MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 13


__ADS_3

Matahari mulai tegak di atas kepala pertanda pagi telah hilang dan siang pun datang.


Prosesi pemakaman uwak pun telah selesai, dan perjuangan uwak membesarkan anak-anak pun juga telah selesai !


Sementara itu di rumah bude janah...


Setelah di izinkan untuk pulang ke kontrak an sama bude janah, mereka pun dengan langkah gontai keluar dari rumah bude janah.


“sini nok mas daniel gendong belakang.” ujar daniel sambil menjongkok kan diri, naylla pun naik ke punggung daniel.


“anak-anak, tunggu! seru bude janah dari dalam rumah yang kemudian keluar membawa dua kantong plastik.


“anak-anak.... bude di bantu sama warga pemukiman ini, ada makanan dan bahan makanan buat kalian. yuk bude antarkan kalian sekalian bantu bawa barang-barang ini.” ujar bude janah sembari berjalan di belakang mereka.


“kenapa kalian tidak mau tinggal di rumah bude dulu untuk sementara waktu ? nanti kalau hati kalian sudah tenang baru kalian pulang ke kontrak an.” lanjur bude janah.


“nggak pa-pa bude, siap tidak siap kami harus terima kenyataan bahwa uwak kami 1sudah pergi untuk selama-lamanya.” jawab daniel dengan nada mengharukan.


“ mas daniel, uwak udah bangun ya.”? tanya naylla kembali sedih sembari menyenderkan kepalanya di punggung daniel.


Daniel hanya terdiam dan tak menjawab sepatah kata pun pertanyaan dari naylla.


Tak berapa lama kemudian sampailah mereka di rumah kontrak an .


“kalau begitu bude pulang dulu ya anak-anak, kalau kalian perlu apa-apa datang saja ketempat bude. kalau bude bisa bantu bude akan bantu.” tutur bude janah setelah menaruh dua kantong plastik lumayan besar di meja dapur.


“terima kasih bude, mudah-mudahan meskipun tanpa uwak, kami bisa menjaga diri tanpa merepotkan orang.” ucap daniel pilu.


Dengan senyum kepedihan bude janah pun ******berlalu****** meninggal kan rumah kontrak an itu.


“mas daniel..uwak dibawa ke klinik ya sama pak RT kok nggak ada? di kamar, dapur, kamar mandi semua nggak ada !” panik naylla yang mulai merenggek.


Mereka hanya saling pandang penuh kesedihan melihat kepanikan naylla mencari uwak.


Fajar, Tegar, Radit, Laely, Mungkin kini mereka sudah faham apa yang di maksud uwak dulu dengan kata TIADA, yaitu kehilangan untuk selama-lamanya. pergi tak akan kembali !

__ADS_1


Dengan perasaan yang masih tidak percaya bawasana uwak sudah meninggal dunia, Daniel pun berjalan mendekati naylla yang berdiri di depan kamar sambil menangis panik.


“nok... sini mas daniel kasih tau, uwak itu kecapek an dan kelelahan, kan uwak udah tua sering sakit-sakitan jadi biarkan uwak istirahat di surga sana ya, kita semua pasti bisa hidup tanpa uwak.” tutur daniel sambil memeluk naylla haru.


“surga itu jauh ya mas daniel? terus uwak kesanya di antar siapa? kenapa uwak nggak bawa kita.” pertanyaan naylla menandakan dia belum tau apa arti penjelasan daniel.


“sekarang kita makan dulu siang dulu ya habis itu kita istirahat.” lanjut daniel mengabaikan pertanyaan naylla yang kemudian jalan menuju dapur.


“gar, dit, ayo kita bantu daniel, perut ku sakit banget mungkin karna dari pagi nggak makan.” ucap fajar yang meringgis kesakitan sambil memegangi perut nya.


“jar, kamu kenapa? ya sudah kita makan dulu saja meski sedikit kita harus tetap makan.” ucap radit yang kemudian bergegas menuju dapur.


“dit...ini ada lauk dari bude janah tolong kamu panasi di sana.” ujar daniel menyodorkan kan sebungkus opor ayam pemberian dari bude janah.


“panasi lauk nya di kwali ini kan daniel.”? ucap radit menunjuk sebuah wajan di atas kompor.


“ya mana lagi dit? kan tempat memasak lauk kita yang masih bisa di pake cuman itu yang kamu bawa dari tempat mulung.” ujar daniel yang sibuk memasukan nasi pemberian dari bude janah ke dalam tempat tanak nasi di satukan sama nasi tadi pagi yang dia tanak.


“Tapi ini kok ada gulai daun ubi di kasih daging kambing daniel.” ujar radit heran.


“uwaaak!” Daniel berlalu dari dapur dan bergegas mencari uwak.


“waaaak .... uwaak!” seru daniel yang kemudian bergegas menuju kamar.


“uwak?” gumam fajar heran.


“Mana uwak mas daniel.”? tanya naylla yang kemudian menyusul daniel ke kamar.


***Di dalam kamar diatas lemari pakaian yang tidak terlalu tinggi daniel mendapatkan kaleng biskuit yang berisikan penuh uang berbentuk Logam dan kertas yang tidak terhitung jumlah nya.


di atas uang itu ada satu lembar kertas putih yang bertuliskan...


“INI UANG HASIL JERIH PAYAH KALIAN ANAK-ANAK, UWAK HANYA MENGGUNAKAN SEBAGAIAN SAJA, KARENA INI HAK KALIAN.


MAAFKAN UWAK YANG SUDAH TIDAK KUAT LAGI UNTUK MENJAGA KALIAN.

__ADS_1


PERGUNAKAN UANG INI UNTUK HIDUP KALIAN .


UWAK JUGA SUDAH MEMASAK GULAI DAUN UBI DAGING KAMBING TANPA LEMAK KESUKAAN KALIAN .


UWAK SENGAJA BANGUN PAGI-PAGI BUTA UNTUK MEMBELI BAHAN NYA KEPASAR .


DAN UWAK JUGA MINTA TOLONG BANG SITONGGANG UNTUK MUNULIS PESAN INI KE KALIAN.


Dengan berderai air mata dan eja an yang terputus-putus daniel berusa membaca pesan


dari uwak. meskipun tidak sekolah tetapi daniel selalu belajar membaca setiap dia melihat tulisan di manapun tempat. meski tidak lancar membaca tetapi daniel faham isi tulisan yang di sampaikan uwak*** !


“uwaaaaaaak!” teriak an daniel yang di iringi dengan tangisan yang tak terbendungkan membuat yang lain ikut menangis haru.


“mas daniel kenapa... uwak mana? tanya naylla yang terisak pilu.


“ada apa niel”? tanya tegar dengan mata sembab.


“ya ampun niel...uang nya banyak banget, kaleng sebesar ini hampir penuh niel.” seru fajar.


“sini, kalian deket sini semua. kita adalah anak yang Tangguh dan kuat, kita pasti bisa menjalani hidup ini tanpa uwak. uwak kita sudah pergi selama-lamanya. uwak meninggalkan uang di kaleng ini untuk kita, ini hasil keringet kita semua selama ini. ya sudah kita makan dulu, ini sudah terlalu siang dan uwak sudah memasakan gulai daun ubi daging kambing tanpa lemak kesukaan kita untuk yang terakhir kalinya.” tutur daniel mencoba untuk kuat meski dia harus menahan air matanya.


Mereka pun menyantap makan siang dengan lauk yang di masak uwak untuk yang terakhir kalinya, gulai daun ubi daging kambing tanpa lemak


kesukaan mereka.


“niel... apa ini gulai daun ubi daging kambing tanpa lemak masakan uwak yang terakhir kalinya bisa kita makan.”? tanya tegar sudah sedikit lebih tenang.


“heeem.” hanya senyum ke pedihan sebagai jawabannya daniel.


***Makan siang yang terlalu siang akhirnya selesai.


Setelah membereskan semua mereka pun istirahat di kamar tempat terakhir kali uwak menghembuskan nafas !


BERSAMBUNG ☆☆☆***

__ADS_1


__ADS_2