Mertuaku Kang Atur

Mertuaku Kang Atur
MKA 16


__ADS_3

Sudah jam 7 kurang, nanti Rayyan telat. Kamu 'kan ibunya, harus pandai 'lah bujuk anak sendiri." Mama Rima mendekati kami, "Pergi saja, Ray! Nanti kamu kesiangan." Titahnya.


"Tapi, Ma ___"


"Sudah, Mas. Pergi saja!" Sengaja aku memotong ucapan Mas Rayyan. Ini masih pagi, aku tidak ingin berdebat di pagi hari.


"Ya sudah, Mas pergi dulu. Nanti sore kalau Mas agak cepat pulang, kita jalan-jalan ya!"


Aku mengangguk patuh, "hati-hati dijalan, Mas."


"Di salam kek, suaminya. Dasar istri jaman sekarang!" ketus Mama sebelum pergi meninggalkan kami.


Astaghfirullah! Setiap dekat dengan Mama, aku selalu beristighfar. Entah terbuat dari apa mulutnya, mungkin Mama Rima termasuk orang yang memiliki sumbu pendek sehingga ia cepat sekali meledak.


Sementara anakku, ia terus menangis. Aku sampai kebingungan karena berbagai cara sudah aku lakukan. Mama Rima mengambil Zavier dari gendonganku, "jangan di diamin aja, dibujuk 'lah! Entah di kasih makan atau mandikan. Di apain kek biar diam!"


Beginilah hidupku, aku sempat berpikir jika berumah tangga itu semanis yang berada di novel atau TV yang pernah aku baca dan lihat. Pada kenyataannya semua yang terjadi di cerita berbanding terbalik dengan kehidupan yang sesungguhnya.


***

__ADS_1


Siang ini rumah kami seperti sedang ada pesta karena Kak Oca memesan makanan yang sangat banyak. Mama terus memuji anaknya itu, aku merasa tersentil karena aku dan Mas Rayyan tak pernah memesan ini selama kami menikah. Kami hanya membelikan apa yang diminta Mama dan yang lainnya sesuai pesanan mereka. Akan tetapi tidak pernah terdengar suatu pujian ataupun kata-kata terima kasih sedikitpun untuk Mas Rayyan, padahal separuh gaji Mas Rayyan untuk Mama Rima, Felixia juga sering meminta jajanan pada kami. Bukan maksud hati menyuruh mereka berterima kasih, tetapi aku hanya ingin di hargai. Itu saja, apa tidak boleh?


"Adhira, jangan melamun saja. Ayo di makan mumpung anakmu tidur!"


Benar juga, pikirku. Aku langsung bergabung dengan mereka dan memakan satu helai pizza tersebut. "Makan lagi yang banyak, kau 'kan nyusui biar banyak airnya!" Siapa lagi yang mau mengatakan itu kalau bukan Mama Rima.


"Iya, Ma."


"Enak nggak, Ma?" tanya Kak Oca.


Mama Rima mengangguk, "Enak kali, Nak. Makasih ya! Jarang kali Mama makan kaya gini, adikmu si Rayyan nggak pernah belikan Pizza sama Mama."


"Lho, gajinya Rayyan 'kan lumayan, Ma? Bukannya Rayyan baru naik jabatan jadi sekretaris ya?"


Astaghfirullah, ku elus kembali dadaku. Alih-alih bilang gaji Mas Rayyan untukku, ingin rasanya ku bongkar saat ini juga pendapatan dan rincian pengeluaran Mas Rayyan selama ini. Menikmati gaji? Tak ada ku nikmati sedikitpun. Bahkan aku lupa bagaimana nikmatnya jalan-jalan.


Saat masih gadis, Bapak selalu memberikan aku uang yang lebih setiap minggunya. Aku memanfaatkan itu untuk pergi bersama teman-teman ku. Tetapi kami tidak berbelanja, aku dan teman-temanku hobi berpetualang. Kami sering mendaki gunung, bermain di pantai, mandi di sungai, dan menjelajahi hutan. Karena di kota kami jarang sekali menikmati itu, akhirnya kami pergi ke Malang, Bandung, Jogja dan masih banyak daerah yang kami tempuh.


Kini, aku hanya di rumah saja. Beruntunglah ada Zavier sebagai pelipur laraku. Aku dan Mas Rayyan tidak memiliki hobi yang sama. Mas Rayyan lebih suka bersantai di rumah di saat hari minggu, disaat aku mengajaknya keluar ia selalu bilang nggak usah. Kalau begitu, kapan penat di kepala ini hilang?

__ADS_1


*****


Sambil menunggu kelanjutan dari Dhira dan Mas Rayyan, Author punya rekomendasi lagi nih punya teman Author. Cekidot 👇



Blurb:


Dilarang Plagiat


..................


Alicia harus menjalani pernikahan keduanya secara diam diam tanpa sepengetahuan pihak keluarga suami pertamanya dengan mantan kekasihnya terdahulu .


Suami Alicia kabur dengan menyisakan hutang yang menumpuk,


"Menikahkahlah denganku sya. Aku akan melunasi hutang hutang suamimu" bisik Renaldi Moreno.


"Aku... Aku" gugup Sya.

__ADS_1


Ikuti kisahnya sampai End.


Follow ig otor zafa_milea


__ADS_2