
GADIS TOMBOY BELUM BISA MENERIMA KEMATIAN PANJOL YANG TRAGIS ITU !!!
“Mari turun pak, silahkan!” ujar salah satu petugas polisi yang sudah turun dari mobil duluan dan ternyata sangat baik juga ramah.
“baik pak.” jawab ayah sam.
“ayah... kenapa kita kesini yah, kakak mana yah.” tanya risty panik.
Ayah sam hanya melirik teduh ke wajah risty yang sedari tadi merenggek dan terus menguncang kan lengan tangan ayah nya itu
Sesampainya di ruang tunggu...
“silahkan bapak dan putri bapak tunggu sebentar di sini.” ujar
“sebenarnya ada apa ini pak, apa yang sudah di perbuat sama anak saya? tanya ayah sam mulai gusar.
polisi itu mengindahkan pertanyaan ayah sam Karna di rasa itu bukan tugas nya untuk menjelas kan maupun sekedar menginterogasi nya. ia pun berlalu dengan meninggal kan seulas senyuman dari hadapan ayah sam dan putri nya.
Sesaat kemudian datang seorang penyidik . setelah di beri informasi yang sedetail detailnya mengenai apa yang terjadi terhadap putri nya dan apa penyebab putri nya berada di rumah sakit tubuh ayah sam mendadak rapuh, lidah nya terasa kelu sehingga tak bisa berucap meski sekedar bertanya, pandangan nya mulai samar-samar dan akhirnya nya....
Bruuuuuug....!
paa...paan...paaanjoool........!
Tubuh ayah sam terjatuh ke lantai. setelah sempat memanggil nama panjol, ayah sam tak sadarkan diri !
”ayah... bangun ayaaah, ayaah.....”
“segera beri pertolongan, bawa ke klinik terdekat!” perintah seorang komandan yang memiliki nama Briptu johan tersebut.
Sesampainya di klinik....
setelah sadar ayah sam mencoba membuka kedua matanya.
“bapak tenang kan diri dulu, baru kita ke rumah sakit Harapan bunda untuk melihat keadaan putri bapak.” ujar briptu johan.
“pak polisi, saya sudah tidak apa-apa, tolong bawa saya bertemu anak saya pak.
dan, bagaimana dengan jasad....pa panjol pak?” tanya ayah sam dengan suara gemetaran.
Risty yang sedari tadi diam membisu, sesungguhnya hati nya teriris pilu mendengar informasi dari pihak kepolisian di ruang tunggu kapolsek lubuk baja tadi bahwa panjol sahabat kakak itu telah tewas mengenaskan karena kecelakaan maut.
__ADS_1
Sosok Panjol sebenarnya tidak begitu dekat dengan risty, mungkin karna kepribadian risty yang jutek dan sedikit angkuh sehinga sosok Panjol semasa hidup nya lebih baik menghindari nya apa bila kerumah Ruli Bengkong indah dan lebih suka mengoda gadis tomboy.
“baik, kalau begitu kita segera menuju rumah sakit!”.
Rumah sakit harapan bunda kota batam !
“pasien yang di temukan pingsan di lokasi kejadian tabrakan maut dini hari dan sampai saat ini belum sadarkan diri, berada ruang kamar nomer berapa?” tanya briptu johan kepada salah satu polisi yang berada di halaman depan rumah sakit.
“lapor ndan... pasien atas nama saudari andreytom berada di ruangan kamar melati nomer 27 lanta 2.” terang polisi tersebut.
“baik terima kasih!”
“siap ndan!”
Akhirnya sampailah briptu johan, ayah sam juga risty di ruang kamar tempat gadis tomboy di rawat.
Ternyata di ruangan itu sudah terduduk mario di sebuah kursi penjaga pasien di sebrang ranjang.
“ayah, risty.... bapak polisi?” sapa mario sedikit terperanjat ketika ayah sam, risty serta kedua petugas polisi dari kapolsek lubuk baja itu masuk ke ruangan di mana gadis tomboy tergeletak masih tidak sadarkan diri.
mario pun bangkit dari tempat duduk nya.
“nak... putri ayah, bangun nak ini ayah datang.” lirih ayah sam yang sudah berdiri di samping ranjang tempat gadis tomboy terbaring membisu dengan kedua mata yang masih belum bergeming .
gadis tomboy itu mulai mengelilingi ruangan tempat nya di rawat dengan kedua matanya. bibirnya mulai di gerak kan lirih.....
“panjol..!”
Satu nama yang pertama di sebutnya ketika sudah sadar.
Dengan tatapan kosong yang menerawang di atas panorama lampu rawat inap, gadis tomboy itu teringat peristiwa dini hari ketika sepulang nya dari menonton konser di Tumenggung Abdul Jamal.
Masih tergiang di benak nya sesosok tubuh yang terbujur kaku bersimbah darah tanpa kepala di tengah jalan raya tempat pemberhentian angkutan umum yang sudah di kerumunin puluhan manusia.
“tidaaaaak.....tidaaaaak....... itu pasti bukan elo itu bukan elo.” tak di sangka dan di duga gadis tomboy teriak histeris.
“rio... mana panjol? Mana panjooooool.... kenapa gue ada disini??!” tanya gadis tomboy itu sembari menarik narik lengan mario yang berdiri disamping ranjang.
Mario hanya terdiam membisu tanpa ada kata sepatah pun sebagai jawaban.
Tidak sampai di situ saja, semua orang yang berada di dalam ruangan itu tertegun dan berusaha mengendalikan nya ketika gadis tomboy melepas infus yang melilit punggung tangan nya yang kemudian turun dari ranjang hendak keluar.
__ADS_1
Tapi usahanya sia-sia, bandan nya yang terlalu lemah jatuh tersungkur ke lantai.
Secepat kilat mario meraih lengan gadis tomboy dan memapah nya ke atas ranjang.
“lepasin gue rio, kita harus menyusul panjol, kasian dia sendirian di sana.... kenapa kita tinggalin dya....kenapa rio kenapaaa....?” teriak gadis tomboy itu hilang kendali.
“Tenang kan diri kamu nak, yang sabar, ihklas kan.” ucap ayah sam sembari membelai lembut putrinya itu. namun gadis tomboy yang sudah tak terkontrol itu mengindahkan ucapannya ayah nya dan terus teriak - teriak histeris.
“suster.... tolong segera datang ke ruang kamar nomer 27, pasien sudah sadar!” seru briptu johan di balik Nurse call system ( bell pemanggil perawat)
Sesaat kemudian seorang suster masuk kedalam ruangan itu dan segera memberi suntik penenang kepada gadis tomboy.
Dalam hitungan menit gadis tomboy itu sudah jauh lebih tenang dan akhirnya tertidur.
“Saudara rio, mari ikut saya. ada yang ingin tanyakan mengenai kecelakaan maut yang menewaskan saudara Panjol Dijatmiko ”ujar briptu johan.
“baik pak.” jawab mario sembari menggikuti langkah kedua petugas kepolisian yang sudah berjalan di depan menuju pintu keluar.
*****
Laely Dan Naylla Membuat Telur Dadar !
Di ruang santai tempat menonton televisi, Daniel Tesya Tegar Fajar Radit sedang gelisah memikir kan gadis tomboy, mario dan panjol yang belum pulang kerumah dari semalem malah di tambah tadi pagi ayah juga risty di bawa ke kantor polisi sampai sekarang belum juga pulang.
“kak tesya, kenapa ayah sama kak risty di bawa polisi? terus sampai sekarang mereka belum pulang?” tanya naylla sedih .
“iya tuh kak... terus kak andrey bang panjol sama bang mario kok belum pulang juga?” tambah tesya.
“kak tesya juga nggak tau pasti anak-anak. ayah kan orang baik pasti tidak akan melakukan hal yang berbau hukum.” jawab tesya dengan swara lemah karena sedang tidak enak badan.
“sebaik nya kak tesya istirahat, biar aku bikinin makan siang untuk kakak .” ujar daniel sembari bangkit dari tiduran nya menonton televisi.
“mas daniel, inok sama laely bantuin ya?” pinta naylla.
“iya.... boleh-boleh. yuk buruan kita ke dapur untuk masak.” ujar daniel yang sudah berjalan menuju dapur yang kemudian di susul laely juga naylla.
“bentar ya mas daniel tenggok di kulkas ada sayur apa yang bisa di masak.” ujar daniel lagi, dan ia pun mengambil sayur sawi sebagai menu untuk di masak.
“inok mau telur dadar ya mas daniel? biar inok yang bikin, inok bisa.” ucap naylla sembari mengambil beberapa telur dari dalam kulkas.
Setelah mencuci satu buah glondongan kecil sawi putih dan memotong nya menjadi beberapa bagian, serta mempersiapkan bumbu yang di perlukan daniel mulai menumisnya. sedangkan naylla dan laely sudah selesai mengocok beberapa butir telur, kemudian mendadarnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat lamanya persiapan makan siang selesai, saatnya mereka menyantap makan siang.
BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆