
...KEMBALI KE TANJUNG PINANG !!!...
Entah perasaan apa yang telah meliputi diri Crastira saat ini, setiap ada Gadis Tomboy di sisinya, perasaan juga hatinya merasa tenang. apalagi saat gadis tomboy membelai rambut panjang nya itu sangat lembut dan penuh kasih, Crastira seperti terlindungi dan merasa terjaga.
Setelah menengguk air mineral yang disodorkan oleh gadis tomboy, Crastira menyandarkan kepalanya di bahu gadis tomboy yang masih duduk di samping nya itu. pelahan-lahan Crastira mencoba memejamkan kedua matanya, sesaat kemudian Crastira pun tertidur di bahu gadis tomboy tersebut.
Tepat pukul dua dini hari, Crastira terjaga dari tidurnya. Tiba-tiba kedua mata nya terbuka terbelalak terperanjat, seperti ada yang membangunkan nya. Telinga nya seperti ada yang membisikan sesuatu. meski samar-samar terdengar, tetapi bisa di fahami oleh Crastira.
“Nyawa harus di balas dengan nyawa!”
“Ya tuhan....suara siapa itu??! Gumam Crastira dalam hati sembari menenggelamkaan wajahnya di bawah bahu gadis tomboy.
keterkejutan Crastira membangunkan Gadis tomboy yang juga tertidur dengan posisi setengah duduk bersandar papan ranjang itu ikut terkaget.
“kau kenapa kayak ketakutan gitu?” tanya gadis tomboy sembari menggangkat wajah Crastira dari bawah bahu nya itu dengan lembut.
“aaa a aku seperti mendengar seseorang berbisik di telinga aku!” jawab Crastira tergagap.
”denger seseorang ngebisikin telinga kau?” tanya gadis tomboy penasaran.
“iya... makanya aku sangat terkejut dan akhirnya terbangun.” jawab Crastira yang memeluk gadis tomboy sangat erat.
“okay. emang apa yang di bisikan?!” tanya Gadis Tomboy semakin penasaran.
“dia bilang.... nyawa, harus di balas... dengan nyawa!” tutur Crastira gemetaran.
“jangan-jangan suara itu..... suara panjol??!” gumam gadis tomboy dan hendak beranjak dari ranjang tempat tidur Crastira itu.
Belum sempat gadis tomboy berdiri, Crastira menarik lengan nya.
“kau mau kemana?”
“ kau tunggu di sini sebentar!”
Karena takut di bilang perempuan manja, Crastira nurut saja dengan titahnya.
Gadis tomboy keluar dari kamar kemudian berjalan menuju meja resepsionis. sesampainya disana ia menanyakan nomor kamar kedua sahabat nya yakni Galeh dan Mario. Setelah mendapatkan informasi dari resepsionis, gadis tomboy segera menuju kekamar mereka berdua.
Sesampainya di depan kamar Mario juga Galeh
Tok Took Toook....
“Mario Galeh buka pintu nya, ini gue!” seru gadis tomboy.
__ADS_1
“I i iya kak!” jawab Galeh dari dalam kamar yang terbangun.
Setelah pintu di bukakan oleh Galeh, gadis tomboy segera masuk kemudian duduk di sofa ujung kamar.
“Leh, tolong bangunin Mario!” titah gadis tomboy.
“Rio, Rio bangun! Rio... ada kak andrey!” ujar galeh sembari mengguncang-nguncang tubuh Mario yang sangat nyenyak tidurnya, tetapi Galeh tidak berhasil dan Mario tidak juga bergeming.
“dasar kebo. sini biar gue yang ngebangunin!” ucap gadis yang beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan mendekati ranjang tempat tidur Mario.
“Rio bangun..... ada Risty! rioooo Risty dateng!” bisik gadis tomboy di telinga Mario.
“Dek Risty....? mana dia, mana Risty?” mendengar nama Risty meski lewat bisikan dari gadis tomboy, sontak membuat Mario langsung terduduk kalang kabut.
Hahahahaha......
Galeh dan Gadis Tomboy tertawa puas karena, sudah membuat Mario terbangun, dengan cara halus tapi membuatnya panik.
“aaaah...apaan sih kalian ini? nggak lucu sama sekali!” pekik Mario kesal.
“sssttt ... berisik banget sih loe rio! tadi itu gue udah bangunin elo baik-baik, elo nya yang nggak denger malah di enak-enakin tidurnya.” sangkal Galeh menjelaskan.
“lagian ini baru jam berapa sih, napa udah pada ribut...uuaachhhh!” jawab mario sambil mengguap.
”tunggu tunggu tunggu, perempuan manja itu bakal ngebantu kita? yakin loe kak? pembunuh itu kan laki dia sendiri?” tanta Mario keheranan sembari menggaruk-ngaruk kepalanya.
“hilangkan pangilan itu dari kepala elo rio, karena dia bukan perempuan manja lagi!” jawab gadis tomboy membela Crastira.
“idiiih...sekarang loe belain tuh perempuan kak?” tanya Mario sedikit keheranan.
“ooh iya kak, sampai lupa gue ama tuh perempuan, dia di kamar berapa?” sergah galeh.
“udahlah....! kalian ini kebanyakan pertanyaan. gue kesini mau ngasih tau ke kalian berdua, kalau jam enam pagi kita harus tinggalin batam dan kembali tanjung pinang. nah sekarang kalian ikut kekamar gue, kita susun strateginya sambil ngopi biar mata kalian fresh.” ucap Gadis Tomboy sembari berjalan menuju pintu lalu keluar dari ruang kamar tersebut. yang kemudian di ikuti oleh Mario dan juga Galeh.
“Apaaa??! balik lagi ketanjung pinang kak? gila loe, mau cari mati ya?” tanya mario sembari mempercepat langkahnya menyusul Gadis Tomboy.
“ berisik banget sih loe. udaah ngikut aja, entar loe juga tau.” jawab Gadis Tomboy.
……
Sesampainya di depan pintu kamar nya, Gadis Gomboy segera membuka pintu dan menyalakan lampu ruangan tersebut. Crastira yang baru beberapa waktu tertidur, terperanjat melihat ruang kamar terang benderang dan langsung terduduk.
“sorry, sorry....! biasanya kan kau ngebo kalau tidur.” ucap gadis tomboy mendekati ranjang tempat tidur Crastira.
__ADS_1
“eh kak, sejak kapan loe peduli ama nih perempuan?” tanya Galeh.
“iya aneh. ngapain pakai minta maaf segala.” timpa Mario.
“kalian bisa diem nggak? udah, pada bikin kopi tuh di samping tv, baru kita susun strateginya!” titah Gadis Tomboy yang duduk di atas ranjang tempat tidurnya, berposisi menghadap ke arah Crastira.
“loh kok mereka berdua ada disini? emang mereka juga di penginapan ini ya?” tanya Crastira memandang sedikit risih kepada Mario dan Galeh.
“heh istri pembunuh...! napa nenggok kitanya gitu banget? nggak suka kami disini? dan loe pikir gue kegirangan gitu lihat muka elo yang sok polos itu?” ujar Mario ketus.
“sudah, sudah rio... kenapa loe jadi ngehujat nih perempuan sih? lebih baik loe bikin kopi dulu, tuh kopi sachet nya di sebelah tv dan air panas nya rebus pake teko listrik itu di sebelahnya. baru kita bicara!” ujar Gadis Tomboy mencoba mencairkan suasana.
Tanpa ada perdebatan dan Perbantahan lagi dari Mario juga Galeh, mereka berdua pun akhirnya membuat kopi panas.
Lima menit kemudian kopi susu telah selesai di seduh.
“nah kalian nikmati minum kopi di sofa sana sambil nyemil roti kering dan nonton tv. gue mau mejem mata satu jam an dulu. jangan lupa jam lima kalian bangunin gue!” titah Gadis Tomboy sembari merebahkan tubuhnya dan memejamkan kedua matanya yang sudah sayup.
“yaelah.... curang banget sih loe kak!” gerutu Mario kesal.
Gadis Tomboy sudah tidak merespon ucapan Mario lagi, ia sudah tertidur pulas.
Satu jam kemudian.........
“kak, kak andrey... bangun!”
“kak, kak andrey... udah jam lima nih.”
Mario dan Galeh yang sedari tadi menonton televisi, mencoba membangunkan Gadis Tomboy. Tetapi malah Crastira yang terbangun.
“kalian kenapa tak ke ranjang nya di saja? jangan seperti itu membangunkan nya!” ucap lembut Crastira.
er
Tanpa menghiraukan ucapan Crastira, Mario dan Galeh mendekati ranjang tempat tidur Gadis Tomboy.
“kak, katanya kak andrey minta di bangunin jam lima.” ujar Mario sembari mengguncangkan tubuh Gadis Tomboy.
Seketika Gadis Tomboy terperanjat mendengar sudah jam lima pagi. ia segera membuka kedua matanya dan mendudukan dirinya.
“bentar gue cuci muka dulu!” ucap Gadis Tomboy yang kemudian beranjak dari ranjang nya menuju kamar mandi.
Lima menit kemudian....
__ADS_1
BERSAMBUNG ☆☆☆