
“yeees... alhamdulillah gar, kita dapet enam puluh ribu!” seru daniel kegirangan.
“iya... tapi badan aku capek sekali rasanya niel.” jawab tegar dengan nada kelelahan.
“iya sih, emang sangat melelahkan. tapi dari pada ngamen kan gar? kalau hari-hari biasa gini kita nggak dapet duit, capek doang. lah ini kita dapet duit dapet makan siang pula. besok kita ngamen di jembatan gar, besok Kan hari minggu” ujar daniel.
“hai... kenapa kalian masih di situ, cepat lah kalian naik sini!” seru bang tohun.
“e...ii..i... iya baaang, ayo gar buruan.”ucap daniel sembari menarik tangan tegar dan berlari kecil menuju ke arah bang tohun.
“kenapa kalian lama sekali?” tanya bang tohun setelah mereka masuk kedalam mobil pengangkut sayur itu.
“hehehe... tidak apa-apa bang, maaf.” jawab daniel sembari tersenyum kecil.
“oh ya bang, maaf... besok aku sama tegar nggak bisa ikut kerja abang. kami mau ngamen di jembatan.” lanjut daniel.
“ya sudah tak apa, tetapi senin kau bisa kan?” tanya bang tohun .
“iya bang bisa, kami bisa bang. senin kami ikut abang kerja lagi.” jawab daniel tegas.
Mobil bang tohun melaju kencang menuju jembatan dua barelang.
Beberapa saat kemudian sampailah mobil itu di pinggiran trotoar jembatan tersebut!
“terima kasih untuk hari ini ya bang, kami permisi pulang dulu.” ujar daniel sembari membuka pintu mobil.
“ya sudah, jangan lupa hari senin kalian, tunggu abang di sini!”ucap bang tohun.
“pasti bang.” jawab daniel yang kemudian turun dari mobil.
Setelah mereka berdua turun, mobil bang tohun pun berlalu melaju meninggalkan jembatan barelang dua.
“hari ini hari yang sangat melelahkan ya gar?” tanya daniel sambil toleh kiri kanan sebelum menyebrang jalan.
“apa ku bilang tadi, hari yang sangat melelahkan tapi menghasilkan!” ujar tegar serius.
“dua belas keranjang satu hari enam puluh ribu, itupun kita bentar-bentar istirahat untuk minum karena cuaca sangat panas. coba kalau tidak, pasti kita bisa dapet dua belas kranjang lebih gar hahaha....” ujar daniel sambil mengibas-ngibaskan uang hasil kerjanya bersama tegar hari ini ke arah tegar, tapi tiba-tiba dari arah belakang ....
***Sreeeeeeet!
Secepat kilat uang itu di sambar sama grombolan pemalak jalanan yang biasa mangkal di jembatan itu yang jumlahnya tiga orang. seperti nya grombolan pemalak itu habis menenggak minuman keras***!
__ADS_1
“woy... apa-apaan kalian? kembalikan uang kami!” teriak daniel panik.
“hai bodoh... kau pikir segampang itu, siapa suruh pamer duit di pinggir jalan hahahaha.” ujar pemalak itu sambil jalan sempoyongan menjauh dari daniel.
“Berhenti kalian brengsek!”
Tiba-Tiba dari arah bawah jembatan ada swara lantang yang menghentikan langkah mereka.
swara itu tidak lain adalah gadis tomboy dan pengamen rombongan nya.
“kak andrey?” gumam daniel.
“iyaaa bener itu kak andrey gar.” teriak daniel kemudian.
“belum kapok kalian rupa nya? enak banget ya hidup kalian, mengambil hasil keringat orang buat beli minuman keras? dasar otak sampah!” seru gadis tomboy itu sembari mengarahkan gitar tuanya kearah pemalak itu.
Plaaaaaaak!
Karena kondisi nya yang sudah terlalu mabuk ,
pemalak itu jatuh tersungkur.
bermaksud membalasnya.
tapi dari arah ujung daniel dengan cepat ....
Buuuuuuuuug!
“kembalikan uang kami!” ucap daniel menarik paksa hasil jerih payah nya bersama tegar hari ini.
“kalian nggak pa-pa?” tanya gadis tomboy itu dengan nafas yang tak beraturan, setelah pemalak itu ngacir kabur.
“iya kak kami nggak pa-pa, terima kasih kak andrey.” ucap daniel.
“iya sama-sama, gimana ngamen hari ini? kalian nggak bawa empek-empek lagi? enak banget yang kemarin.” tanya gadis tomboy itu lagi.
“hari ini kami tidak ngamen kak, tapi kami kerja di kebun sayur tempat bang tohun kerja , bang tohun orang yang kasih kami tumpangan setiap pulang dari pantai.” tutur daniel.
“O... jadi kalian sekarang udah nggak ngamen lagi, kok ini masih bawa-bawa gitar kecil?” tanya gadis tomboy itu heran.
“hehehe... sebenernya niat kami sampai tengah hari aja bantuin bang tohun nya habis itu di lanjut ngamen di pantai. mungkin karna kami keasyikan jadi nggak terasa hari dah sore aja. tutur daniel.
__ADS_1
“o iya... anak-anak yang lain yang biasa ama elo pada kemana, belum balik dari tempat pemulungan ya?” tanya gadis tomboy itu sembari menoleh kearah area pemulungan.
“mereka... nggak mulung kak, mereka di rumah semua.”jawab daniel dengan raut wajah mendadak sedih.
“napa loe? kayak orang kesambet gitu mukanya, Tiba-Tiba sedih?” tanya gadis tomboy itu sambil memukul canda bahu daniel.
“nggak pa-pa kak, aku cuman sedih aja apa kedepan nya aku bisa hadapi kejam nya batam tanpa uwak. mulai hari ini kami tidak bisa lagi menikmati atau menjual empek-empek buatan uwak lagi, karena.....” kata-kata daniel terhenti, air matanya menetes dari sudut.
“eh kok elo nanggis sih niel.” tanya gadis tomboy itu binggung.
“uwak elo kenapa?” tanya gadis tomboy itu lagi.
“dua hari yang lalu, pagi-pagi uwak kami meninggal kak.” jawab tegar.
“innalillahi wainnailaihi rojiun!” seru gadis tomboy itu bersama rombongan ngamen nya.
“ya udah, kalau gitu boleh nggak gue ikut kalian ke tempat tinggal kalian? tanya gadis tomboy itu.
“bo.. boleh, boleh banget kak.” jawab daniel sembari menyeka sudut matanya yang sedikit basah dengan jarinya.
“njol...tolong loe ambil tas punggung kita di sono, kita ikut ke tempat tinggal mereka.” ujar gadis tomboy itu kesalah satu rekan nya yang biasa akrap di panggil panjol itu.
Akhirnya Mereka pun berjalan menuju pemukiman atau kontrak an.
Sepanjang perjalanan gadis tomboy itu berusaha menghibur daniel juga tegar supaya tidak terus menerus larut dalam kesedihan, dengan candaan-candaan nya.
“hahahahaha kak andrey bisa aja.” tawa lepas daniel sekejap membuatnya lupa akan duka dan kesedihan nya.
“oh ya kak, kakak kenal sama pemalak-pemalak tukang mabuk itu ya.”tanya daniel.
“ hahaha...siapa sih yang nggak kenal ama para pemalas itu, ya kenalah!” jawab gadis itu yang berjalan dengan santai sembari menenteng gitar tua pemberian ayahnya.
“ooo pantesan ” ujar daniel lagi.
Mereka terus berjalan menyusuri jalan raya hingga masuk ke jalan setapak yang sudah hampir sampai ke kontrak an tempat daniel dan teman-teman nya tinggal.
pasti kalian sudah tidak sabar dengan keseruan gadis tomboy itu ketika di rumah kontrak an nya daniel kan?
terus baca kisah MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET berikut nya ya....
BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆
__ADS_1