
Setelah menempuh perjalanan yang sedikit lama akhirnya mereka pun sampai di pemukiman !
“jadi di sini kalian tinggal?” tanya gadis tomboy itu.
“iya kak. ayuk masuk kak, bang.” ujar daniel mempersilahkan mereka masuk setelah membukakan pintu.
“njol, tesya, mario, galeh... lepas sepatu kalian!” perintah gadis tomboy itu.
“aduh... sorry sorry, lupa gue.” ucap pemuda yang bernama panjol.
“hehehe maaf, kami lupa.” timpa tesya.
Setelah melepas alas kaki masing-masing, mereka pun kemudian duduk di lantai yang beralaskan karpet plastik yang sudah lusuh. tempat itu yang biasa buat daniel, tegar, fajar, radit, laely juga naylla makan dan setelah itu buat istirahat tidur malam.
karna tempatnya cukup sempit gadis tomboy dan teman- temannya pun duduk berdempetan.
Akhirnya panjol dan galeh mengalah duduk di depan pintu!
“ada apa ini niel? loh ini kakak yang di hutan waktu itu kan? eeeee...siapa ya? oh iya, kakak andrey ! bener kan?” ujar fajar.
“mereka siapa mas daniel?” tanya naylla binggung.
“sini-sini... kalian duduk deket kakak sini,jangan takut ya?” ujar gadis tomboy dengan senyum manisnya.
Akhirnya naylla dan laely pun mendekat duduk di samping gadis tomboy itu. sedangkan kan radit fajar daniel duduk berdempetan di depan kamar.
“nama kamu siapa?” tanya gadis tomboy itu.
“ nama aku sinok kak.” jawab naylla.
“sinok, unik namanya?” ujar gadis tomboy itu heran.
“sebenernya namanya naylla kak, tapi panggilan nya sinok.” tutur daniel.
“ooo... nama panggilan? lanjutnya.
“kalau kamu, siapa namanya?” tanya gadis tomboy itu menatap teduh laely.
“ely kak.” jawab laely.
“okey ely, kamu?” lanjut nya lagi.
“nama aku fajar kak, dan ini radit, itu tegar dan yang sono daniel hehehehe.” jawab fajar sembari tertawa kecil.
“hahahahaha.... pinter kamu, biar cepet kelar kamu borong semua ya.” ujar gadis tomboy itu sembari tertawa.
Mereka semua ikut tertawa, suasana duka menjadi bahagia, luka atas kepergian uwak sedikit terobati dengan hadirnya gadis tomboy itu.
kalian udah pada makan belum?” tanya nya lagi.
__ADS_1
“belum kak, kan nunggu mas daniel pulang.” jawab naylla.
“oh iyaa lupa, aku ada nasi padang tadi dapet jatah makan siang dua bungkus dari bang tohun. ” ujar daniel sembari mengeluarkan dua bungkusan nasi padang yang sudah di pisah sayurnya.
“eh daniel, di sini ada warung atau toko gitu nggak sih? pengen makan mie instan kuah pake telur nih gue.” tanya gadis tomboy.
“ada sih kak, warung nya bude janah. tapi di dapur banyak kak, di kasih sama warga pemukiman sini.” jawab daniel.
“ya itu kan buat stok kalian! nggak pa-pa sambil tenggok pemandangan sekitar pemukiman tempat elo tinggal. sinok...anter kakak kewarung yuk, dan kamu ely ikut juga ya.” ucap gadis tomboy itu sembari bangun dari tempat duduk nya.
“ikut dong.” sambar tesya.
“yups... tesya, elo ikut gue ama sinok juga ely ke warung beli makanan. panjol, mario, galeh kalian bantuin mereka di dalam.” ujar gadis tomboy itu yang kemudian berlalu menuju warung tempat bude janah yang di ikuti naylla, laely juga tesya.
“okey siap!” jawab serempak mereka bertiga yang kemudian masuk ke dalam rumah menuju dapur.
Sesampainya di warung bude janah...
“eh sinok, laely... kalian mau beli apa? lhoo lhoo iki sopo nok?” tanya bude janah heran melihat penampilan gadis tomboy dan tesya teman nya itu.
“saya... andrey buk, dan ini temen saya tesya.
kami temen ngamen nya daniel di jembatan.” tutur gadis tomboy itu sedikit sungkan.
“ooo teman ngamen nya daniel? iya...iya... iya.
“tolong mie instan yang kuah lima bungkus dan telur tiga butir ya buk.” pinta gadis tomboy itu dengan sopan.
“Lima mie instan yang kuah sama tiga butir telur ya? baik bude ambilkan sebentar.” ucap bude janah sembari memasukan belanjaan yang di pesan sama gadis tomboy itu ke dalam kantong plastik.
“sinok, ely... kalian pilih jajan yang kalian suka biar kakak yang bayar.” suruh gadis tomboy itu.
“ely, sinok mau minuman gelasan itu.” bisik naylla.
“kalian mau minuman ini?” tanya gadis tomboy itu sembari mengambil beberapa minuman gelas dari dalam lemari es berpintu kaca itu.
Naylla dan Laely menganggukan kepala tandanya mau!
“ini sekalian ya buk.” lanjutnya.
“o iya sini bude gabungkan sekalian. total dua puluh satu ribu ya.” ucap bude janah.
“kembalian nya dapet kerupuk ini nggak buk?” tanya gadis tomboy itu sembari memegang kerupuk yang di maksud.
“dapat, ambil empat bungkus ya.” jawab bude janah dengan senyum ramah.
Setelah selesai belanja mereka pun bergegas kembali menuju kontrak an.
“kak andrey belanja apa aja kok banyak banget?“
__ADS_1
tanya daniel yang baru selesai memanasi dua bungkus nasi padang yang lauk nya di pisah, sama merebus ubi juga pisang pemberian bude janah yang di bantu tiga teman dari gadis tomboy .
“nggak belanja kok, cuman beli mie instant, telur, minuman ama krupuk hehehehe.” ujar gadis tomboy itu sembari tertawa kecil.
“kenapa harus beli mie instan juga telur kak, kan di dapur banyak.” ucap daniel.
“udah nggak pa-pa.” jawab gadis tomboy itu berjalan menuju dapur.
“ ya udah kalau gitu aku sama tegar mandi dulu kak.” ucap daniel sembari berlalu menuju kamar mandi.
“ iya kalian mandi dulu sono, biar mie instan nya gue yang masak.” jawab gadis tomboy itu lagi.
“akhirnya kelar juga acara masak memasak nya, waktu nya makan malaaaaam!” seru gadis tomboy itu menghebohkan suasana malam sehingga anak-anak yang lain tertawa bahagia melihat tingkahnya.
Karna di rasa tempat makan malam biasanya tidak bisa menampung banyak orang, mereka pun berinisiarif menggelar karpet di halaman depan rumah kontrak an!
Setelah karpet di gelar rapi, makanan pun satu persatu di bawa keluar.
Dua baskom kecil yang berisikan pisang dan ubi rebus. Satu wajan tanggung mie kuah yang lengkap dengan telur, tidak lupa minuman gelasan juga kerupuk!
Meski baru beberapa hari uwak pergi untuk selama-lamanya rasa sedih itu dan kehilangan itu terasa terobati dengan kehadiran nya gadis tomboy beserta teman-temannya.
Jam dinding menunjukan pukul 06.30 malam.
“kita nggak pa-pa makan di luar rumah gini mas daniel ?”
celetuk naylla sembari mengupas pisang.
“karna ada kak andrey sama abang-abang ini juga kakak tesya kita makan di luar rumah nok, kan di dalem sempit.” ujar daniel menjelaskan.
“sinok serasa makan malam di pinggiran pantai nggak sih? hahahaha.....” tanya gadis tomboy itu sembari tertawa lepas sehingga yang lain pun ikut tertawa bahagia.
“malam minggu yang sempurna, sesempurna cintaku padamu wahay kau andreytom! hahahahaha.” selonoh panjol di tujukan kepada gadis tomboy itu sehingga membuat semuanya tertawa kembali.
“dasar gembel.... mabuk pisang rebus loe ya hahahahaha.” Timpa gadis tomboy itu yang tak kalah membuat heboh.
“cers dulu yuk kita.” ajak tesya sambil menggangkat minuman gelasan nya memberi aba-aba pada yang lain.
“Ceeeeeeeers!
Mereka semua mengangkat minuman gelasan mereka masing-masing keatas bak orang kaya
yang bersulam di tengah pesta.
Akhirnya mereka pun selesai menyantap makan malam yang sederhana tetapi sangat istimewa !
Makan malam bersama di malam minggu itu sebagai makan malam pertama kebersamaan mereka di kontrak an itu, yang di akhiri dengan petikan gitar gadis tomboy berkolaborasi dengan gitar kecil daniel dan diiringi suara indah tegar panjol tesya di ikuti yang lain.
BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆
__ADS_1