MENITIH SENJA DI UFUK BATAM

MENITIH SENJA DI UFUK BATAM
MENITIH SENJA DI UFUK BATAM SET : 19


__ADS_3

Menuju tempat tinggal gadis tomboy !


“kuncinya taruh di dalam tas punggung ely aja kak.” ujar naylla.


“oh gitu ya... okay baik.” jawab gadis tomboy itu. setelah mengembok pintu, kunci pun di taruh di dalam tas punggung laely bagaian depan.


“sini ely kak tesya yang gandeng tangannya, dan sinok sama kak andrey ya?” ujar tesya lembut sambil menoleh ke arah gadis tomboy itu.


Mendengar ucapan tesya, gadis tomboy itu hanya tersenyum sambil melirik ke arah nya.


Senyuman dan lirikan itu mengandung makna


yang sangat misterius dan hanya dia sendirilah yang tau artinya!


Tesya sempat melirik balik, entah kenapa gadis itu menanggapinya biasa saja .


“dari sini ya kak naik angkot nya?” tanya naylla sesampainya mereka di tempat pemberhentian angkutan kota.


“iya nok, kita tunggu nya di sini, bentar juga dateng angkot nya. kita duduk di sana yuk nunggu nya, tesya ely kita duduk di sana dulu yuk nunggu angkot nya.” ajak gadis tomboy itu sambil menunjuk ke arah tempat duduk dekat trotoar jalan tempat pemberhentian angkutan kota.


Sesaat kemudian angkutan kota yang mereka tunggu pun datang!


“nah itu nok,ely, angkot nya dah dateng, yuk buruan kita naik. sini sinik biar kakak gendong. tesya, loe gandeng ely naik ke dalem.” ujar gadis tomboy itu yang sudah naik duluan sambil mengendong naylla.


“okey kak!” seru tesya yang kemudian menyusul gadis tomboy itu naik kedalam angkutan kota sambil menggandeng lengan laely.


“tesya... duduk di pojok sono ama ely biar dya longgaran dikit.” suruh gadis tomboy itu. mungkin dia tau badan ely yang sedikit gemuk itu harus dapat tempat yang sedikit longgar.

__ADS_1


Setelah penuh, angkutan kota yang berisikan dua belas penumpang itu pun mulai melaju cepat menuju tempat yang di tuju masing-masing penumpang.


*******


Jembatan Barelang Dua...


“loh niel sampek pengunjung ramai gini kok bang tohun belum dateng juga?” tanya fajar yang sedari tadi ceclinggukan tidak tenang.


“he eh ya... ini dah jam berapa, kok bang tohun belum nonggol juga?” tanya balik daniel yang juga mulai gusar.


“macam mana pulalah kalian ini lupa atau sudah pikun, ini kan hari minggu. kemaren kau sudah bilang sama bang tohun kan niel, kalau hari senin kita baru bantu di kebun tempat nya bekerja? hari ini kita ngamen di sini. gitar mana?” tutur tegar yang ternyata dia tau kalau ini adalah akhir pekan.


“hahahahaha begudung lah kau gar, berarti kamu ingat kalau hari ini hari minggu gar? tadi pas di kontrak an kita buru-buru karna takut ketinggalan bang tohun pantesan kamu nggak ikut sibuk, biasa nya kan kamu yang paling bawel.” ujar daniel sambil memberantakan rambut tegar dengan candaan gemas nya.


“aaaah kau ini gar udah pandai ngerjain kita ya?” tambah fajar.


“tunggu pembalasan kami bertiga ya kau tegar.” timpa radit yang tak mau kalah hebohnya.


Akhirnya mereka pun tertawa terbahak-bahak bersama.


Seperti yang kita tau ya pembaca yang budiman, sosok tegar ini pendiam tetapi ternyata dia punya ke isengan dan kejahilan hehehe !


“gimana nih kita nggak bawa gitar? iseng banget sih kamu gar, kalau kayak gini gimana kita mau ngamen coba ?” tanya daniel yang mulai panik karna pengunjung yang mulai ramai tetapi mereka tidak punya alat buat ngamen.


“looh tegar mana niel?” tanya fajar.


“beta lihat dia jalan ke arah sana.” jawab radit sambil menunjuk ke arah tempat anak-anak remaja biasa tongkrongan setiap sorenya.

__ADS_1


“mana dit?” tanya daniel.


“alamak... kenapa tegar tidak ada, tadi beta lihat dia seperti ngambil sesuatu di bawah sini.” jawab radit sambil menunjuk tempat dimana tegar menggambil sesuatu seperti yang dia maksud.


“aneh banget sih tuh anak, sekejab aja dah ngilang dia.” gerutu daniel.


“eeh... itu di sana kan tegar! jalan kemari dia.” seru fajar.


“bawa apa dia?” gumam daniel.


“kita ngamen pakai ini.” ucap tegar sembari menyodorkan ke arah daniel juga fajar alat ngamen yang dia buat dari tutup botol minunan keras lalu dia lubangi dan disusun dirakit menjadi sebuah alat mengamen yang biasa orang sebut kencrengan


“hahaha... pandai kali lah kau abang tegar.” canda daniel dengan menirukan nada khas orang batak.


“ide cemerlang ! ya udah buruan kita ngamen di kerumunan pengunjung yang udah mulai padat sana. aku sama daniel, radit sama tegar.” ujar fajar sembari memberikan alat mengamen yang tegar buat kepada radit.


***pasti pembaca yang budiman sangat salut terhadap anak-anak jalanan yang satu ini kan ?selalu Tangguh cerdas pantang menyerah dan banyak ide. semoga kedepan nya kehidupan mereka jauh lebih baik meskipun tanpa sosok uwak lagi yang mendampingi perjalanan hidup mereka.


*****


Akhirnya Gadis tomboy sampai di tempat tinggalnya !


Naylla juga laely yang tetidur di dalam angkutan kota itu pun membuka matanya setelah di banggunkan oleh gadis tomboy dan tesya***.


“udah sampai ya kak?” tanya naylla.


“iya nok kita udah sampai, buruan turun yuk, sini kakak bantu turun.” ujar gadis tomboy itu sembari menurunkan naylla dari dalam angkutan kota setelah memberikan ongkos kepada sang supir.

__ADS_1


“nah nok juga ely...di pertigaan depan belok kiri sana, itu tempat tinggal kakak. di sana ada ayah juga adik kakak perempuan.” tutur gadis tomboy itu sambil terus berjalan mengandeng naylla yang di ikuti tesya yang juga mengandeng tangan laely di belakang nya.


BERSAMBUNG ☆☆☆☆☆


__ADS_2