MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 70


__ADS_3

...RENCANA UNTUK MENJEBAK JERIKO!!!...


Setelah selesai berkemas, mereka ber-empat pun keluar dari kamar Gadis Tomboy dan berjalan menuju meja resepsionis. setelah menyerahkan kunci kamar penginapan tersebut, mereka ber-empat meninggalkan pengginapan tersebut.


“ kita cari sarapan dulu, sebelum ke dermaga!” ucap Gadis Tomboy setelah mereka sampai di penghujung jalan.


“aku mau bubur ayam.” pinta Crastira


“ya emang, jam segini kan yang banyak di dagang ya bubur ayam lah.” ketus Mario.


“ya udah, kalau gitu kita semua sarapan bubur aja biar cepet.” ujar Gadis Tomboy sembari berjalan menuju gerobak penjual bubur ayam.


Setelah memesan empat mangkok bubur ayam, Gadis Tomboy pun menunggu untuk beberapa saat.


Akhirnya bubur ayam pun sudah di antarkan tukang bubur gerobak itu ke meja sederhana tempat gadis tomboy dan kawan- kawan nya menunggu. Bubur ayam pun siap untuk di santap.


Tidak memerlukan waktu yang lama, mereka ber-empat pun sudah selesai bersarapan.


Setelah membayar ke-empat mangkok bubur ayam yang telah di santapnya dengan rekan-rekan nya, gadis tomboy yang di ikuti Crastira, Mario juga Galeh pergi meninggalkan pedagang bubur ayam itu. mereka menuju pemberhentian angkutan umum yang menuju kepelabuhan punggur untuk naik kapal ferry .


Setelah Lima Belas Menit lamanya mereka menunggu angkutan umum tersebut, Akhirnya ada sebuah mobil carry yang menghampiri mereka dan bersedia menggantar ke punggur. Sekitar melewati perjalanan satu jam lebih, akhirnya carry yang mengantarkan mereka ber-empat pun sampai di pelabuhan punggur.


“kapal ferry tujuan tanjung pinang, akan berangkat sekitar tiga puluh menit lagi. setelah pembelian tiket silahkan menunggu di ruang tunggu sebelah kiri, terima kasih.” saran petugas dermaga tersebut.


Dengan saran petugas, akhirnya setelah membeli empat lembar tiket menuju tanjung pinang mereka pun duduk di kursi ruang tunggu.


Tiga puluh menit pun telah berlalu dan kapal ferry yang mereka tunggu pun tiba di pelabuhan tersebut. setelah naik keatas ferry itu, mereka ber-empat segera mencari tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah tertera di tiket masing-masing.


“kok tiba-tiba perut gue mules gini ya rio.” gerutu Galeh.


“lah kok bisa sih leh, baru juga duduk?”tanya mario yang kemudian melihat gadis tomboy yang sedang melamun.


“kak, kenapa leo melamun, baru juga naruh pantat? ada-ada aja kalian ini” tanya Mario kepada gadis tomboy yang sedang menatap kosong hamparan di pulau batam.

__ADS_1


“gue cuman lagi berfikir, kita kan udah nggak ada pendapatan dari mana pun nih, entar buat nyambung hidup kedepan nya di tanjung pinang apa? mungkin sisa uang ini cukup untuk nginep kita ber-empat.” ucap gadis tomboy yang masih dengan tatapan kosong ke hamparan pulau batam.


“Gue ama Galeh masih ada sih kak meski nggak begitu banyak, tapi mudah-mudahan cukup untuk kita makan seminguan.” jawab Mario yang tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya.


“kalian tenang saja! aku akan bantu kalian kalau soal uang dan tempat tinggal selama di tanjung pinang. kebetulan dady aku ada beberapa rumah di sana yang masih kosong.” sergah Crastira yang duduk di samping Gadis Tomboy.


Mendengar ucapan Crastira itu, Gadis Tomboy, Mario serta Galeh hanya saling pandang kemudian mereka mengangguk bersamaan.


Satu Jam Kemudian.....


Akhirnya ferry yang di tumpangi oleh mereka ber-empat sampai di pelabuhan internasional yang berada di kota tanjung pinang tersebut yakni pelabuhan sri bintan pura.


Setelah mereka turun dari ferry tersebut ....


“kita langsung menuju pangkalan taxi saja untuk menuju kerumah kosong itu.” terang Crastira yang sudah berjalan duluan yang kemudian di ikuti oleh ketiga rekannya.


Sesampainya mereka di pangkalan taxi, banyak driver taxi liar yang menawarkan tumpangan kepada mereka dengan ongkos yang sangat murah, setelah Crastira menyebut alamat yang akan di tuju. tetapi Gadis Tomboy tidak percaya begitu saja.


“maaf bang, terima kasih. kami mau cari makan dulu.” ucap gadis tomboy sembari memberi kode kepada rekan-rekan nya untuk meninggalkan tempat itu, dan mencari agent taxi yang resmi.


Dengan menempuh waktu dua puluh menit, taxi yang di tumpangi oleh Gadis Tomboy dan rekan-rekan nya itu sampai di sebuah rumah kosong yang lama tidak berpenghuni, di area perumahan Taman Hijau. setelah membayar sesuai tarif argo, mereka pun turun dari taxi tersebut dan berjalan ke arah rumah kosong milik orang tua Crastira yang lumayan besar itu.


“kira-kira bos mafia itu tau nggak ya kalau rumah nya ini kita tingalin?” tanya lirih Galeh kepada Mario.


“entahlah Leh, gue juga takut kalau sampai tuh bos mafia tau ternyata kita di sini, habis kita semua.” jawab Mario.


“woy.... ngapain sih kalian masih ngejogrok di situ? buruan masuk bantuin kita bersih-bersih!” seru Gadis Tomboy dari arah dalam rumah kosong tersebut kepada Mario juga Galeh yang masih di halaman depan.


Satu jam kemudian tepat nya pukul satu siang mereka telah selesai membersihkan sebagian rumah yang tidak pernah di huni itu.


“laper banget gue!” gerutu Gadis Tomboy.


“kebetulan di belakang rumah ini ada warung makan sederhana, kita bisa jalan lewat gang sebelah untuk menuju kesana.” tutur Crastira.

__ADS_1


“ya udah tunggu apa lagi buruan kita kesana! keburu tawuran tuh perut.” sergah Mario yang sudah berjalan keluar halaman.


Lima menit kemudian....


“Rumah Makan Padang Bundo Kanduang? waow kesukaan kita banget nih, rindu makan masakan padang gue sumpah.” ucap Mario girang.


“iya bener rio, entah udah berapa abad kita nggak makan masakan padang hahahaha.” tambah Galeh.


“hedeh... kalian ini ngobrol muluk, kapan mau makannya?” sergah Gadis Tomboy sembari masuk kedalam rumah makan padang tersebut.


Setelah memilih menu kesukaan masing-masing, mereka pun segera menyantap makan siang itu dengan lahap.


Sepuluh menit kemudian....


“aduh kenyang banget gue!” gerutu Mario yang kesusahan berjalan.


“ah elo, ribet banget sih rio! laper ngeluh, kenyang ngeluh.” sergah Gadis Tomboy yang sudah keluar dari rumah padang tersebut, setelah membayar keseluruhan makanan yang sudah mereka santap.


Sesaat kemudian, sampailah mereka di rumah kosong milik orang tua Crastira yakni tempat persembunyian mereka ber-empat kembali, selama menjalankan misi nya.


Setelah kenyang, mereka pun sudah bisa berfikir dengan jernih rencana apa yang hendak akan mereka rencanakan.


“sebaiknya kita harus memikirkan rencana kita ini secara matang dan tidak gegabah.” ucap Crastira membuka obralan mereka yang di gelar di sebuah ruangan yang lumayan kuas dan sedikit berantakan.


“ yups, gue setuju! yang utama dan terpenting adalah, kita harus membuat jebakan atau perangkap buat suami elo.” sergah mario yang duduk di sebelah Gadis Tomboy.


“yah loe bener rio, dan kita nggak bisa meremehkan itu orang (Jeriko). krna bagaimana pun juga dia pasti punya banyak orang di kerahkan untuk nyariin bininya (Crastira) dan yang gue kwatirkan mereka curiga sama kita.” ucap Gadis Tomboy membenarkan perkataan Mario.


Hari semakin petang, mereka pun segera menyusun siasat untuk menyusup ke istana Mr. David.


BERSAMBUNG ☆☆☆


*Asalamu'allaikum pembaca setia MENITIH SENJA DI UFUK BATAM 🤗 Mohon maaf jika hampir satu bulan saya tidak menulis lanjutan cerita ini 🙏

__ADS_1


semoga kalian semua masih setia dan selalu menunggu kelanjutan ceritanya*.


__ADS_2