
KEJUTAN DI ULANG TAHUN RISTY !
...Part Dua...
setelah menempuh waktu hampir tiga jam, akhirnya Mario serta Galeh sampai di ruli Bengkong indah rumah kediaman Ayah Sam.
Sementara itu di dalam rumah Ayah sam, pesta kecil ulang tahun Risty yang hampir selesai sedang berlangsung. kebahagiaan terpancar di wajah mereka masing-masing terutama Risty. Ia sangat bahagia karena ulang tahun kali ini di rayakan bersama anak-anak tangguh yang dulu sempat dibencinya.
mungkin hanya satu yang berbeda, kali ini kakak kandung yang selalu ada di saat ulang tahunnya nya kini telah menghilang hampir satu bulan lebih tidak ada kabar. dan satu lagi orang yang sangat diidolakan yang sudah mengisi kekosongan hatinya juga tidak kunjung datang bahkan juga tidak pernah memberi kabar.
“hehehe, inok.... muka Inok lucu banget. Tengok nih, hidung kayak badut cemong-cemong gini hahaha.” ujar Daniel tertawa bahagia karena berhasil menggoda Nayla dengan menaruh cream kue di hidungnya.
“ Ih apaan sih Mas Daniel... ini makanan tidak boleh buat mainan!” besarkan Nayla la cemberut sembari mengoleskan kembali sedikit cream kue ke pipi Daniel.
“ hahaha Inok bisa ngelawak ya? jahil banget sih, malah Ini kau sendiri juga ngasih krim ke pipi Daniel.” timpa Fajar yang sedang asyik memakan nasi kuning.
“ gimana anak-anak Apakah kalian juga ikut bahagia di hari kebahagiaan Kak Risty ini?” tanya Ayah Sam yang semakin hari semakin kurus dengan mata berbinar.
di tengah-tengah kebahagiaan mereka k tiba-tiba muncul dua sosok berpakaian bersih dan rapi yang sudah berada di di depan pintu ruang tamu yang memang tidak ditutup itu. sosok yang tidak asing bagian dari keluarga Ayah sam yang sudah dianggap seperti anak sendiri.
“Asalamu'allaikum.” suara kedua sosok itu serempak berbarengan, yang sontak saja membuat mereka semua terkejut, setelah menoleh dan melihat siapa yang berada di tengah pintu tersebut.
“ Bang Galeh, Bang Mario, kalian...??! beneran ini kalian? Ya ampun kalian ini tega banget ya menghilang nggak pernah ngasih kabar ar serasa tenggelam di telan bumi.” ujar Tesya yang buru-buru menghampiri mereka berdua dan memukul kecil dengan Mario.
“ Aduh sakit tahu Sya hehehe... iya iya maaf. dua minggu terakhir ini kami pulang ke Makassar ke kampung halaman Galeh.
“ pulang ke kampung halaman Bang Galeh di Makassar? terus Kak Andrey mana?” tanya Risty sambil memandang Mario yang sudah berada di tengah-tengah mereka.
“ Kak Andrey ada di kos-kosan Galeh kok dek Risty, tadi waktu kami mau ke sini dia masih tidur. tapi pagi-pagi kak Andrey berpesan agar kami berangkat kesini duluan. dan mungkin agak maleman dia akan menyusul.” terang Mario berbohong.
Risty sedikit tersenyum kepada Mario dengan wajah tersipu malu saat Mario memberikan dirinya bungkusan kado, tetapi ia berusaha menyembunyikan nya. terpancar di kedua mata Risty, bahwa ia sangat merindukan sosok tampan yang selalu menghiasi hari-harinya itu, karena Risty sangat mendambakan Mario, akan tetapi Risty tidak tahu apakah perasaannya itu akan berbalas di moment ulang tahunnya hari ini.
“ Nak Galeh dan nak Mario, lain kali kasih kabar sama Kami jika kalian itu mau pergi ke luar kota Batam biar kami ini tidak khawatir.” tutur Ayah Sam Yang sepertinya sudah mulai kelelahan.
“ Iya Ayah, maafkan kami karena waktu itu kami sangat buru-buru dan, tidak sempat memberi kabar kepada ayah dan semuanya.” jawab Galih dengan drama kebohongan yang tidak kalah hebatnya dengan Mario.
__ADS_1
Waktu terus beranjak. Senja Sore telah tengelam, di dasar cakrawa yang sudah mulai gelap. Ayah Sam pamit untuk Membersihkan diri dan bersiap untuk sholat magrib berjama'ah. beliau pun berpesan kepada anak-anak nya itu agar segera menggakhiri pestanya, karena waktu magrib akan segera tiba.
Akhirnya satu persatu dari mereka pun beranjak meninggal kan ruang tamu dan bergegas menuju kamar mandi bergantian untuk Membersihkan diri. dan tinggalah Risty dan Mario.
“selamat ulang tahun yang ke-19 ya dek Risty. Maaf Kalau Abang Sangat terlambat dateng nya.” ujar Mario yang berjalan mendekati Risty.
Seketika Risty menjadi salah tingkah. Dengan senyum semanis mungkin, Risty menjawab....
“iya bang nggak pa-pa. abang udah dateng aja Risty udah seneng banget kok.“
Mario semakin mendekatkan dirinya dan seketika meraih tangan Risty, membuat jantung Risty berdebar seperti pertama kali dirinya berada di dada Mario dengan posisi berdiri saat mereka bertabrakan di pintu ruang dapur kala itu.
“dek Risty ada yang mau Abang sampaikan sama kamu, bahwa Abang.... A... Abang.....
Allahuakbar, Allahuakbar........
belum selesai Mario hendak mengungkapkan isi hatinya kepada Risty, terdengar suara kumandang adzan maghrib dari masjid Ujung Ruli tersebut. tanpa dipinta, kemudian Mario pun melepaskan tangan Risty yang digenggamnya erat. Mario pun bergegas menuju belakang untuk mengambil air wudhu, dengan hati sedikit kecewa tetapi Mario masih bisa tersenyum.
Lima belas menit kemudian mereka semua pun telah selesai menjalankan ibadah sholat Maghrib berjamaah dengan khusyuk.
Ayah sam kembali ke kamarnya untuk membaca Alquran. sedangkan Tasya beranjak menuju ruang santai untuk mengajari Naylla dan Laely belajar. sedangkan Daniel Tegar Fajar juga Radit masih berada di kamar untuk belajar di meja belajar yang sudah disediakan oleh Ayah sam.dan kali ini mereka minta di ajari oleh Galeh.
“ dek Risty, Bolehkah abang minta waktunya sebentar? Abang mau menyelesaikan ucapan abang tadi yang sempet terhenti karena ada adzan maghrib.” pinta Mario memberanikan diri.
“ boleh Bang, kita ngobrol nya di ruang tamu aja ya.” jawab Risti yang kemudian berjalan menuju ruang tamu dan diikuti oleh Mario.
sesampainya di ruang tamu....
“ silakan... Abang mau ngomong apa tadi.” ujar Risty yang hendak mendudukkan dirinya di sebuah kursi ruang tamu tersebut. tetapi dengan cepat Mario meraih pergelangan tangan Resti itu.
seketika saja mereka sudah bertatap muka.
“ Dek Risty... karena udah jadi niat Abang untuk mengungkapkan perasaan ini kepada dek Risty sejak dulu, maka Abang menunggu momen seperti ini. Semoga dek Risty peka dan bisa merasakannya.” ujar Mario sangat puitis.
Risty yang tidak berani menatap kedua mata Mario pun berkata...
__ADS_1
“ Abang mau ngomong apa? atau Abang mau nanya apa, pasti Risty siap kok menjawabnya bang.
perlahan-lahan Mario mengangkat tangan Risty yang sudah di genggamnya sangat erat itu. kemudian dengan lembut Mario mencium tangan tersebut membuat Risty gemetaran.
“ Dek Risty, Abang mencintaimu! apa dek Risty mau menerima Abang sebagai pacar Dek Risty?”
jauh dilubuk hati Risty yang paling dalam, dirinya sangat bahagia karena momen itulah yang sangat ditunggu-tunggu olehnya. ungkapan kata cinta dari Mario laki-laki pujaannya itu.
perlahan-lahan Risty mengangkat wajahnya. kemudian tangan kirinya diangkat dan ditaruhnya di pipi Mario, membuat Mario tersenyum bahagia.
“ Terima kasih Abang sudah sudi mencintai Risty. dan Risty juga sayang sama Abang kok.” jawab Risti lega.
entah dorongan Apa yang membuat Risty secepat kilat mencium pipi Mario dengan lembut sehingga membuat Mario reflek mencium kening Risty.
Kemudian mereka pun berpelukan bahagia.
Dua insan yang dimabuk asmara itu tidak menyadari, kalau kebahagiannya sedang diintai oleh dua pasang mata dari balik gorden sedari tadi. mereka adalah Galeh dan Tesya. mereka berdua hanya tersenyum kecil dan saling menggelengkan kepala melihat kebahagiaan Mario dan Risty.
***
kontrakan Galeh....
gadis tomboy yang sedang menyantap makan malam mie goreng telur ceplok favoritnya itu, menaruhnya secara kasar di lantai. karena dirinya geram dengan ulah Putri bos mafia yang berisik menurutnya. gadis tomboy yang sengaja melepas ikatan tangan juga kaki Crastira memberi ancaman akan menyakitinya jika Ia tidak menurut dengan apa yang di diucapkan oleh gadis tomboy itu.
“Loe bisa tenang nggak sih?! Gue lagi makan kenapa berisik gitu? gue udah mencoba berbuat baik sama elo, tapi kenapa elo membuat gue emosi?!” pekik lirih gadis tomboy sembari menarik pelan rambut Crastira yang panjang itu dan memutar wajah Crastira menghadap wajahnya.
dipandangnya tajam wajah munggil Crastira. Gadis tomboy terhenyak, karena wajah Crastira sangat mirip dengan wajah Tesya.
“ aku mohon pulangkan aku ke rumah Papi. aku akan menyu.......
entah apa yang membuat gadis tomboy berpikiran bahwa yang ada di hadapannya itu adalah Tesya. di bawah alam kesadarannya, dengan lembut gadis tomboy ******* bibir milik Crastira, sampai-sampai membuat nafas Crastira tersengal. karena tidak ingin membuat Crastira kehabisan nafas, gadis tomboy segera melepaskan ******* itu dan mendudukan tubuh Crastira dibangku kamar kosan tersebut dengan pelan.
“ maaf maaf... sorry! aaah Sudahlah....sebaiknya elo makan aja dan nggak usah minta atau memohon ke gue yang aneh-aneh!” ujar gadis tomboy yang kemudian keluar dari kamar kos-kosan dan Mengunci pintu itu dari luar.
...Hening.......
__ADS_1
meski ditinggal keluar oleh gadis tomboy, Crastira tidak bisa berkata apa-apa. ia hanya terdiam membisu, lalu kedua tangannya meraba bibirnya yang di cium mesra dan lembut oleh gadis tomboy, yang tidak pernah ia rasakan dari suami yang tidak pernah dicintainya itu. karena pernikahan mereka Perjodohan antara orang tua yang dikaitkan dengan bisnis mereka.
BERSAMBUNG ☆☆☆