MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 24


__ADS_3

KALIAN BERHAK BAHAGIA !


Langit terlihat sangat gelap, guyuran hujan semakin menderu di pagi yang buta seolah-olah berusaha mengalahkan sang surya yang terbiasa bertenger memberikan sinar hangat setiap insan yang berada di bawahnya.


Jam dinding di sebuah rumah yang bangunan nya cukup besar namun sudah tua dan sederhana tetapi sangat kokoh itu menunjukan pukul 05.00 pagi !


Seorang Laki-Laki separuh baya telah selesai menjalankan sholat subuh nya kemudian ia pun melipat sajadah lusuhnya.


Ia berjalan menuju pintu kamarnya dan bergegas keluar untuk menuju ke dapur.


Laki-Laki paruh baya itu tak lain adalah ayah dari gadis tomboy itu.


Sementara di ruangan televisi yang biasa nya kosong pagi itu terpenuhi orang-orang yang tertidur sangat pulas. mereka tak lain adalah panjol, mario, daniel, tegar, fajar juga radit.


Sementara di sebuah kamar gadis tomboy itu tidak bisa memejamkan mata sama sekali dari semalem dini hari hingga pagi menjelang.


“gue bener-bener depresi dengan semua ini. kecerobohan gue menyebabkan anak-anak malang itu kehilangan tempat tinggal mereka.” gumam lirih gadis tomboy itu yang kemudian perlahan lahan dia bangkit dari tilam nya hendak menuju dapur untuk menenggak segelas air agar jiwanya sedikit tenang.


“Ayah...!” seru gadis tomboy itu berhambur dan memeluk Laki-Laki paruh baya yang tak lain adalah ayah nya yang sedang mencuci beras. sesampainya dia di dapur.


“kenapa ndhok... ada apa, kenapa kamu menangis pagi-pagi begini, apa sepagi ini kamu sudah bertengkar dengan adikmu?” tanya ayah gadis tomboy yang seolah olah faham akan kelakuhan kedua anak gadisnya itu sambil menaruh beras yang sudah di cucinya di sebuah penanak nasi listrik.


“Ayah... aku udah melakukan kesalahan tanpa aku sengaja, aku sangat ceroboh yah.” ucap gadis tomboy itu sembari menyeka air mata nya.


Ayah gadis tomboy heran dengan ucapan putri pertamanya itu.


“apa maksudmu to ndhok, kesalahan apa?” tanya ayah gadis tomboy itu sembari jalan menuju sebuah bangku yang berada di pojok dapur itu yang kemudian di susul sama gadis tomboy itu.

__ADS_1


NB : ndhok \= pangilan adat jawa terhadap anak gadis nya yang artinya dik atau nak.


“ayah ingat dua anak kecil perempuan yang aku bawa kemarin malam? tanpa aku sengaja aku udah menyebabkan tempat tinggal mereka ludes terbakar yah.” tutur gadis tomboy itu yang sudah mulai menghentikan tangisnya.


Meski sangat terkejut dengan apa yang di sampaikan putri pertamanya itu, ayah gadis tomboy itu berusa tenang dan mencoba mendengar kan penjelasan nya.


Gadis tomboy itu menceritakan semua peristiwa apa yang terjadi hari ini tanpa satu pun yang di tutupi.


“kalau ayah mengizin kan dan tidak keberatan, biarkan mereka tinggal di sini yah.” pinta gadis tomboy itu.


Laki-Laki paruh baya itu menarik nafas panjang yang kemudian menghembuskan perlahan lahan. ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju sebuah jendela yang ada di ruangan dapur itu.


Pintu jendela perlahan di bukanya sedikit karena hujan belum juga reda.


“iya ndhok... ayah mengizin kan mereka semua tinggal di sini.” jawab ayah gadis tomboy itu.


Lupa akan tujuan nya ke dapur untuk minum, dengan perasaan lega gadis tomboy itu kembali ke kamarnya , setelah menutup pintu dia pun membaringkan kan tubuhnya ketilam Kembali dan mencoba memejamkan kedua matanya sampai tertidur.


*****


Di ruang santai ( Ruang untuk menonton televisi )


Daniel mulai membuka mata, kepala nya di donggak kan ke dinding atas televisi, jam dinding menunjukan pukul 10.00 pagi.


Tetapi rintik hujan semakin deras mungguyur rumah liar atau biasa orang sebut ruli yang sudah berdiri hampir sepuluh tahun itu.


“udah jam sepuluh pagi gar, jar, dit... tapi di luar hujan deres banget.” ujar daniel yang sudah menduduk kan diri nya dan bersandar di dinding ruangan yang cukup besar itu.

__ADS_1


Tegar, fajar, radit tak bergeming mendengar ucapan daniel. mungkin mereka sangat capek lelah dan ngantuk berat, karena hampir menjelang subuh mereka beristirahat.


“ bang panjol, bang mario, mereka berdua kemana kok nggak ada?” gumam daniel sambil ceclinggukan kedua matanya menyisir ruangan mencari keberadaan mereka berdua.


eehhmm... nyariin siapa?” suara nyaring gadis belia yang berasal dari pintu menuju ruangan itu sontak membuat daniel terkejut.


“ka...ka, kakak siapa? maaf sa saya lagi mencari bang panjol dan bang mario.” jawab daniel dengan suara gelagapan.


“ooo bang panjol dan bang mario, ada kok mereka udah bangun dari tadi dan sekarang lagi sarapan di dapur. ngapain cari mereka? dan elo mau tau siapa gue? gue pemilik rumah ini. jadi meskipun ayah gue izinin kalian tinggal di sini bukan berarti kalian semau mau nya sendiri. faham?” ujar gadis belia yang tak lain adalah adik dari gadis tomboy itu yang bernama Risty Dwi Santika dan akrab di panggil Risty dengan ketus nya sambil melipat tangan di dada.


“eee iya kak .” jawab daniel.


“udah ngomel-ngomel nya?” tanya suara dari kejauhan yang tidak asing lagi di telinga daniel dan risty.


“kak andrey.” gumam daniel lirih.


Tegar, fajar, radit yang mendengar suara gaduh itu sontak terbangun dan segera memposisikan dirinya terduduk.


“kenapa sih loe hobi banget bikin keributan? tuh tenggok karna ulah elo mereka yang harus nya belum bangun jadi ter bangun karna ulah elo.” ucap gadis tomboy itu yang tak kalah kentus nya dengan risty.


“heeh... yang bikin keributan itu siapa sih, gue sekedar menjawab yang di tanyakan nya dan ngasih tau apa yang mereka harus lakukan di rumah ini, kalau mereka mau tinggal di sini. itu doank kok.” tambah risty yang tak mau mengalah sedikit pun.


“nggak pagi nggak siang nggak malam ribut aja kerja kalian berdua ini. sudah, sudah... sebaik nya kalian semua bersihkan diri kalian bergantian lalu sarapan di dapur.” dengan datang nya ayah dari kedua anak gadis itu kegaduhan pagi pun selesai.


“kalian tunggu mereka selesai dari kamar mandi baru kalian bersihkan diri lalu sarapan. oh ya kalian panggil saya ayah saja ya. kalian tidak usah kawatir dan takut, ayah yang memiliki rumah ini jadi kalian boleh tinggal di sini. karena ayah sudah mendengar semua cerita dari putri ayah, kak andrey.ayah minta maaf untuk kak andrey yang sudah lalai di kontrak an kalian sehingga menyebabkan kebakaran. ” ujar Laki-Laki paruh baya itu dengan suara yang sangat bisa mendinginkan hati mereka.


Dengan penuh kasih dan lembut, ayah dari gadis tomboy itu memeluk Daniel tegar fajar juga radit penuh kasih. sehingga membuat mereka menangis terharu.

__ADS_1


BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆


__ADS_2