
Suasana makan malam......
“kamu kenapa dit, kayak nggak selera makan gitu.”
tanya daniel yang melihat radit sedikit murung.
“radit sakit ya, kok makanan nya cuman di lihatin doank.” tambah laely.
Radit pun cuma menggelengkan kepala nya, yang kemudian menyantap makanannya.
an
“kau kenapa radit, apa kau sakit hati dengan perkataan uwak tadi.” sambil berlalu menuju dapur.
radit pun bergegas menyusul uwak ke dapur.
“tidak uwak, radit tidak sakit hati dengan perkataan uwak tadi. radit tidak selera makan karena merasa bersalah sama uwak. ucap radit sambil memeluk uwak.
“sudah...sudah, kenapa lah kau ini melah menangis. Laki-Laki tidak boleh cenggeng tidak boleh lembek, kota batam sangat keras radit pekerjaan apapun akan mereka lakukan demi untuk bertahan hidup. dulu waktu umur uwak belum setua ini, bertahun tahun hidup uwak di area pemulungan. pada akhirnya uwak menemukan kalian satu persatu. uwak mengahajar kan kalian bekerja apapun keculai mencuri dan merampok. uwak lakukan ini supaya kelak kalau uwak tiada kalian bisa bertahan hidup dengan profesi kalian masing-masing termasuk mengemis.” tutur uwak panjang lebar dan malah membuat radit nanggis tersedu sedu.
Dan ternyata ke lima anak lain nya sudah berada di dapur mendengar kan penuturan uwak yang ikut menangis. kemudian merekapun bersamaan memeluk uwak.
“maafkan sinok ya uwak, karna hari ini sinok tidak kerja (mengemis) karena sakit.” ucap naylla sambil menangis.
“Sudah...sudah, Kenapa kalian jadi sedih begini. kalau sudah selesai makan nya kalian bantu kemas-kemas dan bersihkan tempat yg buat tidur kemudian kalian istirahat.” ucap uwak sambil melepaskan pelukan mereka satu persatu dengan penuh kasih sayang.
Malam semakin larut, jam dinding menunjukan pukul setengah sebelas malam.
Setelah Membersihkan ruang yang buat makan tadi, sekarang ruang itu sudah menjadi tempat istirahat mereka.
Daniel, Tegar, Radit, Fajar mereka mulai menidurkan tubuh mereka masing-masing.
sedangkan naylla juga laely mereka tidur di kamar dengan uwak.
“besok kalian bisa bangun agak siangan, besok kalian tidak perlu pergi kejembatan, kalian boleh istirahat sehari.” ucap uwak yang kemudian berjalan menuju kamar.
“baik uwak.” jawab mereka bersamaan.
Akhirnya mereka pun sudah tertidur pulas!
*******
Swara kokok ayam bersaut sautan pertanda pagi telah datang.
Kukuruyuuuuuk!
Matahari pagi pun mulai menampak kan sinarnya menerobos masuk kedalam lewat celah lubang jendela dan dinding kontak an yang mulai lapuk.
__ADS_1
“pagi ini kita tidak usah ngamen kan niel.”? tanya tegar yang mulai membuka matanya.
“kata uwak sih gitu, jadi kita bisa ngebolang me hutan sebelah gar.” ucap daniel.
“wah pasti seru tuh, aku ikut ya niel.” sergah fajar sambil mengucek ngucek matanya.
“beta juga ikut.” teriak radit yang tak mau kalah.
“sssttttttt..... berisik banget sih kalian, entar mereka bangun.” ucap daniel sambil menunjuk ke arah kamar.
“kita harus tetep izin uwak niel, kalau uwak bangun nanti.” usul tegar yang masih di dalam selimut.
“ya jelas lah gar, lagian nggak pagi ini kok nanti agak siangan sehabis bantuin uwak.” tambah daniel sambil mejemin mata lagi.
Matahari pagi mulai menegak di ufuk timur pertanda akan meninggalkan pagi menuju siang hari.
Setelah selesai membantui uwak memasak di dapur Membersihkan dapur serta membereskan rumah juga mencuci baju masing-masing, akhirnya mereka pun menyantap sarapan pagi yang sudah di siapkan uwak.
Menu sarapan yang sangat sederhana di pagi hari dan setiap pagi nya, tapi mereka tetap mensyukuri karena si uwak selalu perhatian dan peduli sama mereka semua.
Setelah Selesai Sarapan, jam dinding menunjukan pukul sebelas siang.
Mereka berempat pun pamit minta izin sama uwak untuk pergi ke hutan sebelah mencari tumbuhan hutan yng bisa di makan dan di masak.
Setelah mendapat izin dari uwak akhirnya, Daniel, Tegar, Fajar, juga radit berangkat menuju hutan.
*******
teriak fajar sambil menunjuk tumbuhan yang ada di dasar danau di tanjakan bawah, setibanya mereka di hutan.
“eh iya.. seger-seger banget tuh kayaknya, yuk kita turun kesana, kita jalan nya lewat situ aja agak deket dan nggak berbahaya.” jawab daniel.
Mereka berempat pun berjalan kebawah melewati jalan setapak yang sengaja di buat para penguna jalan alternatif itu untuk sampai ke dasar danau.
Setelah berjalan kisaran lima menitan akhirnya mereka pun sampai ketempat yang di tunjuk fajar waktu masih berada di atas.
“tuh bener kan niel yang aku bilang banyak daun ubi sama daun pakis juga sayuran lain nya.”? ucap fajar kegirangan.
“tapi... kira-kira ini daun ubi sengaja di tanam atau memang liar ya niel.”? tanya radit penasaran.
“kayak nya dulu tempat ini bekas ruli (rumah liar)
dan tumbuhan ini memang sengaja ditaman dulunya tuh ada bunga juga, tapi kan ruli nya dah nggak ada jadi........ sikaaaaaat.” ucap daniel yang kemudian teriak memberi komando supaya mereka memetik daun ubi dan sayuran lain nya.
Dengan penuh semangat Daniel,Tegar, Radit juga Fajar memetik sayuran yang ada di hutan itu.
Lagi asyik memetik sayuran Tiba-Tiba.........
__ADS_1
“woooy.... kok kalian ada di sini sih!”
Sontak saja mereka berempat tergaket mendengar swara teriakan itu dan berhenti memetik sayuran.
Daniel mencari sumber swara itu, dan mata terhenti di ujung jalan setapak yang mereka lewati tadi.
“looh... itu kan kak andrey sama rombongan ngamen nya, kok ada di sini juga ya dia.”? tanya daniel penasaran.
“kak andrey siapa niel.”? tanya radit sama fajar bersamaan.
“yang nolong kita berdua waktu di ganggu ama rohut di jembatan kemaren.” jawab tegar.
“bener kan kalian yang ngamen di jembatan itu, gue nggak salah lihat.”? tanya gadis tomboy itu setibanya di tempat daneil memetik sayuran sambil menepuk bahu daniel.
“iya bener kak, hari ini uwak kami nyuruh kami istirahat ngamen, besok baru ngamen nya lagi. kakak sendiri kok di sini, hari ini kak andrey juga nggak ngamen.”? tanya daniel sambil memasukan sayuran hasil memetiknya ke dalam kantong plastik yang di pegang radit.
“iya...hari ini gue juga nggak ngamen, kalau senin biasa nya banyak razia.” ucap gadis tomboy itu sembari membetulkan topinya.
“iya kak, makanya uwak nglarang kita ngamen
hari ini.” jawab daniel.
“ooo ya udah, kalau gitu kita ngebolang bareng. kalian tau nggak, di sebrang banyak buah-buahan.” ucap gadis tomboy itu sambil menunjuk ke arah sebrang danau.
Akhirnya Mereka Berjalan menuju arah sebrang danau.
Sesampainya di sana......
“wiih, ada buah pisang udah pada mateng!” seru fajar gembira.
“Sudah pada di makan burung ya jar.”? tambah radit.
“nggak pa-pa, masih banyak yang bisa di makan kok.” ucap gadis tomboy itu sembari menebang pohon pisang tersebut.
“udah cukup ndrey, biar gue tarik.” sergah salah satu teman gadis tomboy itu yang biasa di panggil panjol.
krataaak....bleeeg.......!
Akhirnya pohon pisang itu roboh.
“heeeem, manis banget niel gar, dit.” seru fajar sambil menikmati buah pisang itu.
“beta suka sekali buah pisang.” tambah radit sembari memakan buah pisang dengan lahapnya.
“kalian puas-puasin makan tuh buah pisang, kalau perlu kalian bawa pulang sebagaian hahahaha.” teriak gadis tomboy itu dari atas pohon jambu air.
Hari mulai beranjak sore....
__ADS_1
Setelah puas mengambil hasil hutan, mereka pun keluar dari hutan mereka pun berniat pulang.
BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆