
HILANG NYA ANDREYTOM AND THE GANK DARI BATAM !!!
Kabuuuuuur....!!! Seru Gadis tomboy yang sekonyong-konyong melempar tubuh munggil gadis pengantin kearah depan, dan terbentur ke mobil mewah milik pasangan pengantin itu sendiri sampai pingsan!
Mereka bertiga bergegas masuk kembali kedalam semak-semak bukit kecil di atas, dan lari sejauh-jauhnya dari tempat itu sebelum di kepung masyarakat sekitar.
“kita harus tinggalkan batam secepatnya!!” seru gadis tomboy yang terenggah-enggah, menyusul mario dan galeh yang sudah lari di depan tidak begitu jauh jaraknya.
“kita ke tempat kawan gue aja yang tinggal di luar batam kak!” jawab mario.
“yaaach bener.... aksi kita sudah di lihat warga, pasti polisi akan bertindak cepat, karna mereka orang kaya.” timpa galeh.
Dengan tenaga yang tersisa mereka ber-tiga terus berlari...lari dan terus mengayuhkan kakinya sejauh mungkin sampai jejak mereka tidak bisa terlacak!
Waktu terus bergulir, Langit terbelah dua mengelegak meluap-luap di bawahnya. Di satu bagian Langit, Matahari rendah mulai menyinarkan Cahaya hangatnya, menyelubungi Bumi dan dedaunan yang basah oleh embun pagi buta.
****
Kecemasan ayah sam di pagi hari ......
Waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi.
Daniel, Fajar, Tegar juga Radit , mereka tidak balik tidur setelah sholat subuh berjama'ah di kamar ayah sam . Menghirup udara pagi di halaman rumah itu jadi pilihan mereka. Setelah merasakan sinar matahari menyilaukan pandangan itu, mereka ber-lima masuk kedalam rumah untuk Membersihkan diri masing-masing.
Naylla dan Laely yang ikut sholat subuh berjama'ah di kamar ayah sam, kembali tidur setelah usai berdo'a. dan belum bangun sampai matahari sudah terbit.
sedangkan Tesya... sudah membantu ayah sam di halaman belakang untuk memetik beberapa macam sayur yang sudah siap di panen di kebun belakang yang cukup luas itu.
“kata ayah, hari ini kita nggak usah ke tempat pemulungan lagi dulu. kita di suruh bantuin mas reza sama bang sogal, mengeluarkan barang-barang yang ada di gudang samping ruang santai.” tutur daniel.
“iya...dan tadi ayah juga bilang, katanya itu akan di jadikan kamar untuk kita.” ucap fajar menambahi penuturan daniel.
“berarti kita punya kamar sendiri kah maksud kau fajar?” tanya radit memastikan.
“iyalaah....apalagi? hahahaha.” jawab fajar sambil membenarkan kancing baju yang salah pasang .
“kita tenggok dapur yuk, udah ada sarapan apa belum. kalau udah kita buruan sarapan, jadi kalau mas reza sama bang sogal dateng kita udah siap untuk ngebantuin.” ujar daniel berlalu menuju dapur , kemudian di susul radit, fajar juga tegar.
“wah banyak banget sayuran sama buah-buahan nya kak tesya....!” seru fajar ketika sampai dapur, dan melihat tesya masuk dari pintu belakang membawa undukan sayur-mayur, juga beberapa macem buah-buahan dalam sebuah ranjang bambu anyaman ayah sam sendiri.
__ADS_1
“sini, sini kak... biar aku bantuin!” ujar daniel dari depan pintu dapur berjalan menujuke arah tesya, dan segera meraih keranjang sayur yang di bawa nya.
“ayah mana kak.” tanya tegar singkat.
“ itu, ayah masih di kebun belakang Membersihkan rumput yang ada di tanaman kacang tanah. bentar lagi juga masuk kok, kakak udah masak nasi goreng buat kita sarapan, sama manasin makanan yang dari mall kemaren.” ucap tesya yang sudah selesai mencuci tangan nya.
Sementara itu dari arah kebun belakang, Sayup terdengar swara lantunan Tembang Jawa nan indah melintas di pendengaran bagi yang faham akan bahasa nya. Ayah Sam... ya, beliaulah yang sedang berirama merdu sangat menyejukkan kalbu.
Setelah selesai Membersihkan rumput pada tanam di kebun yang cukup luas di belakang rumah tersebut, Ayah sam pun mencuci kaki dan tangan di sebuah pancuran buatan di pojok dinding belakang rumah, kemudian ayah sam masuk keruang dapur .....
“loh kalian sudah selesai sarapan ya anak-anak?” tanya ayah sam yang berjalan menuju rak piring.
“sudah ayah....” jawab mereka serempak, yang sudah berjalan berniat keluar dari dapur.
“tinggal inok sama ely tang belum yah.” terang daniel.
“tumben mereka belum pada bangun? berarti setelah sholat subuh mereka kembali tidur lagi ya nak Daniel?” tanya ayah sam sembari menyantap sarapan pagi nya.
“hehehe...iya yah mungkin mereka kecapek an, kami kedepan dulu ya yah.” pamit daniel setelah menjawab pertanyaan ayah sam.
Entah kenapa sarapan di pagi hari itu di rasa ayah sam sangat hambar. pikiran dan perasaan nya seolah menghawatirkan sesuatu. Andreytom??? ya.... nama putri pertamanya itulah yang melintas di benak ayah sam dan membuat beliau gelisah.
Baru saja Ayah sam hendak berlalu dari dapur, naylla dan laely menyapa nya dari arah pintu....
“selamat pagi ayah....!” sapa mereka ber-dua bersamaan, penuh kebahagiaan dan senyum yang indah.
“pagi juga putri-putri kecil ayah, inok, ely.
cepat kalian pada sarapan nak.... keburu dingin makanannya.” tutur ayah sam yang kemudian berlalu dari ruang dapur.
Naylla dan Laely tersenyum, kemudian menuju rak piring dan segera duduk untuk menyantap sarapan yang sudah di masak oleh tesya sedari pagi.
“ini makanan yang dari mall itu kan nok?” tanya laely sembari mengambil satu potong ayam goreng tepung dari piring ceper yang berada di atas meja makan dapur.
“kata kak andrey... itu namanya ayam goreng tepung ely.” jelas naylla sambil menyantap nasi goreng dan telur ceplok buatan tesya itu dengan lahap.
“hehehe iya nok... ely lupa.” jawab ely yang sudah menyantap bersih ayam goreng tepung tersebut, dan yang tersisa tinggal tulang.
“inok duluan ya ely nyuci piring nya? soalnya... inok mau cepet-cepet nonton kartun yang punya baling-baling bambu itu loh ely hehehe.” ucap naylla yang sudah mencuci piring nya sendiri kemudian berlalu meninggalkan dapur menuju ruang santai.
Ely yang juga sudah menyelesaikan sarapan nya, segera mencuci piring dan berlalu dari dapur menuju ruang santai menyusul naylla yang sudah duluan.
__ADS_1
*****
Menemukan sepeda kecil milik Gadis tomboy dan Risty di dalam Gudang!
Atas perintah Ayah Sam... Daniel, dan Radit membantu Mas Reza dan Bang Sogal, mengeluarkan barang-barang yang sudah tidak di pakai lagi, dari dalam gudang ke halaman depan untuk di bawa ke tempat pemulungan.
sedangkan Tegar dan Fajar, di tugaskan ayah sam untuk membantu Ayah Sam Membersihkan barang-barang yang masih di pakai dan di simpan kembali.
“ayah...ayah, ini apa ayah?” tanya fajar sedikit teriak, kala menemukan dua buah sepeda kecil milik Gadis Tomboy dan Risty, yang mungkin masih bisa di pakai di tumpukan barang yang sudah tidak bisa di pakai lagi.
“itu namanya sepeda kayuh nak fajar. jadi... supaya sepeda itu bisa jalan, maka kedua pedal nya harus di kayuh kedepan.” tutur ayah sam menjelaskan kepada fajar, dan sepertinya beliau tau kalau fajar tidak faham dan tidak pernah tau barang tersebut.
“yang satu kecil yang dan satu agak besar.
waaah... ini bisa di pakai inok sama ely yah? ini dulu punya kak Andrey sama kak Risty waktu masih kecil ya yah?.” tanya fajar yang sudah mengelap kedua sepeda itu dengan bersih.
“iya nak fajar.... dua-duanya pemberian dari bos pulungan ayah dulu. sebelum ayah punya tempat pulungan sendiri. dulu... waktu kecilnya kak Andrey sama kak Risty, ayah mencari rongsok atau pulungan barang-barang bekas di area pemulungan yang sangat jauh dari sini dan sebelum ayah punya tempat tinggal di sini. kemudian... setelah beberapa tahun, ada bos pemulungan terbesar di daerah bengkong sini yang membutuhkan banyak karyawan untuk kerja di tempatnya. nah akhirnya ayah mencoba melamar menjadi kuli di tempat bos situmorang itu namanya. hampir sepuluh tahun ayah bekerja di tempat bang situmorang. dulu... kak andrey sama kak risty masih seumuran sinok dan nak ely sampai mereka sudah remaja. setelah ayah punya modal cukup, dari setiap upah yang bang situmorang berikan kepada ayah, kemudian ayah membuat usaha sendiri, yaitu tempat pemulungan yang disana itu.” tutur ayah panjang lebar penuh dramastis, pilu serta kebahagiaan.
Pooook...
Poook....
Pooook...
Ternyata Cerita Ayah Sam di perhatikan seksama oleh Daniel, Radit, Fajar,Tegar, Bang Sagol, Mas Reza dan tidak ketinggalan Naylla Juga Laely.
Mereka Sangat Terharu dan banga kepada ayah sam. Mereka semua terduduk di lantai gudang yang sudah di bersihkan menyimak cerita ayah sam.
kemudian mereka pun kembali berkemas dan membereskan semua dengan rapi.
Tidak terasa waktu terus bergulir waktu dzuhur pun tiba....
“kau sudah bersihkan semua kan jar sepeda nya? sini biar aku angkat keluar!” tanya tegar sembari mengangkat satu persatu sepeda yang sudah di bersihkan oleh fajar dari tumpukan kardus ringan tetapi, belum sempat sepeda itu terangkat oleh tegar.....
“sini, sini... biarkan ayah saja yang angkat sepeda nya nak tegar. hari sudah siang, panggilan adzan sudah di kumandangkan, waktunya kita sholat dzuhur, habis itu kita makan siang bersama.” ucap ayah sam yang kemudian mengangkat sepeda kecil itu satu persatu.
“Mau di benerin di sini yah?“ tanya fajar.
“tidak usah nak fajar... biar ayah bawa ke halaman depan saja lebih luas. nanti sehabis makan siang dan sholat dzuhur, biar ayah periksa masih bisa di pakai atau tidak sepeda nya.” ucap ayah sam yang kemudian membawa sepeda anak-anak seusia naylla dan laely yang dulunya milik Gadis Tomboy dan Risty keluar dari gudang itu.
BERSAMBUNG ☆☆☆☆
__ADS_1