MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 49


__ADS_3

NAPZA DAN MIRAS CANDU UTAMA SEORANG ANDREYTOM !!!


Setelah susah payah dan pemberontakkan di sepanjang jalan , Akhirnya Mario dan Galeh berhasil membawa gadis tomboy pulang ke penginapan......


Mario juga Galeh membaringkan tubuh gadis tomboy yang sudah sempoyong tak berdaya akibat pengaruh minuman Berahkohol yang berlebihan di atas tempat tidur penginapan itu. Kemudian mereka keluar dan menutup pintu . Mereka membiarkan gadis tomboy untuk beristirahat!


Mario yang di ikuti oleh galeh berjalan menuju kamar mereka yang tidak jauh dari kamar gadis tomboy.


Sesampainya mereka di dalam kamar.....


“rio... jelasin sama gue apa maksud dari semua ini??” tanya galeh sembari menyulut sebatang rokok.


“apa yang harus gue jelaskan leh? pada intinya kak andrey salah paham ama gue!! sumpah nggak nyangka banget gue kak andrey bisa berlebihan kaya' tadi itu.” jawab mario kecewa.


“semoga setelah tersadar dari pengaruh minuman itu, kak andrey sadar akan kesalah fahaman ini, biar nggak berlarut-larut masalah nya!” ujar galeh yang terus menghisap sebatang rokok yang disulud nya beberapa detik yang lalu dan menghempaskan setiap asapnya secara kasar.


“entahlah leh...pening banget kepala gue sumpah, sampei nggak bisa mikir apa-apa perut laper lagi... udah tenggah malem gini mau cari makan di mana coba?” gerutu Mario.


“eh rio, kita kan punya nasi padang yang beli tadi siang! bentar gue ambil dulu di dalam tas, mudah-mudahan nggak basi.” ujar galeh meraih tas punggung nya yang di gantung di dinding.


“oh iya ya leh, hampir lupa kita! semoga nggak basi.” tambah mario membuka sayur dan lauk yang sudah di keluarkan galeh dari dalam tas yang di taruh di atas meja samping ranjang tidur.


“syukurlah.... aman semua sayur ama lauk nggak ada yang basi!” sergah galeh yang segera menyantap makanannya setelah mencuci tangan nya di wastafel kamar mandi samping kamar tidur mereka.


Jam dinding kamar mereka terus merambah melewati tengah malam. setelah merasa kenyang mereka segera membersihkan diri kemudian beristirahat.


*****


Bakat Fajar Terlihat Di Sebuah Kardus bekas.....


Suara gumandang adzan subuh membangunkan seluruh penghuni Ruli Bengkong indah Rumah milik ayah sam. Ayah Sam yang sudah terbangun dari masih terdengar lantunan suara Qiro' di masjid segera mengambil wudhu. Sementara anak-anak Tangguh yang sekarang sudah memiliki kamar sendiri dan ranjang tempat tidur sendiri-sendiri itu mulai membuka matanya satu persatu. Daniel yang tidur dengan fajar di satu ranjang susun ranjang bawah sudah bangun dan segera membangunkan yang lain. Akhirnya ke empat jagoan Tangguh itu sudah siap untuk sholat subuh berjama'ah. Setelah menunggu tiga menitan Ayah Sam, Risty, Tesya Laely juga Naylla sudah datang ke kamar mereka yang sebagian memang untuk si jadikan tempat sholat berjama'ah.


Dua Rakaat terlaksana dengan sempurna yang di akhiri dengan Do'a dan ciuman satu persatu di punggung tangan ayah sam. Kemudian mereka kembali ke kamar masing-masing untuk melanjutkan tidur. Ayah sam kembali kekamar nya begitu juga dengan Risty segera Masuk kekamar nya untuk melanjut tidur. dan juga Tesya yang menggandeng lengan Naylla dan Laely untuk kembali tidur di kamar Gadis Tomboy.


Jam dinding kamar baru Anak-anakTangguh menunjukan pukul 06.30 Pagi. dengan geliatan Tegar juga fajar yang mengguncang Ranjang susun itu,maka Radit dan Daniel membuka kedua matanya kemudian beranjak bangun.


”Daniel... mari kehalaman depan kita berjemur sebentar! sepertinya matahari pagi sudah muncul. kau lihatkah itu matahari mau menerobos lewat selah jendela?” ujar Radit yang tidur di ranjang bawah berdampingan dengan ranjang daniel.


”okey tunggu dit.... biar aku bangunin fajar sama tegar dulu.” jawab Daniel yang beranjak dari ranjang sebelah radit, kemudian Daniel menaiki anak tangga ranjang tersebut dan di gapainya tubuh fajar yang hanya sesekali mengeliat tanpa membuka matanya itu.

__ADS_1


“apa sih niel... masih kantuk lah aku.” ujar fajar masih masih makas-malasan dan mencoba membuka kedua matanya.


“hari ini kita sudah mulai pergi kerja lagi ke tempat pemulungan ayah jar, sebelum kita kerja kita berjemur dulu di halaman depan lalu mandi terus sarapan kemudian berangkat.” tutur Daniel yang kemudian turun dari anak tangga ranjang besi itu.


Daniel lanjut membangunkan tegar, setelah manjat tiga anak tangga ranjang besi itu daniel pun menggerak-ngerakkan tubuh tegar yang masih tertidur pulas.......


“gaar.... ayo bangun! matahari dah keluar tuh, kita berjemur bentar kan kata ayah biar tubuh kita nggak mudah sakit.” jelas Daniel sambil menuruni anak tangga ranjang besi tersebut.


Tanpa menjawab apapun ucapan dari Daniel, tegar pun berusaha membuka kedua matanya, di angkat tubuhnya lambat laun, dan setelah sepenuhnya bisa menguasai diri, tegar turun dengan sangat pelan.


Setelah mencuci muka dan mengosok gigi mereka berempat berjalan menuju halaman depan....


“udah panas banget sih matahari nya niel?” gerutu fajar yang mendudukkan dirinya di kursi teras. Memang kebetulan Rumah Ayah Sam menghadap ke timur jadi belawanan dengan matahari pagi.


“Eeelaaah.... manja bangetlah kau ini jar, kau tak Ingatkah dulu waktu masih tinggal di rumah kontrakan? pagi-pagi panas kaya' gini kita jalan jauh banget ke jembatan barelang, ampei keringatan basah semua baju kita inget tak kau”?? ujar daniel menirukan tegar juga radit logat khas batak dengan nada menyindir fajar. mereka semua tertawa lepas kecuali tegar yang hanya tersenyum datar.


Fajar beranjak dari tempat duduk nya, kemudian berjalan menuju tumpukan kardus bekas di halaman samping. Di ambilnya satu kardus berukuran besar dan tebal, lalu fajar membuka karung besar yang terletak di samping tumpukan kardus. Di dalam karung tersebut fajar mencari sebuah tali, dan fajar menemukan sepasang sepatu yang sudah lusuh juga rusak tetapi tali sepatu itu masih bagus . dan satu lagi yang fajar butuh kan yakni satu buah paku . setelah mengubek-ubek karung besar yang berisikan barang-barang rongsok atau hasil pulungan di dalam nya, fajar pun menemukan juga sebuah paku yang di carinya. Dirasa sudah didapatkan semua bahan-bahan yang di butuh kan fajar kembali ke halaman depan.


“woy jar.... ngapain kamu bawa-bawa kadus segala kesini, kamu nglindur ya?” tanya Daniel penasaran.


“untuk membuat wadah biar bisa misahin uang peningalan dari uwak!” jawab fajar yang sudah memulai mengolah barang-barang bekas itu.


Daniel yang di buat heran dan penasaran sama fajar hanya bisa menggaruk -garuk kepalanya yang tidak di rasa gatal.


INI HASIL KREASI FROM FAJAR AND THE GANK



“wiiih...hasilnya keren banget jar!” seru Daniel bangga dengan ide fajar karya mereka ber-empat.


“jadi.... selain uang yang berbentuk kertas peningalan uwak, juga bisa kita isi uang hasil kita kerja sama ayah. pasti kita cepat kaya dan bisa beli pulau Batam.” ujar fajar sembari mengangkat kotak penyimpanan uang yang terbuat dari kardus bekas itu dengan ke-dua tangannya ke atas.


Hahahahaha.........


Gelak tawa mereka membuat orang kecanduan mendengarnya! Kekompakan mereka bagaikan serangkaian bunga yang saling membutuhkan dan tak dapat di pisahkan. Mereka Hanyalah Anak-anak korban keegoisan orang tua, yang hanya memikirkan dirinya tanpa peduli masa depan malaikat titipan tuhan, yang kelak akan membawa nya ke Surga !


*****


Awal mula Andreytom menggenal Napza !

__ADS_1


Surya pagi sudah bertenger di ufuk timur, pertanda pagi akan pergi dan siang akan datang.....! Tetapi jam dinding di kamar penginapan Gadis tomboy menarik jarum pendek di angka sembilan dan jarum panjang di angka empat pertanda waktu baru jam sepuluh pagi.


“Damsstttt... Kenapa kepala gue berat gini? pusing banget lagi, aduuuh!!!” gerutu gadis tomboy dalam umpatan nya.


Dengan susah payah gadis tomboy berusaha untuk duduk, kemudian menjadikan kepala ranjang yang terbuat dari kayu jati kalimantan itu sebagai penopang tubuh juga kepala nya. Dengan tangan yang sedikit bergetar karena perut yang terakhir hanya terisi masakan padang dan itupun hanya di waktu jam makan siang kemaren, tangan gadis tomboy merogoh saku celana jeans nya. Setelah jari- jarinya menyentuh sebuah bungkusan dan benda asing yang diinginkannya, gadis tomboy tersenyum misterius. Perlahan-lahan jarinya yang sudah menggenggam bungkusan kecil dan benda asing tersebut di tariknya keluar dari saku celana nya. Dengan hasrat yang menggebu-gebu, di bukanya bungkusan kecil bening berklep merah yang berisikan shabu kristal warna putih, dan satu buah alat hisap sabu bong Sebutannya.


Flashback Dua Belas Jam Yang Lalu.....


Setelah mendengar jawaban dari tesya yang hanya sekedar menggangap nya seperti kakak kandung


sendiri , gadis tomboy sudah tidak bisa berfikir sehat lagi.


Ponsel yang di belinya couple an sama milik tesya itu di banting kelantai penuh amarah! Demikian dengan isi tas punggung besar nya, dikeluarkan semua isi tas nya tersebut kemudian dilempar satu persatu kelantai juga.


Dengan langkah gontai dan sedikit terhuyung, gadis tomboy membuka pintu, Dan langsung ngluyur jalan ke depan. Sesampainya di meja resepsionis, Gadis tomboy di minta menulis nama, nomer kamar yang di tempatinya dan alasan meninggalkan penginapan untuk sementara.


Setelah selesai Gadis tomboy pun keluar dari penginapan tersebut untuk menuju sebuah Bar Cafe terdekat. Sebelum keluar pintu, gadis tomboy itu sempat menoleh ke arah jam dinding yang tertempel di atas meja resepsionis . jam dinding tersebut menunjukan pukul 8.40 malam.


*Beberapa menit kemudian sampailah gadis tomboy di sebuah Bar Cafe yang sangat padat dengan pengunjung. Karena kebetulan waktu itu malam akhir pekan. Setelah masuk kedalam Bar Cafe tersebut, Gadis Tomboy segera mencari tempat duduk.


Sesaat kemudian seorang* waiter perempuan menghampiri gadis tomboy guna menanyakan pesanan yang mau di pesan. setelah pesanan tercatat, pelayan tersebut berlalu dari hadapan gadis tomboy. Selepas perginya pelayan tersebut, dua orang laki-laki yang satu muda dan yang satu setengah baya menghampiri gadis tomboy yang tengah menunggu pesanan nya.


Laki-Laki paruh baya itu berpenampilan sangat rapi. pakaian yang di gunakan yakni jaket kulit warna hitam. celana jeans panjang warna biru dongker dan di padu sepatu kulit warna hitam yang sangat mengkilat.


Sedangkan Laki-Laki muda yang berdiri di samping memakai pakain simple layaknya anak muda jaman sekarang.


“maaf, selamat malam dek.... boleh abang duduk minta waktunya sebentar?” tanya laki-laki setengah baya tersebut.


“ooh iya iya...boleh bang silahkan.” jawab gadis tomboy yang penampilan nya sangat amburadul.


“sepertinya adek ini sedang ada masalah berat ya?” tanya kembali laki-laki itu sembari senyum penuh teka-teki.


“hehehe.... biasa bang urusan anak muda.” jawab gadis tomboy semaunya.


“abang punya menawar dari kegundahan hati adek.” ucap Laki-Laki separuh baya itu sambil mengeluarkan bungkusan amplop coklat dari balik jaket kulitnya kemudian menyodorkan ke arah gadis tomboy melalui meja.


“apaan nih bang???” tanya gadis tomboy meraih amplop warna coklat di atas meja hadapannya.


“barang itu akan membuat adek tenang hati nya. kali ini abang kasih gratis! segera ambil dari dalam amplop dan masukkan dalam saku celana adek. selama masih di sini jangan sekali-kali di buka!!” ujar Laki-Laki itu kembali yang sudah beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Gadis tomboy mengikuti saran Laki-Laki separuh baya tersebut. ia ambil barang yang ada di dalam amplop, kemudian dimasukkan nya dalam saku celana. Setelah memastikan kalau barang pemberian nya itu sudah di lakukan sesuai saran darinya, Laki-Laki itu kemudian melangkah pergi meninggalkan gadis tomboy dengan senyum kemenangan. Selang beberapa saat seorang waiter datang mengantar pesanan dari gadis tomboy.


BERSAMBUNG ☆☆☆


__ADS_2