
ADREYTOM SEMAKIN TIDAK WARAS !
...kecemasan Ayah sam.......
“ Risty...! Ayah ngajak makan bareng tuh.” seruan Tesya membuyarkan Lamunan Risty. segera disimpannya kembali buku kecil itu di dalam laci.
“ Iya... tunggu di dapur ntar gue ke sana!” sahut Risty.
setelah merapikan rambutnya di depan cermin, kemudian Risty pun keluar dari kamarnya. sesampainya Risty di dapur, ternyata Ayah Sam Tesya dan anak-anak tangguh itu sudah menunggunya. lalu Risty segera mencuci tangannya kemudian mengambil piring dan nasi dan segera membaur dengan mereka yang sudah menunggunya cukup lama.
“ Maaf ya semua, sudah menunggu terlalu lama.” ucap Risty yang segera mengambil lauk di atas meja.
“ Pasti kak Risty ketiduran seperti biasanya ya setiap habis salat magrib hehehe.” sergah fajar yang sudah mulai menyantap makanannya itu.
” Hehehe kok fajar tahu sih? Iya benar, tadi selepas sholat Maghrib kakak ketiduran sebentar.” bohong Risty.
“ lain kali jangan biasakan seperti itu ya nak, apalagi posisi kamu masih memakai mukena itu tidak baik.” tutur ayah sam.
“ Iya Ayah maaf.” jawab Risty sedikit Tidak enak hati karena sudah membohongi ayahnya itu, meskipun Ayah Sam tidak mengetahui kebohongan Risty.
“ Ayah sedang tidak enak badan ya? Kok tumben makannya sedikit.” tanya Daniel yang sudah hampir selesai menyantap makan malamnya itu.
“ Iya nak Daniel, Ayah kepikiran sama kak Andrey Kenapa sudah berhari-hari tidak pulang ke rumah.” jawab ayah sama dengan nada kelu.
“ palingan ke Andre nginep di kos-kosan nya Bang Galeh yaah.” ujar Tesya mencoba menenangkan Ayah Sam.
ucapan Tesya hanya bentuk penenangan semata terhadap Ayah Sam karena dia tahu Andreytom tidak pulang kerumah mungkin dikarenakan masih marah terhadapnya. Tesya jadi teringat peristiwa di malam itu saat Gadis tomboy membanting ponselnya. ada kecemasan tersendiri di dalam hati kecil Tesya.
Akhirnya makan malam mereka telah selesai ketika terdengar seruan adzan Isya di masjid ujung Ruli Bengkong indah. Setelah selesai membereskan semua peralatan dapur, Mereka pun beranjak dari ruang dapur tersebut dan segera menuju kamar mandi mengambil wudhu tanpa ada perintah. dan kemudian disusul oleh ayah Sam yang berjalan setengah gontai.
di dalam kamar baru yang separuhnya di buat untuk sholat berjamaah, mereka sudah siap menunggu ayah sampai untuk mengimami Sholat Isya tersebut, tetapi ayah Sam sangat lama tidak kunjung tiba.
“ kasihan Ayah ya niel... apa besok kita ke jembatan saja, kita cari ke Andrey.” tanya fajar yang sudah memakai sarung dan songkok yang dibelikan oleh Ayah sam itu.
“ sebenarnya ide kamu bagus Jar... tetapi gimana dengan pekerjaan kita di depan? barang-barang itu sudah menumpuk terlalu banyak.” jawab Daniel yang juga mengawatirkan akan kesehatan Ayah sam, tetapi pekerjaannya juga sangat menumpuk Daniel takut akan terbengkalai.
“ kita berangkatnya selepas Sholat Subuh saja Daniel...! biar kita bisa pulang lagi ke sini siang hari. jadi kita masih bisa mengerjakan pekerjaan kita meskipun cuma mendapat sedikit.” tambah radit.
__ADS_1
“ kau sajalah yang pergi ke jembatannya, sama Fajar dan Radit niel.. biar aku yang mengerjakan dan dibantu Sinok juga ely.” ujar tegar .
Risty yang baru selesai memakai mukena juga ikut bicara....
“ Kenapa sih Kak Andrey selalu membuat Ayah khawatir dan cemas? apa tidak berpikir nanti ayah akan sakit lagi? kalau kak Risty tidak kerja, pasti Kakak akan ikut kalian ke jembatan untuk mencari kak Andrey.” ucap Risty mulai kesal.
sesaat kemudian Ayah Sam pun sudah berada di kamar baru itu untuk sholat isya berjamaah bersama. akhirnya mereka melaksanakan ibadah salat Isya berjamaah dengan khusyuk, yang diimami oleh ayah sam lelaki paruh baya yang hatinya bak malaikat itu.
*****
Igauan Aneh Andreytom.....
malam itu, mereka bertiga menginap di sebuah hotel yang didapatkan oleh Mario siang tadi masih di area sekitar Bar Cafe. di lantai 2 kamar nomor delapan belas . ruang kamar tersebut memiliki tiga ranjang yang terpisah. Mario dan juga Galeh sengaja berada dalam satu ruang kamar dengan gadis tomboy, karena mereka berdua tidak menginginkan sesuatu terjadi pada gadis tomboy itu. Tetapi ruang kamar tersebut memiliki tiga tempat tidur yang terpisah sehingga mereka bisa nyaman beristirahat.
“heh gembel...! kamu mau pergi ke mana? tolong bantu gue dulu untuk mendapatkan tesya! njol... panjoool.” Samar-samar terdengar igauan gadis tombay, membuat Mario juga Galeh yang hampir memejamkan matanya terhenyak dan segera menghampiri ranjang nya.
“ kak... kak Andre, loe kenapa Kak? ngigau ya?” tanya Mario sembari menggerak-gerakkan tangan gadis tomboy yang masih tertidur lelap.
“ Ih.. apaan sih kalian ini ganggu aja? Kepala gue pusing banget nih.” ucap gadis tomboy yang kedua matanya masih terpejam. kemudian perlahan-lahan gadis tombol pun membuka kedua matanya.
“ ngigau.. emang gue ngigau apaan?” tanya gadis tomboy sembari mendudukkan dirinya itu di atas ranjang dan bersandar di dinding ranjang.
“ngigau apa ya... nggak gitu jelas sih, tapi....tunggu tunggu, gue kayak mendengar sesuatu sih.” ucap Mario ragu dengan apa yang didengar.
“ kayaknya gini deh, Heh gembel... Mau kemana loe? Terus apa gitu, kaya' ada nyebut-nyebut Tessa juga sih hehehe.” jawab Galih sembari tertawa kecil.
“ ah kalian ini, pandai sekali lah mengarang cerita!” ujar gadis tomboy sembari memijat-mijat kepalanya.
“ Eh udah jam delapan malam lebih ternyata, pantesan perut gue lapar banget.” tambah gadis tomboy sembari Memegang perutnya.
“ Ya udah kalau gitu kita cari makan yuk.. tapi ingat ya Kak! kita cuma makan malam saja tidak ada acara minum-minum lagi Okey? setelah selesai makan dan kenyang kita cepat kembali kesini. dan elo Kak segera minum obat terus istirahat.” ujar Mario dengan nada memerintah.
“ Oh gitu loe sekarang ya... udah berani merintah gue?” ucap gadis tomboy sembari melempar bantal ke arah Mario yang ada di sampingnya.
“ Ya habisnya lo si Kak nyusahin gue terus... elo nggak ingat Kan tadi gue ngegendong elo lagi? hahaha.” tanya Mario dengan gelak tawa puas.
“ apa? tunggu, tunggu tunggu...! maksudnya elo ngebopong gue lagi nyampe ke hotel ini??! Brengsek loe cunguk.” ucap gadis tomboy kesal.
__ADS_1
Hahahahaha.......
“hahaha... nggak pa-pa ya Rio? kan calon kakak ipar.” tambah Galih dengan candaannya, sehingga membuat kedua mata gadis tomboy membelalak ke arah mereka berdua.
“ calon kakak ipar? Maksud loe apa Leh?” tanya gadis tomboy seperti mengingat sesuatu.
“ masa iya gue harus menjelaskan dari awal sih Kak?” tanya Mario sembari menaruh bantal milik gadis tomboy yang dilemparnya ke arahnya tadi.
“ udah besok aja menjelaskannya keburu demo tuh perut kak andrey hehehe.” Galeh terkekeh.
“ enak aja perut gue doang... emang kalian nggak lapar apa?” ucap gadis tomboy sembari beranjak dari ranjangnya, kemudian melangkah menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya.
setelah selesai merapikan diri masing-masing mereka bertiga pun segera masuk ke lift dan turun ke lantai 1, untuk mencari warung atau kedai makan dekat hotel tersebut.
Mereka sengaja tidak makan di dalam hotel, sebab makanan di dalam hotel sangatlah mahal dan bukan menu kalangan bawahan seperti mereka. sesaat kemudian, mereka mendapat sebuah tempat makan yakni lesehan di pinggir jalan yang tempatnya tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.
Di depan lesehan tersebut terpampang sebuah spanduk yang bertuliskan daftar menu makanan yang tersedia. Salah satu favorit makanan mereka adalah nasi goreng untuk gadis tomboy juga penyetan Bebek untuk Mario sedangkan penyetan ayam untuk Galeh. Dan semua itu komplit dengan sambal juga lalapan.
Gadis tomboy segera memesan menu yang sudah tersedia dan juga tidak lupa Tiga gelas besar teh hangat. sedangkan Mario juga Galih mencari tempat duduk untuk mereka bertiga. selang beberapa saat menu makanan yang mereka pesan sudah di antarkan ke meja mereka oleh salah satu pekerja lesehan tersebut.
Lima belas menit sudah mereka menyantap makan malam penuh dengan kenikmatan itu yang berakhir dengan rasa kenyang yang hakiki. Setelah membayar seluruh santapan nya, mereka pun segera berlalu dari lesehan tersebut dan kembali ke hotel untuk istirahat.
Sesampainya mereka di hotel Mario pamit untuk mandi sedangkan Galeh langsung menyalakan televisi sembari menunggu Mario selesai mandi. Sementara itu, andreytom gelisah seperti orang yang tidak tenang mondar-mandir kesana-kemari sehingga membuat galeh heran . sebelum Mario keluar dari kamar mandi gadis tomboy minta izin untuk turun ke lobi mencari angin segar.
Sesampainya di lobby bawah gadis tomboy segera menuju Bar Cafe guna untuk menunggu Abang misterius yang pernah memberinya obat aneh di bar tersebut sehingga membuat dirinya kecanduan. satu jam lebih gadis tomboy berada di dalam bar tersebut, tetapi Abang misterius itu belum kunjung datang. Tubuh gadis tomboy mulai mengigil, selain efek Bar Cafe yang ber AC Gadis Tomboy sudah benar-benar kecanduan obat terlarang yang membuat dirinya semakin tidak waras. Di dalam kegelisahan nya Tiba-Tiba......
“kamu menunggu bungkusan ini kan?” suara Lelaki misterius itu terdengar dari arah belakang gadis tomboy yang sangat jelas terdengar di telingganya. gadis tomboy terhenyak....
“ I iya bang... saya butuh bungkusan itu!” ucap gadis tomboy dengan suara yang mulai bergetar.
“bisa saja... tapi kali ini, kamu tidak akan mendapatkan secara gratis!” tutur Lelaki misterius yang sudah duduk di hadapan gadis tomboy. kali ini is datang sendiri.
“maksud abang saya harus bayar? okey nggak pa-pa bang.... berapa harus saya bayar?” tanya gadis tomboy yang hendak mengeluarkan dompet nya dari saku celana jeans yang entah sudah berapa hari di pakainya. tetapi Lelaki misterius itu menolaknya.
“saya tidak butuh uang kamu, tetapi.......
BERSAMBUNG ☆☆☆
__ADS_1