
KEMBALINYA ANDREYTOM AND THE GANK !!!
pengaruh Obat Terlarang Kena Syaraf Andreytom !
Sesampainya di dalam warung, mereka berdua terperanggah melihat pemandangan yang ada di depan mereka ...!!
Mario dan juga Galeh serasa tidak percaya melihat kursi meja tempat gadis tomboy sedang menyantap Sarapan sekaligus makan siang itu, begitu banyak makanan yang di pesan dan berbagai minuman keras berbentuk botol maupun kalengan.
“ngapain masih pada benggong disitu? duduk... makan!” titah gadis tomboy tanpa melihat keberadaan mereka berdua yang berdiri di hadapan nya, dan terus menyantap satu gelondong ayam panggang berukuran tanggung lengkap dengan sambal dan lalapan serta sedikit nasi itu dengan lahap.
Tanpa bertanya dan menunggu perintah yang kedua kalinya, mereka segera duduk di kursi depan gadis tomboy meski di hati Mario dan juga Galeh menyimpan seribu pertanyaan. Mungkin ini p pertama kali yang mereka berdua rasakan makan bersama gadis tomboy terasa canggung dan kaku.
“kalian kenapa kaku gitu makan nya?? kaya' baru pertama kali aja kita makan bareng.” ucap gadis tomboy yang akhirnya mendonggakkan kepala nya , dan menatap mereka berdua yang duduk di depan nya dengan tatapan nanar dan seutas senyum kebisuan.
“ya gimana nggak kaku kak, elo aja aneh gini! ini apa coba, kenapa makanan satu meja penuh. terus kena harus ada minuman keras pagi-pagi gini?” jawab Mario yang sudah mulai menyantap makanannya.
“pagi dari mana? setengah dua belas di bilang pagi!” ujar gadis tomboy yang sudah mulai kekenyangan.
Mario hanya mengelengkan kepalanya sambil terus menyantap nasi rendang berkuah gulai kesukaan nya tanpa menjawab lagi ucapan gadis tomboy.
“terus... kalau kita mabuk dengan minuman sebanyak ini, mau istirahat di mana kak? kita kan udah checkout dari penginapan itu.” tanya galeh yang super sibuk dengan ayam panggang yang di sodorkan oleh gadis tomboy.
“loe o'on apa amnesia sih leh??!” tanya gadis tomboy yang mulai menengguk miras kalengan warna hitam itu.
“maksud kak andrey?” tanya galeh minta penjelasan.
“bukan nya hari ini ultah elo? dan ini semua gue persiapin buat pesta elo.” jawab gadis tomboy yang mulai menyulut sebatang rokok.
“ultah gue?? kak andrey ini ngigau di siang bolong ya rio? siapa yang ultah sih kak? kan ultah gue masih dua bulan lagi.” tanya galeh binggung dengan ucapan gadis tomboy itu.
“hahaha... jadi hari ini ulang tahun siapa donk? berarti elo bohong rio! tadi elo bilang hari ini tanggal dua puluh dua ulang tahun galeh.” ucap gadis tomboy yang terus dan terus menengguk minuman kaleng di kaleng yang ke tiga.
“rio... gimana ini? kita harus cari penginapan deket-deket sini!” bisik galeh.
“heeh.... kalian napa bisik-bisik kaya' orang pacaran gitu? hahaha.....
“udah elo temenin kak andrey minum, biar gue yang cari penginapan deket sini!” ujar Mario yang beranjak dari tempat duduk nya dan mendekati gadis tomboy.
“kak... gue ke toilet dulu bentar ya.” pamit mario yang berjalan menuju pintu keluar .
“eeh rio, rio.... kamar mandi di belakang woy! mario.... kenapa elo kedepan hahaha! Galeh.... kenapa elo diem aja? itu mario salah! atau jangan-jangan mario mau manggil panjol yang masih di penginapan? hahaha” ucap gadis tomboy yang mulai menuang minuman botol ke dalam dua gelas besar yang berisi es batu.
“Galeh kita bersulam untuk merayakan ulang tahun elo sama panjol. ceerrsss.......... hahaha”
Ingatan Gadis tomboy semakin menjadi-jadi. Sarafnya sudah mulai di laruti obat terlarang yang sudah menjalar itu. bicara nya sangat glantur susah di terima logika!
Setengah jam kemudian.......
__ADS_1
Gedubraaaak................
Gadis tomboy jatuh tersungkur ke lantai....
“ya ampun kak.... udah gue bilang cukup minum nya cukup! kenapa elo nggak dengerin sih?” seru Galeh sembari memapah tubuh gadis tomboy yang sudah lemah lunglai tak berdaya itu kembali duduk ke kursi nya.
Bersamaan Mario datang......
*****
Naylla Dan Laely Sudah Bisa Naik Sepeda Sendiri
Setelah selesai sholat dzuhur berjama'ah, mereka ke-enam anak-anak Tangguh segera menuju ke dapur untuk makan siang. Jam dinding di ruang tamu menunjukan pukul 12.15 siang. Dan ternyata Ayah yang di bantu Tesya juga Risty sudah selesai menyiapkan makan siang.
“nok entar habis istirahat siang kita belajar naik sepeda yuk.” ujar Laely sesampainya mereka di dapur.
“iya ely.... inok mau!” jawab Naylla penuh semangat.
“hemmsss.... harum-harum gurih banget gitu aroma masakkan Ayah, kak tesya juga kak risty siang ini! seru fajar yang sudah membuka Tudung sajil yang menutupi menu di siang itu.
“berarti mulai hari ini kita kerja mulung nya di halaman rumah seperti tadi kan Neil? ” tanya tegar yang masih berdiri di depan pintu.
“iya anak-anak.... kalian cukup di halaman depan saja memilih dan memisahkan barang-barang bekasnya. ya sudah kalian segara cuci tangan dan kita makan siang bersama.
Set elah mencuci tangan masing-masing, mereka segera menuju rak piring kemudian mengambil nasi di dalam periuk penanak nasi dan berakhir di meja makan yang berbentuk persegi itu. Selesai mengambil lauk yang sudah tersedia mereka segera menyantap makan siang itu dengan nikmat dan lahap.
Waktu bergeser begitu cepat dan jam waktu mereka beraktifitas kembali telah tiba. Daniel ,Tegar, Fajar juga Radit segera menuju kamar mandi untuk mencuci muka, setelah mereka beranjak dari tilam tebal yang menopang tubuh mereka beberapa menit lamanya.
“hari ini barang-barang yang mau di pisah kan cukup banya ya niel?” tanya fajar selesai memcuci mukanya.
“lumayan lah, kan beberapa hari ini kita nggak ke tempat pemulungan jadi di bawa kerumah sama ayah.” jawab Daniel yang juga sudah selesai mencuci mukanya dan kemudian berjalan menuju halaman depan yang di ikut tegar fajar juga radit.
Satu jam telah berlalu....
Suara Adzan Ashar terdengar berkumandang di sebuah TOA masjid ujung Ruli Bengkong indah tersebut. Anak-anak Tangguh itupun menghentikan pekerjaan nya, kemudian mereka ber-empat masuk kedalam rumah untuk mengambil wudhu lalu Sholat berjama'ah fardhu ashar. Meski tanpa di imami oleh ayah sam, mereka tetap khusuk melaksanakan ibadah tersebut . di karenakan ayah sam sedang menyetorkan hasil pulungan ke penggepul yang jauh dari area ruli Bengkong indah, mengunakan mobil bak yang di kemudikan oleh mas Reza. Sementara Risty lebih memilih sholat di kamarnya. Sedangkan Tesya Naylla juga Laely baru saja selesai mengambil wudhu dan segera menuju kamar baru tempat sholat berjama'ah, sedangkan Daniel dan yang lain telah selesai dan kembali bekerja.
Setelah selesai berjama'ah sholat ashar, Tesya Membersihkan ruang santai yang sedikit berantakan. Sementara itu Naylla dan laely keluar menuju halaman depan untuk bermain sepeda.
“inok.... pake topi nya biar tidak silau!” seru laely yang sudah berlari duluan.
“iya ely... tolong bawakan kesini!” pinta naylla.
Sesampainya di halaman depan mereka segera mengambil sepeda mereka masing-masing yang di simpan ayah sam di halaman samping rumah.
“inok...ely, hati-hati naik sepeda nya!” teriak Daniel di ujung halam yang sedang melipat kardus dan menumpuknya jadi satu.
“mas Daniel.... coba tenggok nih, inok udah bisa mengayuh sepeda tanpa di dorong!” teriak naylla sambil mengayuh pedal sepeda meski sesekali kakinya terjatuh ketanah.
__ADS_1
“ayo nok terus nok....sini kejar ely nok...!” ucap laely sedikit teriak yang sudah mengayuh sepeda nya sangat lancar meskipun badan nya sedikit tambun.
“tunggu inok dulu ely.... susah nih.” jawab naylla terenggah.
Hampir satu jam naylla mencoba dan terus mencoba sampai ia tak peduli peluh bercucur membayahi baju nya, yang pada akhirnya dia bisa menggayuh sepeda kecil milik andreytom empat belas tahun yang lalu itu dengan lancar tanpa jatuh.
Senja mulai merangsek sedikit demi sedikit kedalam awan jinga, pertanda pagi siang dan sore akan segera berlalu dan malam tiba menyambut kedatangan sang rembulan.
Satu persatu dari mereka mulai menyudahi aktivitas yang sedari pagi di gelutinya. Kemudian masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri dan bersiap-siap menjalankan ibadah sholat magrib berjama'ah.
***
Kisah Cinta Risty Dwi Santika !
Di sebuah kamar petak yang berukuran 3x3 meter Seorang gadis belia telah selesai menjalankan sholat magrib. Setelah melipat mukena dan sajadah nya yang kemudian di letakan di atas meja, ia pun beranjak berdiri dan melangkah menuju sebuah laci kecil yang biasa dibuatnya menyimpan barang-barang berharga milik nya.
Risty Dwi Santika.... yang biasa akrap di sapa Risty. adik perempuan dari Andreytom ini sedang bergejeolak asmara dengan satu laki-laki yang tidak asing lagi.... yang selalu mengisi hari-hari risty di tempat kerja. kebetulan hari ini hari minggu jadi tempat kerja risty libur.
Risty membuka laci kecil tersebut, terlihat sebuah buku kecil bersampul warna merah muda. Risty meraih buku kecil tersebut, di bukanya pelan-pelan dan seketika terlihat sebuah wajah yang tergambar sangat tampan. Risty tersenyum malu, ia merasa di tatap oleh gambar tampan yang memiliki kedua mata sangat indah dan teduh. Di Bawah Gambar tersebut tertulis sebuah nama Mario Jevantus. Di usapnya perlahan nama serta wajah laki-laki itu penuh dengan kerinduan.....
“elo di mana sih bang? sudah berhari-hari kenapa elo nggak pernah datang kerumah?” gumam Risty dalam hati.
Di *tatapnya kembali sang pujaan hati itu sampai Risty teringat satu peristiwa di ruang dapur...
Lima bulan Yang Lalu*...
Risty yang sudah selesai makan malam berniat meninggal kan dapur setelah mencuci peralatan yang di pakainya makan . Baru saja kaki Risty memijakan pintu dapur.....
“aaaoou..... aduh gimana sih jalan nggak lihat-lihat!” seru Risty tidak sengaja tertabrak tubuh tambun Mario yang hendak menggambil minuman di dapur.
“ma..maaf dek Risty, abang nggak sengaja.” ucap Mario kala itu.
“maaf...maaf! sakit nih......” ujar Risty sangat jutek.
“mana dek mana yang sakit? coba abang tenggok.” ucap mario sambil memegang tangan Risty yang kepentok pintu karena tersenggol tubuh suburnya itu.
“iiih apaan sih pegang-pegang.....?? awaas lepas!” nyolot Risty sembari menggibaskan jari kekar mario yang malah membuat dirinya hampir terpelanting. beruntung nya tangan Mario yang satunya segera menyambar tubuh munggil Risty sehingga tubuh jenjang itu spontan berada di dada dempal Mario.
Tubuh risty bergetar, jantungnya berdetup tak beraturan begitu pula dengan mario. ditatapnya wajah munggil risty yang nempel tepat didada sebelah kanan. wajah mereka semakin dekat dan pegangan tangan Risty semakin erat, entah kenapa tiba- tiba mata Risty terpejam, Mario semakin tidak bisa mengendalikan detupan kencang di dadanya daaan....
“woooy... ngapain kalian bercinta di dapur!” seru panjol kala itu.
Sontak saja seruan suara panjol itu membuat mereka berdua terperanjat dan saling melepaskan tangan masing-masing. Dengan sewot Risty pergi dari hadapan mereka berdua.
“Risty.....! ayah ngajak makan bareng tuh.” seruan Tesya membuyarkan lamunan Risty. segera di simpan nya kembali buku kecil itu di dalam laci.
“iya... tunggu di dapur entar gue kesana!” sahut Risty.
__ADS_1
BERSAMBUNG ☆☆☆