Mertuaku Kang Atur

Mertuaku Kang Atur
MKA 19


__ADS_3

"Dia ngajarin aku mana yang tulus dan mana yang modus. Dia itu baru anak kemarin sore, tapi sudah sesukanya saja ceramahi aku."


'Buat malu saja anak itu,' gumam Mama Rima. Semudah itu dia percaya dengan ucapan Mak Jaka, sedangkan aku? Sampai berbusa pun mulutku, ia takkan percaya dengan apa yang aku katakan.


Tak lama kemudian, Mas Rayyan pulang. Aku keluar untuk menyambut suamiku. Ku ambil tangannya lalu ku cium punggung tangan Mas Rayyan. "Assalamu'alaikum, Sayang."


"Waalaikumsalam, Mas." Aku tersenyum, suamiku memang sangat manis memperlakukan aku. Hal itu membuatku tetap bertahan di rumah ini.


"Eh, Nak Rayyan sudah pulang toh!" Suara lantang itu mengagetkan kami, siapa lagi kalau bukan Mak Jaka.


Mas Rayyan langsung menoleh, ia terkejut saat ini karena ada orang lain dirumah kami. "Eh, ada Mak Jaka. Apa kabar?" Mas Rayyan langsung menyalam tangannya.


"Alhamdulillah, baik. Nah gini dong, sopan! Anaknya Rima memang sopan-sopan. Selain sopan kalian semua itu juga pintar-pintar loh, cuma ya ada satu menantu yang katanya pintar tapi kerjanya sama aja tuh kaya kami, dapur sumur dan kasur."


Ck! Lagi-lagi, ia menyindirku. Bukan aku yang kepedean, tetapi matanya yang melirik ku 'lah membuatku semakin yakin jika orang yang dimaksudnya adalah aku. Lagian siapa lagi yang tidak bekerja selain aku?


Mas Rayyan menyadari jika wanita paruh baya ini menyindirku. Suamiku langsung menggenggam erat tanganku seolah memberikan semangat lebih padaku. "Maaf nih, Bu. Rayyan tahu jika yang Ibu maksud adalah istri Rayyan. Dan jujur yang Ibu katakan itu salah besar, karena apa yang tak terlihat bukan berarti tidak ada. Hm, baiklah Rayyan masuk dulu ya, Bu. Permisi!"


Mas Rayyan memegang tanganku dengan lembut, "Ayo, Sayang."


Aku tersenyum, baru kali ini aku menang dari emak-emak rempong seperti ini. Mas Rayyan benar-benar membelaku, tampak jelas di wajah Mak Jaka ia sangat kesal dengan jawaban suamiku. Mas Rayyan mengajakku ke kamar, sampai di kamar ia memelukku. Sepertinya ia tahu apa yang ku rasakan saat ini.


"Dhira, kenapa kamu diam saja diperlakukan seperti itu?"


"Memangnya Dhira harus bagaimana, Mas? Melawan? Diam saja Dhira sudah salah dimatanya apa lagi kalau menjawab segala ucapannya? Apa Mas nggak akan malu?"


Mas Rayyan membelai pipiku, "Sayang! selagi yang kamu lakukan itu benar, Mas akan selalu ada di samping kamu. Mas akan membela kamu, Mas akan menjaga kamu. Sayang, Mas ini suami kamu kalau kamu lupa!"

__ADS_1


Aku tersenyum, mana mungkin aku lupa dengan suamiku sendiri. "Makasih, Mas."


"Makasih doang?"


"Te ___terus?"


"Hm," Mas Rayyan melirik Zavier sekilas, bayi kami ternyata sedang tertidur pulas.


"Enak saja, Zavier lagi bobok loh. Yuk!"


"Kemana?"


"Ke kasur!"


Aku hanya bisa pasrah, apa lagi yang bisa ku lakukan? Mas Rayyan sudah membuatku berada di bawahnya saat ini. Cepat sekali ia bergerak membawaku ke atas kasur kami. Padahal ia baru pulang, tetapi semangatnya tak pernah putus untuk hal satu itu.


***


"Mas," ku guncang tubuhnya. Aku sengaja membangunkan suamiku karena aku melihat jam sudah memasuki pukul 5 sore.


"Hm!"


"Bangun, Mas. Sudah sore, nanti kita di gedor lagi!"


"Memangnya sudah jam berapa?"


"Jam lima!"

__ADS_1


"Apa?" Mas Rayyan terlihat begitu terkejut.


"Makanya, bangun!"


"Kamu keluar gih, Zavier sudah mandi belum?"


"Sudah, baru saja siap."


"Ya sudah, Mas mandi dulu. Kamu bawa Zavier keluar ya!"


*****


Author masih ada rekomendasi nih punya teman Author yang nggak kalah serunya, cekidot👇



Blurb:


Beribu cerita indah telah kita lewati, pahit manis telah kita lampaui, dan segalanya yang pernah ku perjuangkan kini harusku akhiri. Sulit rasanya jika harus kehilangan lembaran kisah lama. Dan kini meski memulainya dengan lembaran baru. Tapi itulah keputusan yang sudah ku buat, setelah kau dapati seseorang yang baru untuk singgah. Seseorang yang mungkin bisa menyayangimu lebih dari aku. Tentunya tidak seperti aku, yang hanya mencintaimu dengan penuh kekurangan. Semua keputusan sudah ada di tanganku. Kamu tidak bisa lagi mengelak! Sesuatu yang pernah ku genggam erat memang sudah seharusnya aku lepas.


'Aku akan berusaha untuk meninggalkan ini semua, meski akhirnya semua tak mungkin bisa ku lupa. Aku akan berusaha merelakan, meski sebenarnya aku tak mau kehilangan. Aku akan berusaha untuk tak lagi mengingatmu, meski sebenarnya masih terselip namamu dalam setiap doaku. Dan sekarang aku akan lepaskan kamu, biarkan aku masih tetap belajar untuk ikhlas' ... gumam Tika di dalam hati sambil menangis sesegukan. Betapa sakit dan hancurnya hati Tika dengan peristiwa yang di alaminya dalam berumah tangga.


'Akankah Chandra, menceraikan Tika, saat istrinya meminta cerai? Atau justru akan mempertahankan rumah tangganya, dan berubah menjadi suami yang bertanggung jawab?


Lalu bagaimana dengan Andrew, ternyata diam-diam selama ini menyimpan rasa kepada Tika?'


'Yuk simak, dan mampir ceritanya, hanya disini.'

__ADS_1


__ADS_2