
ANDREYTOM AND THE GANK SEMAKIN GANAS !!
Setelah puas bermain di wahana permainan anak, fajar juga radit merasa lapar. sedangkan daniel masih seru bermain mobil balap dengan tegar juga gadis tomboy....
“kak andrey .... masih lama ya kak main nya?” tanya fajar setelah mendekat ke arah gadis tomboy itu.
“kenapa jar? kalian udah capek ya?” tanya gadis tomboy yang masih fokus dengan permainan nya.
“kami laper kak.” ujar fajar lirih.
“apa jaaar? kakak nggak denger. ” tanya ulang gadis tomboy yang kemudian memberhentikan permainan nya.
“kami udah laper kak.” jawab kembali fajar.
“ooo laper.... ya udah, yau dah. kita naik ke atas cari makan di sana ya, eh tunggu.... ini inok, ely sama kak tesya mana? ujar gadis tomboy sembari menyebarkan pandangan nya kepenjuru mall.
arloji gadis tomboy menunjukan pukul 7.30 malam. setelah menemukan tesya,naylla juga laely, mereka pun naik ke lantai dua untuk mencari makan malam.
Mereka menaiki eskalator untuk menuju ke lantai dua, tetapi.....
“looh kak, kak... ini giman kok tangga nya lari gitu sih? gimana kita bisa naik?” ujar fajar yang sangat tertegun.
“inok takut kak.” ujar naylla yang pegangan erat tangan tesya.
“sini, sini inok kak tesya gendong.” ucap tesya sembari mengendong naylla sedangkan laely memegangi ujung baju milik tesya. tesya pun naik tangga berjalan itu duluan.
“naah, tuh kan mereka udah naik duluan, bisa kan? nggak pa-pa kan?.” ucap gadis tomboy sembari menunjuk kearah tesya, naylla juga laely yang sudah naik duluan.
“ayo gar kita naik!” seru daniel sambil mengandeng tangan tegar. daniel dan tegar pun juga berhasil naik ke atas melalui tangga berjalan tersebut.
“tangan nya taruh sini, kaki langkahkan satu dan....
“kak.. kak.. kak..... a a aduh kak.....
Akhirnya fajar berhasil berada di eskalator itu, ketakutan dan kepanikan fajar Pelan-Pelan berangsur hilang dan sampailah dia di lantai dua lalu fajar loncat kan kakinya... akhirnya fajar berhasil.
Di susul kemudian gadis tomboy bersama radit.
“hehehe.... seru kan jar dit?” tanya gadis tomboy .
“takut kak pertama nya, habis itu enggak. hahahaha.” ujar fajar yang terlihat menahan lapar.
“hehehehe.... wajar aja itu nggak pa-pa, kan ini pertama kali kalian masuk tempat kaya' gini. ucap gadis dengan senyuman.
“jar, dit, sini...!” seru naylla.
“eh itu inok, kak tesya sama ely, dit.” ujar fajar.
“biar mereka kesini saja fajar, kau lihat itu kak andrey sedang apa?” ucap radit meenunjuk kearah gadis tomboy yang sedang melihat-lihat menu makanan di sebuah lembaran kertas di tempel di setiap tiang mall itu.
“anak-anak, sini....!” panggil gadis tomboy sambil melambaikan tangan nya kearah mereka.
“iya kak... kakak sedang apa?” tanya daniel yang sudah mendekat.
“oo kakak lagi tenggok-tenggok gambar makanan ya hehehe....” sela fajar.
“inok mau makan ini kak.” kata naylla sambil menunjuk gambar ayam goreng yang di balur dengan tepung.
__ADS_1
“aku juga mau kaya' sinok kak.” tambah laely.
“ya udah samain aja kami kaya' inok sama ely kak, biar kak andrey nggak ribet hehehe.” saran daniel
“iya kak bener kata daniel, aku juga mau .” ujar fajar.
okey, okey... berarti kita pilih menu ini aja ya semua? ya udah kalau gitu, kalian cari tempat duduk biar kakak yang pesen makanan nya.” titah gadis tomboy yang berjalan menuju tempat pemesanan makanan.
Daniel dan tesya segera mencari tempat duduk, yang sedikit luas dan cukup untuk mereka delapan orang. Akhirnya mereka mendapatkan tempat duduk di ujung sebelah kiri teras depot makanan tersebut, dengan jumlah tempat duduk tidak kurang dari delapan orang.
Sementara itu, Gadis tomboy yang sudah memesan makanan dan minuman sudah mendapatkan giliran nya. Setelah pesanan di dapat ia pun membawa makanan tersebut ke meja nomer 12 tempat mereka yang sudah menunggu cukup lama.............
“maaf ya anak-anak kelamaan, soalnya nunggu antrian lama banget, pasti kalian sudah laper banget ya?” ujar gadis tomboy sesampainya di meja tempat mereka menunggu makanan datang. sesaat kemudian disusul seorang waiter membantu membawakan minuman yang sudah di pesan oleh gadis tomboy itu.
“terima kasih ya kak sudah di bantuin bawa minuman nya.” ujar gadis tomboy kepada waiter tersebut yang di balas dengan senyuman.
“ nggak lama kok kak, cuman telat. hahahaha... bercanda kak.” canda daniel sembari membantu gadis tomboy, menurunkan makanan-makanan itu dari nampan, dan di berikan kepada masing-masing anak.
Fajar, Naylla dan yang lain tertegun melihat banyak makanan yang di pesan oleh gadis tomboy itu, selain yang di bawanya tadi ternyata datang lagi makanan pesanan yang di antarkan oleh waiter depot makanan tersebut.
“loh... kok banyak banget makanan nya kak, ini semua boleh di makan kak?” tanya naylla polos dan lugu.
“boleh donk nok, hari ini kan masih hari ulang tahun nya kak tesya, jadi kita makan sepuasnya.” ujar gadis tomboy yang sengaja bicara seperti itu karena melirik tesya yang cangung dan segan. medengar perkataan gadis tomboy, tesya sedikit lega dengan senyum bahagia tanpa berkata-kata.
Sungguh pemandangan yang membahagiakan sekaligus mengharukan, mereka begitu lahapnya menyantap makanan yang mungkin belum pernah mereka makan sebelumnya........
“inok kenyang banget kak.” ujar naylla yang sudah menghabiskan makan malam nya sampai bersih tak tersisa.
“ely juga kak, kenyang banget.... di tambah minum ini lagi hehehehe.” sela laely dengan perasaan sangat bahagia.
“kami jugaaaa.” jawab mereka serempak .
“hehehehe.... kalian bisa kompakan gitu? syukurlah kalau kalian kenyang dan bahagia, kakak ikut senang. ya udah, kita pulang yuk... takut kemaleman entar kena tegur ayah.” ucap gadis tomboy sembari beberes meja bekas mereka makan.
Deeeg....
gadis tomboy serasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh tegar. anak seusia dia sudah bisa berfikir setara pemikiran orang dewasa. sebenarnya tidak heran kalau mereka punya pemikiran seperti itu, mungkin didikan dari seorang uwak yang telah membesarkan nya membuat nya jauh lebih mandiri dari anak pada umum nya.
“permisi kak... apakah makanan yang tidak habis ini mau kami bungkus untuk di bawa pulang?” tanya seorang waiter yang sedari tadi memperhatikan mereka.
“ee i i iya boleh, boleh....” pertanyaan dari waiter itu membuyar kan lamunan nya.
Segera waiter itu membereskan meja tempat mereka makan, dan mengemas makanan yang masih tersisa ke sebuah wadah kemudian memasukan nya ke kantong plastik.
Arloji yang terpasang di tangan kiri gadis tomboy menunjukan pukul 8.50 malam. Setelah berada di lantai dasar mall tersebut, mereka segera menuju pintu keluar, kemudian menyebrang jalan dan menuju pangkalan tempat angkutan di berhentikan. Sesaat kemudian sebuat mobil angkut yang sedikit penumpang nya berhenti tepat di sisi pangkalan tersebut. Mereka pun segera naik kedalam, akhirnya mobil angkutan pun melaju menuju kawasan ruli bengkong indah.
“bang, bang... depan kiri ya bang, terima kasih.” pinta gadis tomboy itu.
Mobil angkutan itu pun berhenti, satu persatu dari mereka pun turun Pelan-Pelan dengan membawa barang belanjaan masing-masing semampu mereka. Setelah memberi uang ongkos kepada abang sopir, mereka pun berjalan menuju rumah ayah sam.
“akhirnya.... sampai rumah juga kita!” seru gadis tomboy.
“kira-kira ayah udah tidur belum ya kak?” tanya tesya.
Gadis tomboy hanya menggangkat kedua bahunya tanpa berkata dan tanpa melihat ke arah sumber suara. Melihat reaksi gadis tomboy tesya tidak berani bertanya lagi, dia pun langsung masuk kedalam rumah menyusul anak-anak yang sudah masuk duluan.
Tanpa nunggu di kasih tau mereka pun segera menuju ke kamar mandi untuk Membersihkan diri masing-masing....
Mario dan galeh yang ketiduran di ruang tamu terhenyak mendengar suara mereka yang sudah pulang.
__ADS_1
“wiiih... kalian bener-bener happy ya main tanpa kami kak, jam segini baru pulang hehehehe.” canda mario kepada gadis tomboy yang duduk di kursi panjang ruang tamu tersebut.
“kapan-kapan loe ajak tesya lah kesana, kan kalian bisa happy - happy berduan. eh kalian udah siap-siap belum? entar kemaleman.” ucap gadis tomboy penuh kecemburuan.
“bentar, bentar bantaar.... ! maksudnya gimana sih kak? kok gue ama tesya, happy-happy berdua? nggak paham gue. oh iya kalau soal persiapan sih udah semua, seperti biaya perlengkapan di tas punggung nya galeh. yang hasil kapan hari itu di tas gue.” terang mario pelan setelah keheranan dengan perkataan gadis tomboy yang pertama mengenai mengajak tesya jalan berdua.
Tesya yang sudah selesai membersihkan diri, berjalan menuju ke arah mereka ber-tiga. gadis tomboy mengisyaratkan untuk tidak membahas apapun yang mereka lakukan di luar sana di rumah nya itu, langsung di fahami oleh mario juga galeh.
Seketika gadis tomboy beranjak dari tempat duduk nya..
“mario, galeh... kalian temenin tesya potong kue dan panggil anak-anak untuk makan bareng-bareng, gue mau mandi dulu.
“kak... kak andrey tunggu!!” seru tesya
Sssstttttttttt......
Gadis tomboy yang sudah berjalan menuju kamar mandi, sontak membalikan badan nya dan segera membungkam mulut tesya lembut, karena ayah sam sudah istirahat takut terjaga dari tidurnya. Tesya terkejut dan hampir terjatuh, secepat kilat gadis tomboy meraih tubuh tesya yang hampir terjatuh itu dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan nya masih membungkam mulut tesya. Melihat ekspresi tesya yang susah bernafas, perlahan-lahan di lepaskan bungkaman tangan nya itu. Gadis tomboy meraih lengan tesya kemudian memberdirikan nya dengan tegak.
Mata teduh nya menatap tesya dengan penuh rasa kecewa, rasa cemburu yang tak beralasan itu telah menyiksanya. Tesya membalas tatapan itu dengan perasaan bersalah. Dengan lembut tesya meraih tangan gadis tomboy yang masih berada di bahunya itu. di remas nya jari-jari gadis tomboy kemudian di ciumnya sangat mesra, lalu bibirnya berucap............
“maafin gue kak, maafin ucapan gue tadi siang yang telah membuat elo bersikap seperti ini ke gue. sakit kak rasanya di perlakukan elo seperti ini, dan ini kali pertama elo cuekin gue, nggak mau ngomong ama gue, selalu menghindar dari gue bahkan elo nggak sudi menatap guu..........
Belum sempat menyelesaikan ucapan nya, tesya terperanjat karena gadis tomboy itu mencium bibirnya sangat mesra, dan kemudian berlalu menuju kamar mandi meninggal kan tesya yang masih berdiri membisu. Bak di guyur air sejuk dari pegunungan tubuh tesya mendadak beku berdiri tak bergeming. perlahan di gerakan tangan nya, jari nya berusaha meraih bibir mungil nya itu yang tersentuh lembut oleh bibir gadis tomboy......
“ya tuhan... rasa apa ini? sangat lembut.... penuh mesra ...tidak kasar sedikit pun meski cepat banget dan....
“tesya.... kenapa malah benggong di situ? loe lupa jalan kedapur ya, kok kue ulang tahun elo belum di ambil juga? tanya galeh yang berjalan menuju ruang santai.
“hai anak-anak..... kalian belum pada tidur ya? eeh inok ama ely dah tidur ya? makan kue ulang tahun kak tesya yuuk!” ajak galeh.
“kue ulang tahun yang tadi siang itu ya bang? wah enak banget tuh mau mau mau hehehe .” ujar fajar
“mau lah bang... tadi di mall kenyang sekali sekarang lapar sekali hahaha.” canda radit.
huuuusssstttttt........
“jangan keras-keras lah dit! inok sama ely nanti terbangun kasian mereka kecapek an.” sergah tegar.
“iya iya gar... maaf.” ucap radit
“ya sudah kalian saja sana niel yang makan kue, aku masih kenyang.” lanjut tegar
Akhirnya mereka ber-empat pun berjalan kedapur, ternyata di sana sudah ada tesya, gadis tomboy juga mario. Dengan penuh canda tawa dan kebahagiaan, mereka memakan kue ulang tahun tesya pemberian dari gadis tomboy itu.
Setelah selesai memakan kue dan bercanda mereka minta izin untuk tidur duluan, gadis tomboy menyuruh tesya untuk temani mereka tidur di ruang santai, sedangkan dirinya pamit mau ada keperluan. kecurigaan tesya semakin mendalam, tetapi lagi-lagi dia tepis kecurigaan itu dan segera menyusul daniel,fajar juga radit untuk menemani mereka tidur di ruang santai.
Jam dinding ruang tamu menunjukan pukul 11.35 mereka segera mematikan lampu ruang tamu sebelum ayah terbangun, Pelan-Pelan mereka mengunci pintu dari luar , secepatnya mereka meninggalkan rumah dan berjalan menuju pangkalan pemberhentian angkutan umum.
“loe yakin kita akan beraksi lagi malam ini kak? kaki elo masih agak pincang gitu.” tanya mario meyakinkan niat gadis tomboy.
“halah gini doank mah nggak pa-pa, semoga malam ini target kita orang yang udah bikin nyawa panjol melayang, gue nggak bakal kasih ampun!!!” dendam gadis tomboy.
“eeh eh itu ada angkot! bang, bang..... batam kota bang.” seru galeh.
“maaf dek, sudah nggak narik lagi udah tengah malam, ini abang mau pulang.” jelas sopir angkutan umum itu.
“bang, saya bayar tiga kali lipat nggak pa-pa asal abang antar kan kami.” ujar gadis tomboy mendekat ke kaca mobil angkutan umum tersebut.
“ya sudah, ya sudah.... buruan kalian naik!
__ADS_1
“terima kasih bang.....”
BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆