Mertuaku Kang Atur

Mertuaku Kang Atur
MKA 20


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Kak Ocha di rumah ini. ia memang tidak bisa berlama-lama karena pekerjaannya pasti menantinya, maklum wanita karir! Semua barang sudah tersusun rapi, oleh-oleh juga sudah dibawa. Kami semua mengantarnya sampai di bandara.


Kak Ocha memberikan Zavier berupa baju sebagai kenang-kenangan. Aku juga sudah menyiapkan sebuah mainan kepada anak-anaknya Kak Ocha. Tidak bermerk dan harganya juga tak seberapa, karena aku memakai uang yang aku simpan sendiri. Kak Ocha menerimanya, akan tetapi Mama Rima kembali menghina pemberianku. "Uang dari mana? Kau bilang duitmu habis?" Ck, pertanyaan itu membuat napasku menjadi sesak.


"Dhira nyimpan uang, Ma."


"Berani sekali kau nyimpan tanpa sepengetahuan suamimu? Istri seperti apa 'lah kau ini? Ha?"


'Ya Allah ... Ya Rahman ... Ya Karim ...' batinku terus mengucapkan nama Allah sang pencipta dan pemilik hati di dunia ini.


Aku hanya bisa diam, melawan juga untuk apa? Yang ada aku bisa dikatakn menantu durhaka. Hingga Kak Ocha mendekati Mama mertuaku dan mengajaknya menjauh dariku, "Dhira ... Jangan di ambil hati ya omongan Mama. Kamu harus kuat, karena kamu tahu sendiri 'kan Mama sudah tua? Kata orang sifatnya bakal kembali ke kanak-kanak."


"Iya, Kak." Mulutku bisa berkata iya, tetapi hatiku enggan sekali mengucapkannya.


***


Siang harinya aku bermaksud untuk membeli makanan via online karena tidak sempat memasak. Mengantarkan Kak Ocha ke bandara itu di pagi hari, aku harus menyiapkan sarapan Zavier sebelum berangkat karena itulah aku lupa masak untuk makan siang kami.


"Dhira!" panggil Mama Rima.


"Iya, Ma?"

__ADS_1


"Makan apa kita siang ini?"


"Sebentar, Ma ... Biar Dhira pesan dulu!"


"Pesan? Maksudnya dari hp, gitu?"


"Iya, Dhira belum sempat masak."


"Kau ini bisanya menghamburkan duit saja. Kasihan Rayyan kalau gini ceritanya!"


Papa Sam mendekati kami karena mendengar suara ribut yang menjengkelkan. "Ada apa ini?"


"Ini loh, Pa ... Menantu Papa! Sukanya menghamburkan uang saja, malas masak maunya cari gampang saja. Memang gampang tapi 'kan mahal! Dikiranya gaji suaminya banyak kali? Untuk kemauan dia saja sudah habis."


"Xia mau!" Pekik seseorang dari kamarnya, "Kak, Xia mau. Kakak pesan apa? Xia mau ayam bakar madu sama ice float." Lanjutnya sambil menghampiriku.


Mama langsung terdiam, tentu saja dia diam karena yang meminta adalah anak kesayangannya. Ku elus rambutnya Felixia, "Kita tunda saja ya, Dek. Pemborosan!" Ku tekankan kalimat terakhir itu saking kesalnya.


"Yaaah!" lirih Felixia.


"Dhira! Cepat kamu pesankan menu yang sama empat porsi."

__ADS_1


"Kok empat, Ma?" Aku kebingungan karena kami ada lima orang, Mas Rayyan juga ada di rumah saat ini.


"Iya, kamu makan pakai telur saja biar hemat."


"Hah? Dhira juga pengen, Ma."


"Mahal, nanti uang Rayyan habis."


'Duar!


Menangis dalam diam, apa lagi yang bisa aku lakukan sekarang selain diam-diam menangis? Apa gaji Mas Rayyan tidak boleh ku cicipin? Apa gaji suamiku hanya untuk ibunya? Apa yang mengatur keluargaku harus mertuaku? Apa kami tidak boleh mandiri? Sesak di dada ini menggambarkan rasa kecewaku, kepada siapa aku mengadu?


Sabar. Hanya itu yang aku lakukan, aku pun menuruti Mama mertuaku itu dengan memesan empat porsi. Sembari menunggu pesanan datang, aku mencuci pakaian Zavier yang sudah sangat banyak apa lagi Zavier sedang di jaga Mas Rayyan di kamar membuatku leluasa mengerjakan apa pun.


*****


Author masih ada rekomendasi nih punya teman Author yang nggak kalah serunya. cekidot👇



Blurb:

__ADS_1


Perjuangan seorang wanita bernama Aracelia Daneen Gunawan untuk meluluhkan hati seorang karyawan biasa di kantor ayahnya. Hingga ia mengubah penampilannya demi menutupi identitas sebenarnya bahwa dia pernah ada dalam kejadian masa kelam pria itu. Ali Danish Mahendra, nama pria yang terpaksa menikahi gadis culun. Putri sang bos di tempatnya bekerja. Lalu bagaimanakah perjuangan Ara untuk meluluhkan hati Danish?


__ADS_2