
Sesampainya di penghujung jalan perbatasan hutan, mereka pun berpisah menuju tempat tinggal mereka masing-masing.
“sampai ketemu besok di jembatan ya kak.” teriak daniel.
“Hati-hati kalian.” teriak balik gadis tomboy itu.
setelah menyusuri jalan perbatasan hutan, sampailah mereka di jalan menuju pemukiman.
“banyak banget hasil mbolang kita hari ini ya niel.”
sergah fajar kegirangan.
“pasti uwak bahagia sekali, karena kita orang su ambil hasil hutan yang sangat melimpah.” tambah radit yang tak kalah senang nya.
“itu juga karna bantuan kak andrey kan niel.”?
imbuh tegar dengan pertanyaan.
“iya bener kalian, sayuran dan buah-buahan ini bisa buat stok beberapa hari kedepan, jadi bisa ngurangin pengeluaran uwak.” ucap daniel.
“sampai juga kita di kontrak an.” ucap tegar.
“uwaak, sinok, ely.... kita dapet sayur dan buah-buahan banyak nih.” teriak fajar.
“beneran jar dapet kalian dapet sayur dan buah-buahan banyak.”? teriak naylla dari dalam rumah yang kemudian lari keluar dan di susul sama laely juga uwak.
“beneran donk masa kita bohong, tuh tenggok banyak banget kan.”? ucap daniel sambil mengeluarkan isi tas punggung mereka masing-masing.
“ada pisang wak... inok suka.” teriak naylla kegirangan bahagia.
“ini kalian dapatkan dari hutan kan tumbuhan liar, bukan tanaman orang.“? tanya uwak.
“iya wak, sayur dan buah-buahan ini tumbuh di ruli yang dulu nya di tanam sama yang punya bangunan, tapi sekarang kan ruli-ruli itu udah di gusur wak.” jawab daniel menjelaskan.
“manis banget pisang nya wak.” ucap laely sambil memakan buah pisang.
“ely sama sinok coba jambu nya juga, enak banget nggak keras.” tambah radit sambil menyodorkan buah jambu kepada laely dan naylla.
“ya sudah, kalian berempat mandi dulu hari sudah menjelang malam. uwak masak sayur dulu, setelah itu kalian makan malam.
“baik uwak, radit sama fajar kalian mandi dulu sana.” ucap daniel.
“ sinok, ely, kalian jangan makan buah terlalu banyak dulu, tidak kalau perut belum terisi nasi.”
nasehat uwak sambil menuju ke dapur untuk memasak makan malam.
“iya uwak.” jawab mereka berdua.
Dengan di bantu laely juga naylla, akhirnya uwak sudah selesai memasak untuk makan malam.
“enak banget tumis sayur daun ubi nya meskipun nggak di masak gulai kayak biasa nya ya neil.” celetuk fajar sembari menyantap makan malam nya.
__ADS_1
“iya uwak masak nya nggak pedas jar, itu sambal nya di pisah.” tambah naylla menimpali ucapan fajar.
“ sudah-sudah.... kalian makan aja apa yang sudah uwak masak malam ini, besok sambil mengantar empek-empek uwak membeli bumbu untuk memasak gulai daun ubi nya.” jelas uwak sembari menyantap makan malam juga.
“asyiiiik... besok kita lauk gulai daun ubi ya wak, di kasih lemak kambing kayak biasa nya kan wak.”?
tanya naylla gembira.
“aduuuh, kenapa harus di kasih lemak kambing sih nok, entar ngrepotin uwak misah-misahin, kan aku sama tegar nggak suka lemak kambing.” gerutu fajar.
“Sudah...sudah... ayo cepat kalian selesaikan makanan kalian, setelah itu di kemas semua kemudian kalian istirahat besok berangkat pagi ke jembatan nya biar tidak terlalu panas di jalan.” ucap uwak sembari membereskan piring kotor yang kemudian di bawanya ke dapur.
“baik uwak.” jawab mereka.
Setelah Selesai berkemas dan Membersihkan tempat untuk beristirahat, akhirnya mereka pun tertidur pulas keculai uwak yang masih sibuk membuat empek-empek.
*****
Waktu untuk istirahat tidur malam telah habis, tibalah pagi saat nya menjemput rezeki.
Satu persatu dari mereka pun terbangun dan bergegas ke kamar mandi.
tapi tidak dengan naylla sama laely, Mereka teriak histeris dari dalam kamar.
sontak saja membuat daniel, fajar, tegar, radit terkejut....
“mas daniel!”
“mas daniel, fajar, ini uwak kenapa..... tegar, radit cepat kalian kesini.” teriak naylla sambil teriak menanggis.
“ely sama sinok kan mau bangun, tiba-tiba lihat uwak mengigil kayak gini.” jawab ely mencoba menjelaskan.
“uwak, uwak kenapa waaak.”? tanya daniel sambil memegang badan uwak.
“uwak tidak apa-apa, sudah kalian pergi ngamen saja, nanti agak siangan juga sembuh. uwak harus ke pasar menjual sendiri empek-empek itu.” ucap uwak dengan nada gemetar.
“enggak uwak, mana mungkin dengan keadaan begini uwak pergi ke pasar menjual empek-empek? uwak istirahat aja hari ini biar empek-empek nya aku ke pantai di jual di sana dan sebagaian biar di bawa radit di jual di area pemulungan.” ucap daniel.
“aku sama sinok nungguin uwak ya niel.”? pinta fajar.
“ya udah kalian berdua di rumah aja jagain uwak.”
tambah daniel.
Setelah membagi dua empek-empek di sebuah tempat, mereka pun berangkat menuju jembatan.
“kita pamit uwak dulu niel.” perintah tegar.
“iya bener niel.” tambah fajar.
“wak, kami pergi mencari rezeki dulu ya, uwak cepet sembuh, ada sinok sama fajar yang jaga uwak.” ucap daniel sambil berlalu pergi dari kamar.
__ADS_1
Dengan perasaan sedih karna uwak mendadak sakit, mereka pun pergi ke jembatan untuk menuju tempat mengais rezeki masing dan berharap dapat penghasilan lebih hari ini.
******
Di Area Pemulungan.
“kamu bawa apa itu dit.”? tanya mak ou
“empek-empek buatan nya uwak, mak uo. uwak mendadak sakit pagi ini badan nya mengigil jadi kami harus menjual nya biar nggak rugi.” jawab radit menjelaskan.
“berapa sebijinya dit, boleh mak uo beli untuk sarapan. kebetulan kemaren mak uo baru menjual pulungan 3 hari.” ucap mak uo
“boleh donk mak uo, ayo dit kasih lihat mak uo empek-empek nya.” suruh ely.
“ ini mak uo, satu bijinya seribu rupiah saja. ini kuah sama mentimun cincang nya. mak uo may berapa biji.”? tanya radit.
“wah kelihatan nya enak banget dit, kasih dua saja ya.” ucap mak uo.
“baik mak uo.” jawab radit sambil mengambilkan dua biji empek-empek untuk mak uo.
Untuk mempercepat penjualan radit pun menjajakan empek-empek nya dengan keliling area pemulungan yang sangat luas itu supaya cepat habis.
Menjelang tengah hari akhirnya empek-empek buatan yang jumlahnya dua puluhan itu Terjual habis.
Setelah memasukan tempat empek-empek kedalam tas punggung radit pun mencari laely yang mencari pulungan sendiri untuk penyuruhnya makan siang.
Dengan bekal makan siang yang alakadarnya mereka menyantap makan siang dengan lahap yang kemudian istirahat sebentar.
*****
Suasana di pantai menanti jembatan barelang 4.
“wiih hari ini bener-bener panas banget ya gar.” ucap daniel yang mulai berkeringat.
“air minum di botol aja habis aku minum neil karena panas sekali.” tambah tegar.
“nggak pa-pa gar, entar kita isi di sana aja. empek-empek nya laku berapa gar? coba aku hitung dulu, baru laku lima biji gar.” ucap daniel.
“ coba kita bawa kesana niel, di sana banyak kerumunan orang .” sergah tegar sambil jalan ke arah kerumunan orang.
Meskipun di bawah terik matahari siang yang menyengat, mereka menjajakan empek-empek nya tanpa mengenal lelah sambil mengamen.
“gar kita makan siang dulu yuuuk.” ajak daniel sambil berteduh .
Mereka pun menyantap bekal makan siang yang sudah di siapkan uwak sebelum akhirnya uwak sakit.
“jadi kepikiran uwak ya gar, gimana keadaan nya sekarang.” ucap daniel menghentikan suapan nya.
“habiskan dulu makanan nya niel, terus ngamen sambil keliling siapa tau empek-empek nya habis baru kita pulang saja.” ucap tegar.
Dengan terpaksa daniel yang di bantu tegar menghabiskan makan siang nya.
__ADS_1
Sekitar jam dua siang empek-empek buatan uwak tinggal lima biji, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆☆☆