
ANDREYTOM AND THE GANK TERSASAR DI HUTAN DAN RAWA TANJUNG PINANG!!!
Ayah sam pingsan......
Kreeeeeeek.......
“asalamu'allaikum ayah.” ucap salam daniel sambil mendekat ke ranjang tempat tidur ayah sam.
“niel kenapa ayah diam aja niel?” tanya fajar panik.
“kalian jaga ayah disini, biar aku panggil kak risty sana kak tesya!” ucap daniel bergegas keluar dari kamar ayah sam.
Sesaat kemudian, mereka sampai di kamar ayah sam, dan segera masuk kedalam kamar....
“Ayaaaah....!” seru risty.
Dengan perasaan panik risty mendekat kearah ranjang tempat tidur ayah nya itu.........
“ayah.... bangun yah!” panik risty sambil memegang denyut nadi pergelangan tangan ayah sam.
“alhamdulillah....” gumam risty lirih.
“kak risty... Kenapa ayah kak??!” tanya daniel di belakang risty yang wajah nya sangat panik.
“ayah nggak kenapa-napa kan kak?!!“ tambah fajar berkaca-kaca.
“kak risty...... bangunin ayah kak, inok tidak mau kalau sampai ayah pergi ke surga seperti uwak dan bang panjol kak...! pasti pulang nya lama kak.” renggek naylla dalam tangisnya.
“kalian semua yang tenang dan nggak usah kwatir, ayah cuman pingsan. daniel...tolong ambilkan Minyak kayu putih di laci itu. dan kamu tesya, tolong ambilkan air hangat dan itu handuk kecil di lemari bawah, untuk mengompres ayah.” titah risty.
Tanpa menunggu lama mereka pun bergegas mengambil masing-masing barang yang di pinta oleh risty.
“yang ini ya kak?” tanya daniel sambil menunjukan balsem gosok.
“bukan...coba cari lagi, botol yang tutup nya warna ijo.” ucap risty yang hampir beranjak dari ranjang tempat tidur ayah nya itu.
“ini bukan kak?” tanya daniel lagi.
“naah yang itu bener, iya itu bawa sini buruan!” tambah risty kembali duduk di tempat semula.
“ini kak.” ujar daniel mengulurkan minyak yang di maksud sama risty.
Bersamaan tesya pun juga sudah membawakan air hangat di dalam baskom kecil dan segera mengambil handuk kecil di lemari bagian bawah pakaian ayah sam.
“ini ris air hangat nya.... gue taruh di atas meja ya?” ujar tesya. setelah meletakan baskom kecil berisikan air hangat tersebut, tesya duduk di ujung ranjang tempat tidur ayah sam dan memperhatikan risty yang sedang membaluri ayah sam dengan minyak kayu putih.
Risty pun segera menuangkan sedikit minyak kayu putih ke telapak tangan nya dan menghusapkan sedikit demi sedikit ke hidung, leher bagian depan, tengkuk, perut dan kedua telapak kaki .
Tak selang berapa lama ayah sam tersadar, beliau sedikit kesedak mencium aroma kayu putih yang di balurkan oleh risty.
“alhamdulillah..... akhirnya ayah sadar juga ayah minum dulu ya.” ujar risty mengambil sebuah mug kesayangan ayah sam yang berisikan air minum. Pelan-pelan risty meminumkan mug yang berisikan air putih itu ke mulut ayahnya, dengan sedikit mengangkat kepala ayah sam, kemudian di taruhnya kembali kepala ayahnya itu di atas bantal. dan risty pun mulai mengompres ayah sam
dengan menaruh handuk kecil yang sudah terperaskan air hangat di kening ayah sam.
“ayah.... inok takut ayah akan pergi kesurga seperti uwak sama bang panjol.” ujar naylla dengan isakan nya, kemudian memeluk tubuh ayah sam yang terkulai lemas di pembaringan.
Dengan perlahan ayah sam menggangkat tangan nya kemudian membelai indah rambut naylla....
“inok...ayah tidak kenapa-napa dan ayah tidak kemana-mana.” ucap ayah sam lirih.
“ayah risty buatkan ayah bubur sebentar ya? ayah dari tadi siang tidak makan kan?” ujar risty beranjak dari ranjang tempat tidur ayahnya itu.
“tesya.... tolong gantikan mengompres ayah sekali lagi aja, karna air nya udah nggak anget lagi.” ucap risty lagi kemudian berlalu dari kamar menuju dapur.
Menit berlalu dengan cepat, bubur nasi pun sudah selesai risty bu“at.
dengan segera ia menuju kamar ayah sam kembali kemudian menyuapi ayah yang sangat di cintainya itu.
Berkat ketlatenan risty dan tesya juga semangat dari anak-anak Tangguh itu ayah sam berangsur membaik.
Setelah dirasa ayah sam sedikit pulih, mereka pun satu persatu meninggalkan kamar tersebut dan membiarkan ayah sam untuk beristirahat.
Seperti nya mereka semua sudah sangat kelaparan. jam tangan tesya menunjuk waktu sembilan malam. mereka menuju dapur bersamaan. setelah membuat makanan seadanya yang di kerjaan secara bersama dan saling membantu, akhirnya menu makan malam mereka santap dengan nikmat kebersamaan.
*****
Pelarian Andreytom And The Gank Berakhir Tersasar Di Hutan!!!
Dua hari sudah mereka bertiga lari meninggalkan kota batam. Karena tidak membawa identitas lengkap, mereka tidak berani naik feri untuk menuju tanjung pinang. Dengan terpaksa mereka naik perahu yang mungkin mustahil untuk di tempuh dengan jarak yang sangat jauh, tetapi tidak ada yang mustahil bagi mereka ber-tiga, sampai-sampai tersasar di hutan belantara dan rawa-rawa.
__ADS_1
Di tengah hutan tersebut ada Gua kecil suram gelap gulita, yang sudah berlumut pada dinding-dinding kukuh dari bebatuan itu.
Tetapi jauh dari kalut mereka mencari jalan keluar supaya bisa pergi dari tempat tersebut. akan tetapi mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk mencari jalan ujung hutan belantara yang sangat seram itu, karena keadaan yang sudah sangat malam. Arloji yang masih setia terpasang di pergelangan kiri gadis tomboy menunjukan pukul 10.30 malam. mereka berapi ungun di depan Gua untuk menghangat kan tubuh dan sekalian untuk menerangi tempat sekitar Gua tersebut.....
“untung di perahu yang kita tumpangin tadi banyak orang yang jual makanan, jadi selama Tersasar kita nggak bakal kelaparan.” ujar gadis tomboy sembari mengeluarkan makanan yang dibelinya di perahu kecil yang sebenarnya tidak bisa menuju ke tanjung pinang. mungkin uanglah yang melancarkan segala kendala sehinga mereka terdampar di hutan belantara dan rawa-rawa itu.
“dan untung nya lagi bebatuan di sini masih murni dan baku, beberapa kali digosokkan udah langsung nyala, jadi kita bisa membuat bara api dari daun kering dan ranting-ranting yang kita kumpulkan tadi siang dengan mudah dan cepat.” tambah mario yang mematahkan ranting-ranting kering, kemudian menaruhnya di atas bara api yang semakin membesar nyalanya karena dedaunan kering yang sudah kesulut terlebih dahulu .
“meski ini bukan pertama kalinya kita kesasar dan bermalam di hutan,tapi tetep aja gue sedikit ada rasa takut. kayaknya nih hutan lebih serem dari tempat kita kesasar dulu waktu di hutan jembatan barelang, saat kita kesasar ber-lima.” kenang galeh di kala mereka ber-tiga tersasar bersama panjol juga tesya.
Gadis tomboy yang mendengar kenangan galeh, jadi teringat ketika mereka ber-lima tersasar di hutan jembatan barelang dua tahun yang lalu. pada waktu mereka kabur dari grebekan polisi saat ada razia dan perapian jembatan dari, brandal-brandal liar yang suka meresahkan pengunjung jembatan.
karena pada waktu itu sering terjadi pencopetan di area jembatan.
Meski mereka ber-Lima tidak pernah melakukan hal yang merugikan banyak pihak tersebut.
karena di jembatan itu mereka sekedar mengamen.
Tetapi yang namanya polisi tidak bisa membedakan, yang mereka tau tampang-tampang seperti Gadis tomboy And The Gank lah tersangka pencopetan itu.
“woooy anjiiir.... gimana kita bisa hidup di tengah hutan horor gini? heh tom.... loe nyantai banget sih, heran tuh muka nggak ada panik-paniknya.” celotehan panjol kala itu.
“sumpah tesya takut banget kak... pasti nih hutan banyak binatang buas nya.” sergah tesya saat itu sambil memegang erat lengan gadis tomboy, dan menengelam wajahnya di tubuh bagian samping milik gadis tomboy.
Mengingat semuanya itu...membuat gadis tomboy tersenyum kelu yang mengandung kepedihan. tanpa di rasa butiran bening terjatuh sempurna dari sudut matanya yang kemudian menetes di samping pipinya.
“sorry kak.... jadi bikin elo sedih.” ujar galeh yang sudah terduduk di samping gadis tomboy.
“enggaklah galeh.... gue cuman tiba-tiba teringat mereka berdua waktu kita kesasar di hutan jembatan barelang.” jawab gadis tomboy dengan senyum penuh teka-teki.
Sial....!!! padahal sedikit lagi kita bisa membalaskan kematian panjol! gara-gara ada satu warga yang memergoki aksi kita, berantakan semua rencana yang sudah kita susun dengan rapi.” umpat mario kesal.
“tidak segampang itu Rio....! aksi kita yang beberapa kali itu, pasti udah mengundang kecurigaan polisi. bahkan kalau malam itu kita nekat... gue nggak jamin keselamatan kita.
loe nampak sendiri kan pas malem hampir pagi itu? rombongan mobil polisi patroli di jalan tempat kita beraksi!” ucap gadis sembari menyetel Senar Gitar pemberian dari panjol di hari ulang tahun nya di tahun lalu.
“iya kak, elo bener banget! mulai sekarang kita harus super hati-hati dimanapun tempat. seaman-aman nya kita tinggal di hutan itu pasti nggak akan berlangsung lama, karena bagaimanapun juga kita butuh berada di luaran sana.” ujar galeh membenarkan cara berfikirnya gadis tomboy.
“eh udah gue stell nih.... gitaran yuk, biar nggak penat otak kita!” pinta gadis tomboy.
Gadis tomboy menyodorkan Gitar yang sudah di stell itu ke arah mario...
“elo udah hafal kunci *Br**andal Malam Di BangkuTerminal* belum rio?” tanya gadis tomboy sembari menyantap kentang crispy kesukaan nya.
“hehehe dikit kak.” jawab mario terkekeh.
“udah bisa dia kok. loh itu Gitar yang di kasih panjol ya kak? yang punya elo pemberian ayah sam mana?” tanya galeh.
“panjang ceritanya leh, entar kalau ada waktu gue ceritain.” jawab mario sedikit minder dengan gadis tomboy. karena di malam tewas nya panjol Gitar Tua pemberian ayah sam telah di buatnya hancur.
“buruan mulai rio...! ngobrol mulu' kapan mulai nyanyinya??!” greget gadis tomboy.
“hahahaha... iya iya, sabar kak.” ucap mario mulai fokus.
Mario mulai memetikkan jari-jarinya kearah senar gitar baru, yang sama sekali belum pernah berirama dan bernada suara....
Sayup-sayup terdengar suara petikan gitar memecah keheningan hutan belantara yang sunyi senyap dan mencekam.....
...☆ Brandal malam di BangkuTerminal ☆...
Sebentar lagi pagi kan datang ....
Walau sang bulan malas untuk pulang...
Dibangku terminal benakmu bertandang....
Gelisah seorang merasa terbuang....
Sedetik ingatnya seribu angannya....
Dambakan malam terus berbintang....
Dibawah sadarnya nasib bercerita....
Hangatnya surya bara neraka...
Sampai kapan kau akan bertahan....
__ADS_1
Dicaci langit tak sanggup menjerit....
Hitam awan pasrah kau jilati....
Kusam kau dekap dengan muak kau lelap...
Pagi yang hingar dengan sadar engkau gentar...
Jangan jangan
Pagi kau hadirkan...
Biarkan malam terus berjalan...
Jangan jangan
Mentari kau terbitkan....
Jangan jangan
Pagi kau datangkan...
kumohon dan ku harapkan...
Jangan jangan
Mentari kau terbitkan...........
Alunan Gitar yang di petik mario terhenti ketika, tepuk tangan gadis tomboy dan galeh yang menggema sampai masuk kecelah sudut Gua .....
“waoow..... keren, keren... keren...!” seru gadis tomboy.
“hebat loe rio.....! sumpah... ini nggak kalah sama petikan gitar panjol.” tambah galeh.
“hehehe... thanks kak, makasih leh.” ucap mario tersipu malu.
Tidak terasa waktu berputar di angka satu dini hari. mereka masing-masing sudah menguap pertanda rasa ngantuk tiba.
*Dengan berbantalkan tas punggung masing-masing mereka merebahkan diri dan mencoba memejamkan mata!
*****
Ayah sam sudah mampu menjadi imam kembali.....
Suara Adzan subuh bergumandang di ujung ruli Bengkong indah. Daniel bergegas bangun dan segera mengambil air wudhu yang di susul tesya, tegar, laely kemudian fajar juga radit. sesaat naylla terbangun*.....
“mas daniel... inok mau ikut sholat, tungguin inok.” pinta naylla yang mulai membuka matanya dan berusaha beranjak dari tilam tebal itu.
“kak tesya bantuin inok ambil wudhu ya nok.” ujar
tesya menuntun naylla ke tempat berwudhu.
Setelah siap semua, merekapun bergegas menuju kamar ayah sam untuk berjama'ah sholat subuh.
Sesampainya di depan kamar ayah sam mereka mengetuk pintu dan mengucap salam, setelah mendapat jawaban dari ayah mereka bergegas masuk. ternyata ayah sam sudah menunggu mereka.
Dua rakaat telah terselesaikan dengan khusuk. setelah di tutup dengan doa dan di akhiri dengan ciuman di punggung tangan ayah sam,mereka segera pamit untuk menghirup udara pagi. tesya yang berjalan menuntun naylla terhenti langkah nya ketika ayah sam memanggil nya....
“nak tesya.....” panggil ayah sam.
tesya pun menghentikan langkahnya kemudian menolehkan kepala nya kebelang kearah ayah sam yang masih terduduk di atas sajadah.....
“iya ayah... ada apa?” tanya tesya.
“apakah kak andrey belum pulang juga nak tesya?” tanya ayah sam penuh kecemasan.
“belum ayah.” jawab tesya dengan senyuman ramah yang tersunging di bibir mungilnya itu.
“apakah nak tesya tau kira-kira kak andrey kemana? apa mungkin tidur di tempat kos-kosan nak galeh lagi? tapi kenapa perasaan ayah tidak tenang begini?”ucap ayah sam gelisah.
Naylla minta ijin kembali tidur. kemudian tesya pun berjalan mendekati ayah sam....
“ayah... kak andrey itu sudah dewasa dan kuat orang nya, jadi.... kak andrey pasti bisa menjaga dirinya sendiri. lagi pula kan ada bang mario juga bang galeh.” tutur tesya lembut.
*Ayah sam sedikit lega mendengar penuturan dari tesya.
setelah di pastikan ayah sam sudah lebih tenang, tesya pun pamit untuk membuat sarapan pagi.
ayah sam yang sudah sedikit tenang beranjak dari tempat duduk nya, kemudian melipat sajadah dan meletakan di meja dekat Alqur'an. lalu beliau keluar kamar menuju halaman belakang.
__ADS_1
BERSAMBUNG ☆☆☆*