat di bawah kakinya mario serta galeh masih Bermimpi indah di alam surga. Pelan-Pelan gadis tomboy mengeser tubuhnya kesamping lalu turun dari bangku tersebut dan dengan hati-hati ia membuka pintu. di langkahkan kali nya keluar. di pagi hari suasana area jembatan barelang sungguh sangat sejuk, meski matahari sudah mulai mengeluarkan aura menyengat nya.


“loh kak, kok elo udah bangun aja sih.” suara mario sontak membuat sedikit terjingkat tubuh gadis tomboy itu, yang melakukan olahraga kecil.


“iiih... apaan sih loe, ngagetin gue aja.


untung nggak copot nih jantung.” ujar gadis tomboy sembari memukul pelan lengan mario yang sudah berdiri di sebelah nya.

__ADS_1


“hehehe.... kalau copot tinggal pasang di sono noh kak.” canda mario sambil menunjuk ke arah sebuah bengkel yang tak jauh dari kos-kosan galeh .


“bener-bener nih bocah... loe kira jantung gue ban mobil apa kalau lepas di bawa ke bengkel? dasar kampret.” ucap gadis tomboy sembari mengacak-acak rambut mario gemas.


“bahagia banget sih kalian di luar !” seru galeh dari dalam kamar.


Gadis tomboy dan mario saling pandang, kemudian mereka masuk kedalam arah swara tersebut. ternyata galeh sudah bangun dan langsung menghisap sebatang rokok.


“idiiih ni bocah.... bangun bukan nya basuh muka dulu kek, kumur-kumur kek, eh...langsung tancep gas nyedot rokok.” ujar gadis tomboy yang segera membereskan peralatan tidur yang di pakainya semalem, dan menaruh nya di pojokan kamar sebelah pintu, kemudian ia mendudukan dirinya di bangku itu.


“nanggung kak, dikit lagi juga habis hehehe.” jawab galeh.


“ya udahlah leh, terserah elo aja! oh ya rio, coba ambil bawa sini tas punggung semalem.” titah gadis tomboy.


Mario pun memberikan tas punggung yang berisikan rampokan nya yang semalem di area pemberhentian angkutan umum batam centre. gadis tomboy mulai membuka tas tersebut. tanpa di komando, mario juga galeh membantu memeriksanya. tidak di ragukan lagi bahwa pengendara mobil Marcedes Benz warna Black


semalem ternyata benar-benar orang kaya.


“wiih... banyak banget nih duit gila !” seru galeh


“ssstttt.... kenceng banget sih loe leh.” ujar mario yang sibuk mengotak-atik sebuah ponsel yang juga di dapatnya semalem.


“mau kita apakan barang-barang itu kak?” tanya galeh kemudian.


“biar gue lepas aja ini sim card nya ya? sepertinya semalem banyak pangilan dan pesan yang masuk ke handpone ini.” ujar mario sambil melepas kartu telepon yang ada di dalam ponsel tersebut.


“untuk sementara barang-barang ini biar di sini dulu ya leh. kalau soal uang kita bagi aja, yang penting gue bisa belikan inok sama ely sepeda mini dan buku-buku buat daniel, tegar, fajar juga radit.” ucap gadis tomboy yang sudah beranjak dari tempat duduk nya dan melangkah menuju pintu keluar.


“elo mau kemana kak?” tanya mario yang juga bangkit dari tempat duduk nya kemudian menyusul gadis tomboy.


“okey siap kak. galeh, elo mau ikut ke ruli Bengkong indah nggak?” tanya mario sedikit teriak.


“ikutlah! bentar gue kunci pintu nya.” jawab galeh yang sudah keluar dari kamar dan buru-buru mengunci pintu.


*****


Jembatan barelang....


sementara itu di jembatan barelang , naylla juga laely merasa haus. karena setibanya di jembatan, mereka belum sempat menengguk minuman sedikit pun sangking asiknya berjalan menyusuri jembatan. terik matahari sudah mulai menegak di atas kepala, pertanda siang menjelang...


“kak tesya... inok haus.” keluh naylla yang sudah mulai berkeringat.


“inok mau minum es teh nggak? di ujung sana ada es teh seger banget.” ujar tesya yang juga mulai berkeringat.


“ely mau jagung bakar kak.” ucap laely.” tambah laely.


“jagung bakar? kaya' kalau jam segini belum datang pedagang nya ely... tapi nggak pa-pa kita tenggok ke sana yuk siapa tau ada, ini kan tahun baru.” ujar tesya sembari berjalan mengikuti naylla dan laely yang sudah berjalan pelan-pelan di depan.


“kak tesya, kak tesyaa... itu tenggok disana ada kak Andrey, bang mario sama bang galeh!” seru naylla sambil menunjuk-nunjuk kearah depan.


hah beneran nok, mana mereka? ooh iya.... sepertinya mereka berjalan menuju arah pulang.” sergah tesya segera mempercepat jalan nya menyusul naylla juga laely yang berlarian kecil ke arah gadis tomboy, Mario juga galeh.


“ Kak andrey...


“ Bang mario...

__ADS_1


“ Bang galeh...


Sontak saja teriakan itu membuat mereka bertiga yang berjalan menuju arah pangkalan angkutan umum terkejut...


“inok, ely, tesya.... kok kalian di sini?” tanya gadis tomboy sedikit gelagapan.


“iya kak, kami rindu banget sama jembatan ini.” ucap naylla yang semakin berkeringat.


“kalian dari kapan di sini?” tanya gadis tomboy seperti mengkhawatirkan sesuatu.


“pagi kak, kakak udah segeran nampaknya? kak andrey udah baik-baik aja kan?” tanya tesya. sebelum pertanyaan nya di jawab.....


“aduuh kak... inok udah haus banget ini! buruan kita beli es teh.” teriak naylla yang berlarian kecil menuju pedagang di depan.


“inok.... tunggu kakak ! seru gadis tomboy mengejar naylla yang sudah sampai di tempat pedagang minuman juga makanan.


Selang beberapa saat minuman sudah terbeli juga makanan, snack dan jajanan lain nya . tesya terbengong melihat semua nya, mario dan galeh hanya bisa mengeleng kan kepala, sedangkan naylla juga laely mereka sangat girang dan bahagia sekali mendapatkan makanan yang mereka suka bahkan yang belum pernah mereka makan.


“inok, ely... gimana kalian suka?” tanya gadis tomboy dengan senyum penuh keterharuan apapila mengingat kontrak an mereka yang terbakar karena kelalaian nya.


“suka banget kak, ini semua pasti sangat lezat.” jawab laely.


“inok belum pernah makan yang ini... ini sama yang ini.” tambah naylla sambil menunjuk bungkusan sate kambing, roti bakar, sama hamburger .


“kita cari tempat berteduh yuk untuk makan siang, laper banget nih.” ucap mario yang sudah berjalan menuju sebuah pohon rindang di sisi jembatan.


Pemandangan yang sangat teduh di pandang mata seorang andreytom yang punya sifat keras dan pendendam ternyata hati nya sangat baik dan tulus. dengan tanpa beban dia menyuapi naylla juga laely bergantian kemudian dirinya sendiri.


“enak banget kak... inok suka.” ucap naylla sambil menyantap satu tusuk sate kambing di tangan nya.


“syukurlah kalau kalian suka, di habisin ya. nanti kita pulang bareng mau nggak?” tanya gadis tomboy yang sedang meminum es teh.


“mauuuuu....! seru naylla dan laely sangat bahagia.


*****


Area pemulungan milik ayah sam....


siang itu ayah sam membelikan Daniel, fajar, tegar juga radit Nasi Padang untuk makan siang.


“mantap betul lah siang ini santapan makan siang kita kawan hahaha.... ayah benar-benar sangat baik.” ujar fajar yang sudah membuka bungkusan nasi padang berlauk kan satu potong rendang daging, balado telur dan tidak ketinggalan gulai daun singkong.


“wuuih mantap kali lah.... mumpumg masih anget gini lezat kali lah. betul tidak tegaaar hehehehe.” canda daniel yang melihat tegar melahap makan siang nya.


tanpa menjawab apa pun tegar menikmati nasi padang pemberian dari ayah sam...


“gulai daun singkong? beta jadi teringat sama...” radit baru saja membuka bungkusan nasi padang, dan melihat gulai daun singkong yang di kemas dalam bukungkusan plastik jadi terharu. radit teringat sama *uwak !


mereka bertiga ikut merasakan apa yang di rasakan radit. tetapi.... hidup terus berjalan kawan, kalau kita lengah sebentar dan bermalas-malasan hanya meratapi nasib maka kamu akan mati sia-sia*.


BERSAMBUNG☆☆☆☆☆


jangan pernah putus membaca Menitih Senja Di Ufuk Batam ya kawan 🙏 karena kisah ini benar-benar nyata. dari kisah dan cerita ini banyak di antara kita yang tidak tau bagaimana cara bersyukur dengan keadaan kita di bandingkan anak-anak Tangguh kuat dan cerdas itu.


Mereka tidak tau bagaimana cara main handpone. dan mereka juga tidak tau bagaimana di sayang orang tua kadung!

__ADS_1


__ADS_2