Mertuaku Kang Atur

Mertuaku Kang Atur
MKA 8


__ADS_3

"Adhira! Bangun, sudah sore."


Refleks, aku langsung bangkit hingga perutku terasa nyeri. "Aw!"


"Makanya, jangan malas kali jadi orang!" Aku malah dimarahin, tinggal di pulau Sumatera membuatku harus terbiasa dengan kata-kata yang sedikit kasar menurutku.


"Iya, Ma. Dhira bangun nih," aku menahan sakit ini sampai Mama mertuaku itu pergi dari kamarku.


Memangnya jam berapa sih? Aku langsung melihat jam di dinding. pantas saja Mama marah, ini sudah jam 17.35 sore! Aku sudah melewatkan sholat Dzuhur dan Ashar ku.


'Ceklek!


Baru saja aku ingin pergi ke kamar mandi, ternyata Mas Rayyan 'lah yang masuk dengan memakai handuk saja. "Sudah bangun, Sayang?"


Aku tercengang, "Mas sudah dari tadi pulangnya?"


"Iya, Mas lihat kamu nyenyak sekali tidurnya. Mas nggak tega, niatnya mau bangunin saat Mas sudah selesai mandi."


"Kenapa nggak bangunin dari tadi?" lirihku, aku benar-benar merasa kecewa.


"Ada apa? Hm! Mama bangunin kamu lagi?"


Aku berusaha untuk tidak melihat mata Mas Rayyan dan sepertinya usahaku sia-sia, karena Mas Rayyan memiliki seribu cara untuk membuatku jujur. "Ayo, bilang saja!" Sambung Mas Rayyan.


Perlahan aku mengangguk, "Dhira terkejut, Mas."


"Sabar, ya. Mas lagi ngumpulin uang biar kita bisa beli rumah. Kalau ngontrak, sayang duitnya Dhir. Mending kita tabung untuk beli atau buat rumah." Ujar Mas Rayyan panjang lebar, aku memakluminya karena Mas Rayyan hanya pegawai biasa. Tidak mungkin secepat kilat ia memiliki uang berlimpah.


"Oh iya berarti tadi nggak sholat Ashar dong?" Mas Rayyan menyelidiki ku.

__ADS_1


Aku mengangguk, "Maaf, Mas."


"Alasannya, apa? Karena ketiduran?"


Lagi-lagi aku hanya bisa mengangguk.


"Kalau Dzuhur?"


Aku kembali mengangguk.


"Alasannya?"


"Itu, Mas. Dhira niatnya mau sholat nunggu jam 2, tapi malah ketiduran."


"Astaghfirullah, Dhira! Kenapa bisa seperti itu? Kamu tahu 'kan kalau sholat itu nggak boleh di tunda apa algi tidak dilaksanakan!" Bentak Mas Rayyan.


'Deg!


"Nggak lagi apanya? Hah? Masih bisa dibilangin nggak kamu ini? Sudah dua kali kamu melakukan ini, Dhira!"


Benar, aku sudah dua kali lalai dalam sholatku. Tetapi aku melakukannya dengan tidak sengaja. Lalu apa itu tidak bisa dimaklumi?


"Hiks ... hiks ...." Aku sudah tidak tahan lagi dan yang bisa ku lakukan hanyalah menangis.


"Kalau di kasih tahu, bisanya cuma nangis. Cengeng banget sih!"


'Brak!


Aku tersentak, kembali lagi aku menangis. Suamiku memang baik, tetapi jika aku melakukan kesalahan ia seperti orang yang tidak aku kenal. Sifatnya berbanding terbalik walaupun ia tidak pernah melayangkan tangannya ke tubuhku saat marah. Akan tetapi, ucapannya sangat menusuk hatiku.

__ADS_1


"Dhira! Dhira!" Ternyata isakanku begitu keras sampai membuat Papa Sam mendengarnya.


"Iya, Pa!"


"Ada apa? Kok nangis?"


"Mimpi, Pa. Barusan Dhira ketiduran lagi." Aku sedikit berbohong, mana mungkin aku ceritakan semuanya pada Papa mertua ku.


"Oh begitu, ya sudah langsung bangun saja, sudah mau Maghrib." Titah Papa di balik pintu kamarku.


'Ceklek!


Tak lama kemudian pintu terbuka, aku terperanjat kaget karena posisinya aku sedang mengikat rambutku. Ternyata Mas Rayyan 'lah yang masuk ke dalam.


"Mas," sapaku pelan, aku takut ia marah kembali.


"Maksud kamu apa nangis kencang-kencang seperti tadi? Hm? Supaya semua orang tahu, gitu? Apa kamu mau pulang sekarang biar Mas ongkosin. Nggak balik pun nggak pa-pa."


*****


Sambil menunggu kelanjutan dari kisahnya Dhira, yuk baca punya teman Author yang nggak kalah kerennya. cekidot👇



Blurb:


Olivia, seorang gadis yang dianugerahi kesempurnaan dalam hidup, memiliki paras cantik, tubuh seksi dan juga gelimangan harta. Bahkan dia pun tak pernah kekurangan kasih sayang dari orang tuanya hingga apa yang dia inginkan selalu bisa didapat.


Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda sederhana yang menjadi obsesinya, hingga Olivia berbuat segala hal untuk mendapatkan pemuda tersebut.

__ADS_1


Azam, pemilik kedai kecil yang setiap hari diganggu oleh kehadiran gadis yang baru sekali ditemuinya secara tak sengaja, dan membuat pemuda itu muak. Dia selalu mengacuhkan dan berusaha mengusir gadis tersebut.


Namun, sebuah kejadian mengharuskannya menikah dengan si gadis yang terus mengganggunya. Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan?


__ADS_2