MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 68


__ADS_3

LULUHNYA HATI SEORANG ANDREYTOM !


Waktu makan malam pun telah tiba. setelah menjalankan ibadah sholat magrib berjama'ah satu persatu dari anak-anak Tangguh itu beringsut menuju ke ruang dapur, yang kemudian di susul oleh ayah Sam, Gadis tomboy, Tesya, Risty juga Mario dan Galeh.


“eeemh... kalau dari aromanya, ini pasti nasi goreng!” seru fajar sesampainya di ruang dapur sembari membuka tudung saji.


“waaah fajar hebat!” puji Naylla.


“tajem banget sih Jar indra pinciuman kau? seperti hidung kucing. hahahaha.....” sergah Radit


hahahahaha.....


“kau ini ada-ada aja dit, udah pada cuci tangan belum? tanya daniel yang sudah mencuci tangan nya terlebih dahulu.


“yang tidak suka makan nasi goreng, ayah sudah masakkan opor ayam juga tumis kangkung buat kalian.” tutur ayah sam .


“waah kesukaan aku banget tuh tumis kangkung nya ayah!” seru gadis tomboy kegirangan.


“iya... ayah hafal, pasti sama telur ceplok dua butir kan nak.” ucap ayah yang sudah duduk di depan meja makan tersebut.


Setelah mencuci tangan masing-masing, mereka pun segera duduk di kursi meja makan berdampingan dengan Ayah Sam.


“ ayo anak-anak makan yang kenyang ya biar kalian giat belajarnya dan nyenyak tidurnya.”


“ baik ayah !


jawab mereka serempak.


“belajar?” tanya gadis tomboy sedikit heran sembari menyantap telur ceplok buatan Ayah Sam.


“ Iya Kak, Ayah telah menyekolahkan kami semua.” jawab Daniel sembari menyendokkan nasi goreng ke mulutnya.


“ Alhamdulillah, ikut senang kakak mendengarnya.” ucap gadis tomboy yang sudah menghabiskan telur ceplok buatan Ayah Sam.


“ Kok tumben opor ayam nya enggak ada rasa Ayah?” tanya Risty.


“iya Risty, kan tekanan darah ayah kemarin pas di cek ke dokter agak tinggi. dan dokter menyarankan agar menggurangi makanan yang terlalu asin.” jawab Tesya menjelaskan.


“tumben loe doyan asin dek, eehm jangan-jangan leo minta kawin ya hahahaha.”


hahahahaha .....


“iih apaan sih loe kak.” jawab Risty tersipu malu sembari melirik Mario yang duduk di samping ayah Sam.


“huusss.... ada anak-anak juga, loe tuh sembarangan aja kalau ngomong kak hehehehe.” bela Mario.


Sementara itu, tesya merasa dirinya asing di mata gadis tomboy saat ini. dari awal kembali nya lagi gadis tomboy kerumah ayah Sam, gadis tomboy tidak menyapa bahkan sekedar melihat dirinya sebentar saja ia pun sudah tak sudi. Hati tesya sakit, pilu nyesak. kesalah Fahaman yang berkepanjangan penyebab semuanya. tetapi apalah daya Tesya yang hanya bisa menjerit dalam hati.


Makan malam pun telah selesai!

__ADS_1


Selesai sholat isya, gadis tomboy yang teringat akan keadaan Crastira yang di tinggal nya sendiri di penginapan, mengajak Mario juga Galeh ikut dengan nya.


“ayah, aku pamit dulu ya. ada yang harus aku selesaikan. nanti aku balik lagi kok.” pamit gadis tomboy kepada ayah Sam yang tengah duduk di kursi ruang tamu.


“iya nak. hati-hati kalian, jangan lama-lama perginya ya? sering-seringlah pulang.” tutur ayah Sam.


“iya ayah aku pergi dulu.” setelah mencium punggung tangan ayah Sam gadis tomboy pun keluar dari ruang tamu.


“pamit dulu ya Ayah!” susul mario.


“asalamu'allaikum ayah!” tambah Galeh.


Akhirnya mereka bertiga pun meninggalkan rumah Ayah Sam. Tetapi baru saja mereka melangkahkan kaki sampai di halaman rumah.....


“kak Andrey.... tunggu kak!” seru tesya dari balik pintu.


Gadis tomboy menghentikan langkahnya tanpa menjawab sepatah katapun....


“kak, kenapa telepon kakak tidak bisa di hubungi?” tanya tesya memberanikan diri meski hati sangat tersakiti.


“udah nggak aktif!” jawab gadis tomboy masih dengan posisi membelakangi Tesya.


“kak aku......


“udah masuk sana! temani anak-anak belajar, habis itu istirahat lah udah malem. gue nggak banyak waktu masih ada keperluan!” jawab gadis tomboy kemudian berlalu dari hadapan Tesya.


Kali ini hati Tesya benar-benar sangat hancur dengan sikap gadis tomboy yang tidak sudi menatanya lagi itu.


...Crastira pingsan !...


Sesampainya mereka di penginapan....


“yaelah, ternyata cuman di sini loe nginep nya kak?” tanya Mario.


“ya nggak mungkin juga kan tuh anak mafia gue bawa pulang ke rumah ayah? makanya ya udah yang deket ama rumah ayah aja.” jawab gadis tomboy yang sudah berjalan menuju meja resepsionis .


“ya udah kalian daftar identitas kalian dulu di sini, gue mau kekamar dulu!” tambah gadis tomboy kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua.


“eeeh kak, kak andrey.... main nylonong aja. kamar elo nomer berapa?” tanya Mario sedikit teriak.


“samperin rio, teriak-teriak macem di hutan aja.” tegur Galeh.


“udah biarin aja, mendingan kita daftarin identitas kita aja biar cepet dapet kamar, terus istirahat.


……


Sementara itu, gadis tomboy yang tidak langsung menuju ruang kamarnya, berjalan menuju ke tempat pedagang kaki lima di ujung penginapan, untuk membelikan Crastira makanan.


Entah kenapa Seorang Andreytom yang awalnya begitu membenci Crastira, istri dari orang yang sudah melenyapkan nyawa sahabat nya itu, tiba-tiba menjadi peduli dan perhatian.

__ADS_1


“Bang Martabak Telur satu porsi ya dan Martabak Manis juga satu porsi.” pesan Gadis Tomboy.


“Baik dek, antri sebentar ya? total Dua Belas Ribu dek.” ujar si abang tukang Martabak itu.


Setelah memesan satu porsi Martabak Telur dan membayar makanan untuk Crastira, Gadis tomboy pun menunggu beberapa saat sampai makanan tersebut selesai di buat.


Di Ruang Kamar Penginapan.....


Crastira yang baru saja bangun dari tidur nya membuka matanya pelan-pelan, Crastira terhenyak. ia melihat sekeliling ruangan itu remang-remang, hanya berhias lampu meja di samping ranjang tempat tidur nya. Crastira mulai beranjak dari ranjang tersebut, tetapi ia merasa kepala nya sangat berat dan matanya mulai berkunang-kunang.


Crastira terjatuh kelantai dan akhirnya pingsan di samping ranjang tempat tidur itu!


Gadis Tomboy yang sudah selesai membeli makanan buat Crastira, bergegas menuju penginapan. sesampainya di depan kamarnya ia pun segera membuka pintu kamar tersebut.


“Astaganaga... itu bocah belum bangun juga ya. kamar ampek gelap gini nggak bangun juga? Gitu nggak mau di katain Perempuan Manja. ” Gerutu Gadis Tomboy dalam Gumam nya.


Setelah menutup pintu kembali, Gadis Tomboy menyalakan lampu yang Saklar nya terletak di sebelah pintu tersebut.


Cekleek


Seketika ruang kamar pun menjadi terang benderang.


“loh nih bocah kemana, kok nggak ada di ranjang nya sih? Gumam Gadis Tomboy Lagi yang masih mematung di depan pintu dalam kamar tersebut.


Lalu ia pun berjalan menuju kamar mandi.


Tok...Tok...Tok...


“hey, perempuan manja...loe di dalem ya? halooww! loe denger swara gue nggak??!” seru Gadis Tomboy tetapi tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar mandi.


Lalu Gadis Tomboy berjalan menuju arah ranjang tempat tidur Crastira setelah meletakan bungkusan makanan yang di belinya tadi.


Mata Gadis Tomboy terbelalak melihat Crastira tergeletak di lantai.


“Astaga...... Crastira, bangun! loe kenapa? bangun... Crastira bangun.....?” teriak Gadis Tomboy panik.


Gadis Tomboy segera membopong tubuh Crastira dari lantai dan membaringkan ke atas ranjang tempat tidur nya.


“Crastira...Crastira bangun? please jangan bikin aku kwatir! aku janji nggak akan ninggalin elo lagi. please.... bangun!” ucap Gadis Tomboy sembari mengguncangkan tubuh Crastira yang terbaring tak sadarkan diri itu.


Tak lama kemudian....


uhuuuk....uhuuuk uhuuuk....


“akhirnya kau sadar juga! sini sini...gue bantu, minum dulu ya?” lega gadis tomboy sembari membantu Crastira meminumkan air mineral dalam botol ukuran kecil.


perlahan Crastira membuka kedua matanya, sesaat dia menenggelam kan wajahnya ke lengan gadis tomboy yang duduk di samping nya, karena silau sinar lampu.


Dengan lembut gadis tomboy membelai lembut Crastira.

__ADS_1


BERSAMBUNG ☆☆☆


__ADS_2