
Jam dinding menunjukan pukul 07.00 malam.
Satu persatu anak mulai membuka matanya, mereka binggung karena ruang kamar sangat gelap.
“loh niel... kok gelap banget, ini udah malam atau pagi.”? tanya fajar sambil menoleh ke jendela.
“aduh dit, ini berat banget kaki radit menimpa ely.”
terdengar swara laely menegur radit.
“ternyata kita tidur lama banget, sampek malem gini.” ujar daniel sambil beranjak .
uuuuwak...uwak... naylla ikut uwak. ” terdengar naylla menggigau memanggil manggil uwak.
“nok..nok bangun nok, niel badan sinok panas banget niel.” ucap fajar panik sambil memegang dahi naylla.
“cepetan kewarung bude janah jar beli obat turun panas, dit kamu temenin fajar.” ujar daniel menuju dapur untuk mengambil air hangat dan kain buat mengompres naylla.
“gar, kamu bisa kan bikinin sinok bubur nasi? kamu ambil sedikit nasi taruh di panci kasih air, masak sampek air tinggal dikit kasih garam matiin kompor.” your daniel menjelaskan.
“iya bisa!” jawab tegar singkat sambil berlalu dari kamar menuju dapur.
“sinok kenapa.”? tanya bude janah yang Tiba-Tiba sudah berada di depan pintu kamar yang di ikuti fajar sama radit.
“bude janah.”? daniel kaget melihat bude janah sudah berada di depan pintu kamar.
“iya... bude sengaja ikut kesini karna bude kwatir terjadi apa-apa sama sinok, setelah fajar bilang beli obat turun panas untuk sinok. sebelum di kasih obat turun panas perut harus di isi dulu.” tutur bude janah.
“iya bude aku sudah suruh tegar untuk membuatkan sinok bubur nasi.” ujar daniel sembari mengompres dahi naylla.
“ya sudah, biar bude lihat dulu.” ucap bude janah menuju ke dapur.
Akhirnya bubur nasi yang di buat tegar di bantu sama bude janah pun sudah matang .
Pelahan-lahan daniel pun menyuapi naylla.
Setelah memakan beberapa sendok bubur nasinya naylla pun sudah tidak mau memakan bubur nya lagi.
***Kemudian daniel pun memberikan naylla satu tablet obat turun panas rasa Jeruk dan naylla tertidur kembali .
Jam menunjukan pukul 09.00 malam !
Naylla yang setengah jam lalu di kasih minum obat turun panas, dia bangun dengan berkeringat
itu pertanda obat turun panas telah bekerja dengan sempurna.
“mas daniel, sinok udah sembuh. sinok mau makan lauk gulai daun ubi daging kambing tanpa lemak bikinan uwak!” seru naylla dari dalam kamar.
__ADS_1
Daniel bersama yang lain sedang menghitung uang peningalan uwak di sebuah kaleng yang jumlah nya sangat banyak itu pun terkejut mendengar teriakan naylla dari dalam kamar.
Kemudian mereka pun berhenti menghitung uang itu lalu beranjak menuju kamar.
“sinok udah sembuh.”? tanya fajar dengan nada gembira.
“horeee....sinok udah sembuh.” girang laely.
“sinok lapar.” ucap naylla sembari tersenyum.
“cepetan niel, ambilkan sinok nasi sama lauk gulai daun ubi daging kambing tanpa lemak bikinan uwak.” ujar tegar.
“iya iya... bentar ya nok mas daniel ambilin, tadi sayur nya udah di panasi.” ucap daniel berlalu menuju dapur.
Tak lama kemudian...
“fajar, laely.... bawa sinok keluar sini, tegar radit sekalian kita makan malam bersama.” ucap daniel yang ternyata sudah sekalian menyiapkan makan malam untuk mereka semua.
“mulai sekarang, kita harus bisa menjalani hidup ini tanpa uwak. kita harus mandiri tanpa menyusahkan warga pemukiman disini. faham kan kalian maksud aku.”? ujar daniel mengawali pembicaraan di sela makan malam.
“bagaimana kalau uang peningalan uwak yang hasil keringat kita semua itu buat cari kontrak an dekat jembatan sana.”? usul radit sambil menyantap makanannya.
“kenapa kita nggak cari kontrak an di sekitar pantai aja, biar kita bisa bantu daniel sama tegar kerja di kebun bang tohun.”? tambah fajar.
“kalau soal itu kita pikirkan nanti aja.” jawab daniel sembari menyuapi naylla.
mereka segera Membersihkan semua baru mereka beristirahat.
Malam semakin larut... dan mereka pun tertidur pulas di kamar yang sedikit sempit, kamar tempat uwak naylla dan laely tidur setiap malam nya
sewaktu uwak masih hidup
****
Pagi pertama tanpa uwak !
Mungkin karena mereka tidur terlalu larut malam ,
jadi mereka bangun pagi pun bersamaan matahari pagi terbit di ufuk timur.
“ kesiangan deh kita gar!” seru daniel.
“pagi ini kita kerja sama bang tohun dulu kan niel.”? tanya tegar.
“iya gar... nggak enak kalau hari ini nggak temui bang tohun lagi, dikira kita ingkar janji. bang tohun kan dah baik tawarin kita pekerjaan” ujar daniel yang kemudian bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Setelah Membersihkan diri, daniel bergegas kedapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal makan siang.
__ADS_1
Tegar yang kemudian di susul fajar dan radit mereka bergantian Membersihkan diri meski cuma sekedar membasuh muka.
“ nasi nya masih banyak dan ini ada banyak telur juga, kita bikin bekal makan siang dan buat mereka makan siang nasi goreng aja gar.” ujar daniel.
“iya niel, kalau sarapan itu banyak kue yang di kasih bude janah sama warga pemukiman.”
jawab tegar.
“ya udah , kamu isi air minum biar aku masukin nasinya dalam kotak.” daniel pun berniat menggambil kotak nasi tapi ..
tak sengaja mata daniel tertuju sama kotak persegi yang biasa di gunakan uwak untuk tempat empek-empek. sejenak daniel memegang kotak itu, daniel teringat terakhir kali uwak membuat empek-empek pada saat uwak pagi nya jatuh sakit dan akhirnya empek-empek itu dia dan radit yang menjual nya. tak terasa daniel meneteskan air mata.
“niel, buruan! sudah siang ini.” seru tegar menggejutkan lamunan daniel tentang empek-empek uwak.
“e...i...iya.. iya.... gar.” gugup daniel yang kemudian segera masukan nasi goreng kedalam kotak tempat nasi.
“radit, fajar... hari ini kalian nggak usah kemana-mana ya, jagain sinok ama ely di rumah. kalau mau sarapan banyak kue roti dan jajanan di dapur yang di bawakan bude janah kemaren. aku sudah masak nasi goreng buat makan siang. ya udah kalau gitu aku sama tegar pergi dulu ya, kalau kalian mau main jangan jauh-jauh pintu di gembok.” tutur daniel sambil melihat naylla sama laely yang masih tertidur pulas di kamar. kemudian mereka pun meninggalkan kontrak an menuju jembatan barelang dua untuk menunggu jemputan
sopir sayur abang tohun namanya.
Selang beberapa saat daniel dan tegar pergi, naylla juga laely bangun.
Mereka berdua langsung ke luar kamar.
Sedangkan fajar dengan radit mereka melanjutkan menghitung uang yang kaleng kemaren yang belum selesai di hitung!
“radit, fajar? mas daniel sama abang tegar, mereka udah pergi ya? tanya naylla sembari mengucek matanya.
“kita ke kamar mandi dulu yuk nok.” ajak laely sebelum fajar dan radit menjawab.
Setelah naylla dan laely selesai Membersihkan diri akhirnya mereka berempat pun sarapan teh manis
kue juga biskuit pemberian bude janah juga warga pemukiman.
*****
Sesampainya di jembatan barelang mereka ngos-ngosan, bajunya basah penuh keringat!
“kalau ely sama sinok nggak ikut, cepet ya gar kita jalan nya.” tanya daniel sambil mengatur nafas.
“ya jelas cepat, baju saja sampai basah kuyup mandi keringat begini.” jawab tegar yang tak kalah nggos-ngosan nya dari daniel.
“mandi keringat? hemat air donk kita hahahahaha.”
tawa bahak daniel terhenti ketika sebuah mobil menghampiri nya, dan ternyata itu mobil bang tohun.
BERSAMBUNG ☆☆☆
__ADS_1