
AYAH SAM JATUH SAKIT !!!
Sholat Dzuhur Berjama'ah....
Setelah membersihkan diri masing-masing mereka bergegas menuju kamar ayah sam untuk sholat berjama'ah....
“kalau begitu kami pulang kerumah dulu ya yah, nanti sekitar jam dua atau tiga, kami balik lagi kesini untuk mengangkut barang-barang yang di halaman depan ke tempat pemulungan.” ujar bang sagol dengan logat batak nya itu dari balik pintu kamar ayah sam.
ayah sam yang sudah bersiap menjadi imam sholat Dzuhur untuk anak-anak itu pun menjawab...
“kalian sebaiknya makan siang dulu sana di dapur, nak tesya sudah masak untuk kita makan siang sebelum kalian pulang untuk istirahat.”
“mboten usah ayah... ndak pa-pa, kami makan siang di kontrakan saja.“ tambah mas reza sangat sopan dengan logat jawa kental.
“sudah, sudah... tidak usah sungkan seperti itu.
kalian cepat pergi dapur, makan lauk seadanya terus pulang istirahat.” titah ayah sam kembali.
Mereka berdua tidak bisa menolak tawaran ayah sam meski sebenarnya mereka malu. karena kebaikan ayah sam selama ini dirasa sangat cukup. Akhirnya mereka berdua meniggalkan kamar ayah sam dan berjalan menuju dapur untuk makan siang, sebagai tanda penghormatan atas tawaran ayah sam.
Dan ayah sam pun segera menjalankan ibadah sholat dzuhur berjama'ah sebagai imam dari ke tujuh putra-putri angkatnya itu.
Empat rakaat telah terselesaikan dengan khusuk. setelah selesai berdo'a, mereka pun mencium punggung tangan ayah sam satu persatu, lalu pamit keluar kamar untuk menyantap menu makan siang yang sudah di siapkan tesya di bantu naylla dan laely.
Sementara itu, ayah sam masih terduduk bersila di atas sajadah besar yang kelihatan masih baru, ya hadiah dari putri pertama nya yakni gadis tomboy adreytom! hadiah itu di berikannya waktu father's day tahun lalu.
Saat ini ayah sam merasa putri pertama nya itu jarang pulang juga ngobrol dan juga tak pernah sholat berjama'ah lagi.
Ayah sam termenung sejenak, beliau teringat ketika gadis tomboy juga risty masih seumuran naylla dan laely...
“ayo kak buruan pakai mukenanya, keburu habis waktunya magrib.” ucap risty kecil kala itu.
bukan nya memakai mukena, adreytom kecil malah mengambil salah satu peci punya ayah sam yang terletak di atas meja tempat mukena dan alquran berada....
Ayah sam yang selesai wudhu terkekeh melihat tinggah lucu putri kecilnya itu...
“ayah...aku nggak mau pakai mukena yah, panas ribet, berkeringat semua habis sholat.” ujar gadis tomboy kecil yang sudah memakai peci milik ayah sam.
“tidak boleh nak, sudah kodratnya anak perempuan itu memakai mukena nak kalau sholat, dan peci untuk anak Laki-Laki.” tutur ayah sam.
“mari segera kita tunaikan waktu magrib sebelum berganti fardhu isya.” tambah ayah sam.
TookTokTooook....!!
*Lamunan ayah sam terbuyarkan seketika, kala pintu kamarnya di ketuk dari luar*...
“iya masuk saja, tidak ayah kunci pintunya.” jawab ayah sam yang segera bangkit dari tempat duduk dan melipat sajadahnya.
Kreeeeek........
Suara pintu terbuka, ternyata.....
__ADS_1
“Asalamu' allaikum ayah.” ucap salam dari risty yang kemudian mendekat ke arah ayah sam, lalu mencium punggung tangan ayah nya itu.
“wa'allaikum salam nak, kamu sudah pulang dari tempat bos kamu? ayah merindukanmu nak.”
Dengan lembut ayah sam membelai rambut putri kedua nya itu dan memeluk nya penuh hangat...
“iya ayah dan untuk tiga hari kedepan risty di kasih cuti selama tiga hari, oh ya ...ayah sudah makan?” tanya risty yang kemudian menduduk kan diri nya di samping ayah sam yang sudah duduk terlebih dahulu disamping ranjang.
“alhamdulillah nak bos kamu iyo baik sekali. belum nak, ayah baru selesai sholat Dzuhur berjama'ah. kamu sudah dzuhuran nak?” tanya ayah sam yang menatap kosong ke arah luar jendela.
“iya ayah alhamdulillah banget. maaf ayah, hari ini risty halangan untuk sholat.
oh ya yah... di depan kok banyak barang-barang dari gudang yah, memangnya ayah lagi beresin gudang ya?” jawab risty sekaligus bertanya perihal barang-barang gudang yang di keluarkan. dan ayah sam faham yang di maksud oleh risty.
“iya tidak apa-apa nak, itu memang sudah menjadi? kodrat seorang perempuan berhalangan setiap bulan nya. iya tadipagi di bantu anak-anak... rencananya buat kamar mereka.” tutur ayah sam.
“kamar buat anak-anak yah? kita makan bareng yuk ayah kangen banget makan bareng sama ayah. kakak kemana yah?” tanya risty sembari menoleh kepergelangan tangan kirinya. jam tangan allegan menunjukan pukul satu siang.
“iya kamar buat mereka. kasian mereka tidak punya kamar. kamu makan duluan saja nak, nanti kalau sudah terasa lapar ayah pergi makan. ayah mau istirahat siang dulu.” ucap ayah sam sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang sederhana yang cukup besar itu.
“ya sudah ayah istirahat saja, kalau gitu risty makan siang dulu ya yah.” ujar risty sedikit kecewa karena tidak bisa makan siang dengan ayah nya. tetapi gimana lagi, sepertinya ayah sam memang sangat kelelahan hari ini dan juga pikirannya sedang tidak menentu.
Sangking lelahnya, setelah risty keluar dari kamar ayah sam, beberapa saat ayah sam sudah tertidur dengan pulas...
*****
Risty dan tesya mengajari naylla sama laely naik sepeda......
Setelah selesai makan siang, Risty menuju ruang santai.
di rebahkanya tubuh kecil nya itu di ranjang sebelah lemari pakaian.
lambat laun matanya mulai tertutup dan akhirnya risty tertidur.
Siang beranjak sore...
satu persatu dari anak-anak Tangguh itu mulai terbangun.
“cepet banget sih udah jam tiga sore.” gumam daniel sembari menggangkat tubuh nya dari tilam yang tergelar di ruang santai tepatnya di depan televisi itu, lalu mendudukan nya di sebuah kursi pendek yang terletak di pojok ruangan.
“mas daniel inok mau belajar naik sepeda kecil yang tadi siang itu.” pinta naylla.
“yuk kakak ajarin.“ sela tesya yang sudah beranjak dari tempat baringnya di sebelah naylla.
“beneran kak? mau kak.... inok belum pernah naik sepeda kecil itu.” girang naylla bahagia.
“ely juga mau kak.” timpa laely yang tak mau kalah dengan naylla.
“yuk ely sama kak risty dan inok sama kak tesya.” sergah risty yang tiba-tiba sudah berada di depan pintu ruang santai itu.
“kak risty??” terbelalak kedua mata daniel yang sedari tadi sayup-sayup hampir terpejam kembali mendengar suara lembut risty.
Entah serbuk apa yang sudah menjalar di kepala risty, sehingga akhir-akhir ini ia lebih bijak dalam bertutur sapa dan tindakan terhadap mereka!
__ADS_1
“kak risty mau mengajari ely naik sepeda? yeeeeeee..... terima kasih kak, ely mau banget.” jawab ely tak kalah girang dengan laely.
“ya sudah, kita kehalaman depan yuk, kita tenggok sepeda kecilnya masih bisa di pake atau enggak.” jawab tesya yang kemudian melenggang keluar dari ruang santai, dan jalan kedepan sambil mengandeng pergelangan tangan naylla.
Sementara itu Daniel, Tegar, Fajar, juga radit mereka memilih untuk tidak ikut kehalaman depan karena mereka lebih seru menonton kartun yang jadi favorit mereka semenjak tinggal di rumah ayah sam.
“mas reza... tolong kesini bentar!” seru risty kepada salah satu pegawaI ayahnya itu.
“iya mbak risty... ada yang bisa tak bantu?” tanya si mas reza degan logat jawa tulennya itu.
“coba donk mas bantu cek nih sepeda, rusak nya di mana?” ujar risty sembari menunjuk kearah dua sepeda kecil yang di pegang naylla sama laely.
“ooh iya baik mbak, coba tak cek e dulu.” jawab si mas reza itu sambil jongkok dan kemudian di perhatikan nya sepeda kecil itu.
“ini mbak risty... ban nya kempes, minta di pumpa.” lanjut mas reza.
Akhirnya berkat bantuan si mamas reza itu, sepeda kecil punya risty dan gadis tomboy tiga belas tahun yang lalu itu sudah bisa di naiki naylla dan juga laely.
“kak inok takut jatuh.” ujar naylla dengan wajah tegang.
“nggak pa-pa nok, ini kan kak tesya pegangin . sinok pegangin kedua stang dan kayuh pedal nya terus pandangan lurus ke depan.” instruksi tesya.
“nok.... tenggok ely, bisa mengayuh nih!“ seru laely sambil terus mengayuh yang di bantu oleh risty.
Kebahagiaan yang sangat sederhana, dan mungkin belum pernah naylla dan laely rasakan sebelumnya.
Matahari mulai menyingsingkan Sinar nya, Senja Jinga mulai menghiasi Cakrawala, pertanda Gelap pun tiba.
Akakhirnya mereka pun mensudahi belajar naik sepeda nya, dan segera masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri masing-masing.
*****
Ayaaaah...........
“kok tumben mau magrib gini ayah belum keluar kamar ya niel? dan aneh nya tadi, waktu kita mau sholat ashar berjama'ah ayah nggak menyaut salam kita.” ujar fajar heran sambil menyisir rambutnya yang sedikit basah terkena air saat mandi.
“iya ya jar... kok ada yang aneh.” tambah daniel juga merasakan hal yang sama dengan fajar.
“sebaiknya kita lihat lagi ayah di kamarnya niel... takut ayah kenapa-napa.” kekawtiran tegar membuat mereka melangkahkan kaki nya keluar dari ruang santai dan menuju kamar ayah sam.
*Sesaat kemudian mereka ber-empat sampai di depan pintu kamar ayah.....
Setelah di ketuk beberapa kali tidah ada jawaban dari ayah sam, mereka pun dengan terpaksa membuka pintu kamar ayah sam*.
Kreeeeeeek.....
“asalamu'allaikum ayah.” ucap Salam daniel sambil mendekati keranjang ayah sam.
“niel kenapa ayah diem aja niel?” tanya fajar Panik.
“kalian jaga ayah di sini, biar aku panggil kak risty sama kak tesya!” ucap daniel begegas keluar dari kamar.
Sesaat kemudian, mereka sampai di kamar ayah sam dan segera masuk kedalam kamar.
__ADS_1
“ayaaaah....!” seru risty
BERSAMBUNG ☆☆☆