Mertuaku Kang Atur

Mertuaku Kang Atur
MKA 12


__ADS_3

Tengah malam aku terbangun karena Zavier terus menangis. Bukannya menenangkan, aku malah ikut menangis. Seluruh orang di rumah pun jadi ikut terbangun karena mendengar tangisan berjamaah kami. "Ada apa, Dhira?"


"Hiks ... hiks ... Dhira nggak bisa nenangin Zavier, hiks ...."


Xia, kebetulan adik ipar ku itu juga ikut terbangun. Ia mendekatiku lalu memelukku dari samping. "Kak, kayanya Kakak terkena baby blues."


"Ma, gendong Zavier! Biarkan Kak Dhira istirahat." Titah Xia.


Baby blues? Aku baru ingat dengan kata-kata itu. Apa benar aku juga merasakannya?


Ku ambil ponselku, setelah itu ku cari maksud dari kata baby blues itu. Ternyata Baby Blues Syndrome adalah perubahan suasana hati setelah kelahiran yang bisa membuat suasana hati Ibu merasa cemas, terharu, hingga sampai mudah tersinggung. Kebanyakan yang mengalaminya adalah ibu baru. Kondisi ini dapat membuat sang ibu menjadi mudah marah, tidak sabaran, dan khawatir.


Perlu di ketahui, baby blues syndrome berbeda dengan depresi pasca melahirkan (Postpartum depression). Keduanya memang sama-sama menunjukkan gejala kesedihan dan kecemasan usai melahirkan.


Ku ambil ponselku, setelah itu ku cari maksud dari kata baby blues itu. Ternyata Baby Blues Syndrome adalah perubahan suasana hati setelah kelahiran yang bisa membuat suasana hati Ibu merasa cemas, terharu, hingga sampai mudah tersinggung. Kebanyakan yang mengalaminya adalah ibu baru. Kondisi ini dapat membuat sang ibu menjadi mudah marah, tidak sabaran, dan khawatir.

__ADS_1


Perlu di ketahui, baby blues syndrome berbeda dengan depresi pasca melahirkan (Postpartum depression). Keduanya memang sama-sama menunjukkan gejala kesedihan dan kecemasan usai melahirkan. Akan tetapi postpartum depression bisa di bilang merupakan kondisi yang lebih parah ketimbang sindrom blues karena sudah menunjukkan gangguan kejiwaan.


Aku juga membaca gejala dan penyebabnya. Aku takut jika yang kurasakan ini mengarah ke depresi. Dulu aku berpikir jika menjadi ibu tidak seburuk yang aku alami saat ini karena yang aku tahu menjadi ibu itu hanya menyusui, mengurusnya, dan menemaninya tidur. Ternyata, menjalankannya tak semudah yang terucap. Ah, aku jadi rindu dengan Ibu, malaikat tak bersayap ku.


"Dhira, ayo kita istirahat!" titah Mas Rayyan.


Aku mengangguk patuh, kurasa memang istirahatlah yang aku butuhkan saat ini. Untung saja ASI ku sudah mulai banyak, aku memutuskan untuk membuat stock, setidaknya bisa membuatku tidur tenang hanya beberapa jam.


***


"Hah? I __ iya," sambil ku berikan Zavier ASI karena sejak tadi ia terus menangis.


"Kamu hebat loh, Siska. Sudah cantik, rajin, pekerja keras lagi. Oh iya, sudah isi belum?" Mama mertuaku selalu memujinya.


"Belum, Ma. Do'akan saja!" Sambil tersenyum, lalu ia melihatku. "Oh iya, Dhira ... Kemarin ada loker di kantor, kamu coba aja kirim CV ke kantor. Kakak rasa Rayyan nggak keberatan kalau kamu kerja!" Aku tercengang mendengarnya, padahal ia melihat sendiri jika aku baru saja melahirkan. Bukan kerjaan yang aku butuhkan sekarang, tetapi waktu yang luanglah untuk bayiku ini.

__ADS_1


"Nah, coba kamu kirim CV kamu, Dhira! Jadi biar kamu nggak nganggur terus," Mama Rima malah menimpali.


Ku tarik napasku dengan kasar, omongan mereka membuatku semakin ingin meledak saat ini. Ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya agar dunia tahu betapa panasnya telingaku dirumah ini.


*****


Sambil menunggu kelanjutan dari Dhira dan Rayyan, yuk baca punya teman Author juga ... cekidot 👇



Blurb:


Pernikahan Lima tahun nyatanya tidak membuat Nadira Megantari, mengenal baik suaminya.


Kehidupan pernikahan yang awalnya sederhana dan harmonis, berubah ketika Nadira harus menerima fakta bahwa suaminya, malah mendua dengan sepupunya sendiri di ulang tahun pernikahan ke lima mereka.

__ADS_1


Haruskah Nadira bertahan dalam pengkhianatan itu, atau malah memilih bangkit dan memulai hidupnya kembali?


__ADS_2