
Kukuruyuuuuuk !
Suara kokok ayam jantan begitu lantang terdengar, pertanda pagi pun datang !
Satu persatu dari mereka mulai membuka matanya
Kecuali laely dan naylla, mereka harus di banggunkan terlebih dahulu baru bangun
“waduh kesiangan nih mau masak nasi buat bekal makan siang udah jam enam lagi, tumben nggak denger suara uwak berisik di dapur.” gumam daniel sembari bangun dan menuju kamar mandi.
“kamu sama daniel jadi bantuin di kebun sayur tempat abang tohun kerja gar.” tanya fajar yang mulai mengucek ngucek kedua mata nya.
“jadilah.” jawab tegar singkat.
“gimana keadaan uwak ya? kok tumben jam segini belum bangun.”? gumam fajar sembari bangun dan menuju kamar uwak.
“sinok, ely... bangun udah pagi. uwak, gimana keadaan uwak apa sudah membaik.”? ucap fajar sambil memegang tubuh uwak.
“loh kok tubuh uwak dingin banget.”? gumam fajar sambil berlalu dari kamar bermaksud memanggil yang lain karena ada yang janggal sama uwak.
“niel niel niel, sini! gar sini cepetan!” lirih fajar dengan nada panik.
“apaan sih jar, bukannya cepetan mandi udah siang ini, aku hari ini sama tegar harus nyampek jembatan jam delapan pagi ka......
“sssstttttttt!” stop fajar sambil menaruh jari telunjuk di mulut nya dan balik lagi kekamar uwak yang kemudian di ikuti daniel tegar dan radit.
“ada apa? kok kalian masuk sini semua, sinok sama ely udah bangun kok.”? tanya naylla terbata bata.
“ssssttttttt.... entar dulu nok. niel sini ini kenapa badan uwak dingin banget dan tadi aku bangunin uwak sambil aku goncang - goncang tubuh nya nggak bangun - bangun.” ujar fajar semakin panik.
“masa sih jar? coba sini biar aku aja yg bangunin uwak.” sergah daniel yang mulai ikut panik.
__ADS_1
“wak, uwak... bangun wak, aku sudah bikin sarapan. uwak sarapan dan minum obat dulu biar cepet sembuh.” ucap daniel sembari mengguncang kan tubuh uwak pelan.
Daniel mulai ikut panik karena tidak ada respon dari uwak yang tubuh nya semakin dingin.
Dan sekali lagi daniel mengulang mengguncang tubuh uwak sambil terus memanggil manggil uwak, tetapi respon uwak tetap sama, tidak bergerak sama sekali !
“mas daniel uwak kenapa.”? tanya naylla yang mulai ikut panik.
“wak bangun wak,,,, uwak kenapa wak? kenapa uwak diem aja.”? panik naylla histeris.
“jangan diem aja dit , gar bantu bangunin uwak.” ujar laely yang tak kalah panik nya dengan naylla.
“cari bantuan niel!” suruh tegar yang juga Panik.
Daniel pun bergegas mencari bantuan dengan datang kerumah pak RT. namun psk RT sedang tidak ada di rumah, anak pak RT bilang beliau sedang keluar sebentar.
Kemudian daniel pun mendatanggi rumah bude janah.
Terdengar dari luar tangisan histeris !
“niel uwak kenapa, kami udah bangunin dari tadi tapi uwak tetep diem nggak mau bergerak sama sekali.”? isak fajar.
“bude bantuin bangunin uwak, bude tolong.” isak tanggis naylla semakin kencang.
“innalilahi wainnalillahi rojiun.” ucap bude janah yang memegang denyut nadi uwak.
“bude, uwak kenapa bude, bude bicara apa barusan.” histeris daniel.
“sabar ya anak-anak kalian yang tenang, uwak kalian sudah di ambil sama allah swt. uwak kalian sudah meninggal dunia.” tutur bude janah yang mencoba menenangkan mereka.
Tok took took !
__ADS_1
Terdengar pintu di ketuk.
Dengan hati yang hancur dan mata yang sembab daniel keluar kamar untuk membukakan pintu.
Setelah pintu terbuka ternyata pak RT dan dua orang warga pemukiman yang datang.
“silahkan masuk pak, bu.” ucap daniel lirih.
“pak RT tolong banggunkan uwak kami pak tolong, uwak harus di bawa ke klinik lagi biar bisa bangun kayak semalem, nggak pa-pa kami yang cari uang untuk biaya uwak asal uwak sembuh. tolong bude, pak RT bawa uwak kami ke klinik biar bangun lagi.” ucap fajar terbata-bata karena isakan nya.
“ayo pak RT jangan diem saja, bawa uwak ke klinik biar bangun.” ucap naylla dengan tangisan kepiluan.
“uwak bangun waaaak... ely sama radit nggak malu lagi untuk minta-minta di jembatan membantu uwak, iya kan dit.”? tanya laely sesunggukan sambil terus mengerak-ngerakan tubuh uwak nya.
“iya wak bener kata ely, beta su tak malu lagi minta-minta di jembatan. ayo uwak bangun, buka mata uwak." ujar radit sambil terus mengerak-ngerakan tubuh uwak.
“Sudah anak-anak, sudah ya kalian ikut kerumah bude janah saja, biar uwak kalian pak RT yang mengurus nya.” tutur bude janah.
“tidak bude, sinok sama ely mau ikut ke klinik sama pak RT kayak kemaren. sinok mau menjaga uwak sampai uwak membuka mata nya.” ucap naylla yang masih dengan air mata berlinang.
“sinok, ely juga kalian anak-anak yang sangat menyayangi uwak. uwak kalian sudah tidak bisa di bawa ke klinik lagi, karena uwak kalian sudah pergi untuk selama-lamanya meninggal kan kita semua. kalian semua yang ihklas ya biar uwak kalian mendapatkan jalan terang menuju surga tuhan.” tutur bude janah menjelaskan panjang lebar sehingga mereka harus mengihklaskan uwak untuk pergi selama-lamanya.
***Dengan duka lara dan kepedihan yang mendalam atas meninggalnya seorang uwak orang yang sangat berjasa dalam hidup mereka, terpaksa mereka pun ikut bude janah kerumah nya mungkin untuk sementara waktu sampai sesi pemakaman uwak selesai.
Semenjak mereka ditelantarkan orang tua mereka masing-masing, hanya sosok uwak lah yang mereka kenal dan mereka punya juga yang peduli akan hidup mereka.
Mereka bekerja di usia yang semestinya mereka duduk di bangku sekolahan bukan semata-mata paksaan dari uwak , tetapi kepekaan yang sudah di tanamkan uwak sejak mereka tinggal dan hidup sama uwak empat tahun yang lalu.
Semasa uwak masih hidup dulu uwak selalu menasehati mereka di sela mereka kumpul bersama “pulau batam pulau pelarian yang penduduknya dari berbagai daerah, kota bahkan pulau dan berbeda suku juga adat. jika suatu saat nanti uwak sudah tiada semoga ada orang kaya yang mau merawat membesarkan bahkan mau membiayai pendidikan kalian atau menyekolahkan kalian sehingga kalian menjadi anak-anak yang punya masa depan dan tidak perlu ngamen, mulung bahkan ngemis.”
Mungkin pada waktu itu mereka belum paham apa artinya tiada !
__ADS_1
BERSAMBUNG☆☆☆***