MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 09


__ADS_3

Setelah mendapat tumpangan akhirnya daniel bersama tegar sampai di jembatan barelang dua.


“kita nyebrang niel buruan.” ajak tegar sambil menarik lengan daniel setelah kendaraan sepi.


“kita samperin radit sama ely yuk gar di tempat pemulungan.” ajak daniel.


“niel... itu bukan nya kak andrey.”? tunjuk tegar ke arah ujung jalan.


iya bener kamu gar, kita samperin dulu yuk.” ucap daniel sembari berjalan menuju ke tempat gadis tomboy yang sedang gitaran.


“kak andrey!” panggil daniel sambil menepuk bahu gadis tomboy.


“bujubuneng, ngagetin banget sih loe!” ucap gadis tomboy itu tersentak kaget.


“hehehehe, maaf kak udah ngagetin kak andrey.”


ucap daniel sambil tertawa kecil.


“hedeh... untung gue nggak punya penyakit jantung.” ujar gadis tomboy itu sambil memegang dadanya.


hehehehe maaf banget kak, oh ya... kak andrey mau makan empek-empek buatan uwak aku nggak.”? tanya daniel sembari mengeluarkan kotak tempat empek-empek dari dalam tas punggung.


“elo sambil ngamen jualan empek-empek juga.”? ucap gadis tomboy itu menerima kotak yang berisi empek-empek.


“baru hari ini kok kak, itu pun karna uwak sakit mendadak pagi-pagi.” ujar daniel lagi sambil mengeluarkan kantong plastik kecil yang kemudian di berikan kepada gadis tomboy itu.


“ada lima biji empek-empek nya, pas nih buat kita berlima.” ucap gadis tomboy itu sambil memasukan empek-empek satu persatu kedalam kantong plastik kemudian daniel menuang kuah nya.


“nih kotak nya, Langsung masukin dalam tas, btw makasih ya niel.” suruhnya.


“sama-sama kak, kalau gitu kami berdua ke tempat pemulungan dulu ya kak baru pulang ke kontrak an.” ucap daniel sambil belalu meninggal kan gadis tomboy itu menuju area pemulungan.


*******


“radit, ely ayo kita buruan pulang, takut ada apa-apa sama uwak.” teriak daniel dari ujung area pemulungan.


”kita kesana saja niel, jangan teriak-teriak di sini.” ucap tegar sembari berjalan menuju tempat radit dan laely mulung.


“dit... hari ini kita pulang awal aja takut ada apa-apa sama uwak. ucap daniel.


“eeh ada mas daniel sama tegar kesini.” ucap laely kaget karena mereka berdua datang ke area pemulungan.


“tunggu sebentar, beta bereskan dulu hasil pulungan.” ucap radit.

__ADS_1


Setelah selesai membereskan dan menyimpan hasil pulungan hari ini mereka pun keluar dari area pemulungan menuju jalan arah pemukiman.


“dit... empek-empek kau habis tak.” tanya tegar yang berjalan di sebelah radit.


“puji syukur gar, habis waktu siang tadi.” jawab radit.


“punya kami masih sisa 5 biji , kemudian pas pulang dari pantai kami ketemu kak andrey sama rombongan ngamen nya sedang gitaran, ya udah aku kasihin aja.” terang daniel sambil menggeluarkan kotak tempat empek-empek tadi.


“loh apa ini.” gumam daniel sambil membuka kotak tempat empek-empek itu.


“kok ada uang nya niel.”? tanya tegar.


”itu sepuluh ribu ya mas daniel.”? tanya laely juga yang melihat uang kertas sepuluh ribuan di tangan daniel.


“ya ampun kak andrey,,,, ternyata empek-empek yang kita kasihkan tadi di bayar sepuluh ribu sama kak andrey gar.” ucap daniel sembari menoleh ke arah tegar.


“puji syukur ya niel.“ sergah radit


rezeki untuk beli obat uwak.” tambah tegar.


Setelah beberapa menit mereka berjalan sampailah mereka di pemukiman ( kontak an ).


“loh, kok pintunya di gembok.” gumam daniel.


“anak-anak, uwak kalian di bawa ke klinik karna tadi siang beliau pingsan!” seru bude janah.


Dengan bantuan anak bude janah mereka pun sampai di klinik yang cukup jauh dari pemukiman.


“uwaaak!”


setibanya di klinik mereka langsung menghambur keruangan di mana uwak di rawat.


Ternyata disana sudah banyak warga pemukiman yang menunggu uwak.


“fajar, sinok.... kenapa uwak bisa pingsan.” tanya daniel dengan nada panik, kepada naylla yang duduk di luar klinik.


Sebenarnya anak kecil tidak boleh berada di lingkungan klinik atau rumah sakit kalau tidak sakit.


karena berhubung mereka tidak ada yang menjaga mereka terpaksa di bawa ke klinik, tetapi tidak di izinkan masuk ke dalam.


”tadi itu... naylla tidak melanjutkan perkataan nya langsung terisak sedih


“udah.. inok jangan sedih. kamu aja yang jelasin jar, kenapa siang tadi uwak bisa pingsan.”? ujar daniel sembari mengelus rambut naylla.

__ADS_1


“tadi itu uwak mau ke kamar mandi, tapi baru sampai depan pintu uwak jatuh pingsan niel.” tutur fajar sedih.


“Sudah - sudah,,,, kalian tidak perlu sedih lagi,


itu uwak kalian sudah tidak apa-apa kalian di perboleh kan masuk.” ucap perawat rumah sakit.


“terima kasih kakak perawat.” ucap fajar sembari lari masuk kedalam, kemudian disusul sama yang lain.


“uwaaaak!”


Teriak mereka berenam sambil memeluk uwak yang terbaring lemah dengan haru.


“Kenapa kalian semua berada disini? klinik ini kan cukup jauh dari pemukiman, jalan kaki kalian ke sini nya ya”? tanya uwak penasaran dengan nada lemah.


Bude janah dan anak Laki-Laki nya yang masih berada di ruangan itu berusaha menenangkan mereka.


“Sudah yo anak-anak,,,,kalian ndak perlu sedih uwak kalian sudah baik-baik saja, besok pagi sudah boleh pulang.” tutur bude janah menasehati.


“ya udah, biarkan uwak kalian istirahat. kalian ikut mas johan makan malam dulu aja yuk, lagian ada bude janah yang akan menjaga nya. kalian harus makan biar tidak sakit seperti uwak.” terang anak bude janah yang biasa di panggil johan.


Akhirnya mereka pun mendengarkan nesehat bude janah sama mas johan untuk tidak terlalu kawatirkan uwak.


Setelah kenyang makan malam yang di belikan mas johan di warung sebrang jalan tadi, mereka pun pamit kepada uwak untuk pulang ke kontrak an agar bisa beristirahat.


*******


Sesampainya di pemukiman.


“sinok sama ely kalian mandi dulu keburu malem entar dingin.” ujar daniel.


“sinok mau cuci muka sama ganti baju aja mas daniel.” tolak naylla yang sudah mulai mengantuk.


“sinok sini dengerin mas daniel ya, sinok kan dari siang di klinik nungguin uwak, pasti banyak penyakit di sana jadi sinok harus mandi bersih biar nggak sakit. mas daniel rebusin air.” tutur daniel memberi penjelasan kepada naylla.


Jam dinding menunjukan pukul sepuluh malam.


Suasana pemukiman sudah sangat sepi, para penghuninya sudah beristirahat malam.


Begitu juga dengan anak-anak Tangguh ini.


Meski tanpa uwak mereka harus tetap kuat dan mandiri.


BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2