Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapy 91 - Insiden Ibu Anna


__ADS_3

Berkat Alice, suasana menjadi lebih cair.


mendengar Alice mengatakan itu, Aira dan Airel tidak ingin kalah dan ikut mengatakan hal yang sama dengan Alice.


"Alice, aira, Airel, terimakasih hehehe"


Aku tersenyum sambil memeluk mereka bertiga.


"Jika Alice, aira dan Airel sudah dewasa nanti, pasti akan mendapatkan pasangan yang baik"


sekarang mungkin mereka bisa berpikir begitu tapi saat besar nanti, mungkin dia akan jijik padaku karena sudah tua.


Aku kemudian membawa mereka kembali bersama Rika di kursinya dan berbicara kembali.


"Itu.... Riese, Anna... "


Aku Bingung dengan Bagaimana aku harus menjawabnya.


"Bukankah tidak Masalah, paman? "


"Eva? "


"Aku sudah menganggap Anna seperti saudaraku, sama seperti Riese. Aku juga tidak ingin dia diambil oleh orang lain"


"Aku setuju"


"Aku juga"


Bahkan Ela dan Alicia juga Mengatakan itu.


"ini.... "


Aku menimbang semuanya dan akhirnya mengambil keputusan.


"Baiklah, Anna apa kamu ingin bersama denganku juga? "


Aku segera menanyakan itu ke Anna.


"Paman, Aku... Mau"


Kata Anna dengan sangat malu-malu.


"Baiklah, Aku setuju jika Anna Tidak keberatan."


Aku sebenarnya juga bingung bagaimana semua bisa berjalan seperti ini.


Aku tidak pernah bisa paham dengan baik apa itu cinta tapi aku selalu merasa nyaman bersama mereka.


Terkadang kata-kata cinta adalah omong kosong belaka.


Sudah berapa kali aku melihat rekan kerjaku dulu yang membicarakan cinta satu sama lain tapi akhirnya putus.


Sejak saat itu, aku hanya menganggap cinta omong kosong belaka.


Aku tidak tahu apakah ini cinta atau bukan tapi yang bisa aku pastikan adalah aku sangat menyayangi mereka semua yang bersamaku.


****


Setelah aku memutuskan akan bersama Anna juga, aku meminta Ayah dan Ibu Anna Datang. Mumpung pertemuan belum selesai, aku juga bisa mengenalkan mereka pada orang tua Anna.


Tuan Andrei dan istrinya datang dengan keadaan bingung dan segera duduk.


"Tuan andrei dan Nyonya Andrei. Aku tidak akan basa basi dan langsung ke intinya. setelah Riese dan Anna lulus, Aku akan melamar mereka"


Mendengar itu, Ayah Anna sangat terkejut dan tidak bisa berkata-kata.


"Aku setuju, Tuan Martin"


Berbanding terbalik dengan ayah Anna yang bingung, ibu Anna bisa menjawab dengan mudah.


Ini, Nyonya Nina, bukankah kamu seharusnya sedikit terkejut?

__ADS_1


"Baiklah, aku mengikuti istriku"


Tuan Andrei, Anda harus kuat. Logika istrimu sedikit luar biasa.


Karena sudah sepakat bersama, kami bisa segera mengakhiri pertemuan ini.


Aku sangat lelah secara mental dan jiwaku.


"Baiklah, Karena Masalah pembicaraan pertama sudah selesai, mari lanjutkan ke pembicaraan selanjutnya.


Paman, Bibi, Tuan, Duke dan nyonya Duke, lalu Tuan Marquiss dan nyonya Marquiss. mari tentukan kapan tanggal pernikahan yang akan di sepakti dan mahar apa yang harus aku berikan"


Adat di dunia ini juga mengenal mahar.


Tampaknya ini sama saja di dunia manapun.


"Martin, yang paling penting adalah sesuai kemampuanmu"


"itu benar"


"aku yakin kamu bisa menilai bagaimana menghormati mereka"


Dengan itu, aku segera berpikir.


"Baiklah paman, aku mengerti."


Aku berencana memberi mereka perhiasan terbaik dan kendaraan terbaik seperti di bumi.


"Lalu, kapan tanggal pernikahan yang baik? "


Kami semua berdiskusi mengenai tanggal pernikahan yang baik.


Karena sekarang akhir musim gugur dan hampir musim dingin, kami akhirnya menyepakati pernikahan dilakukan di musim semi.


Musim dingin adalah waktu orang rehat. dan musim semi adalah awal kegiatan jadi ini merupakan waktu yang tepat.


Setelah disepakati, aku juga mengumumkan kalau Riese dan Anna Berhasil mendapatkan juara satu dan dua dalam pertandingan Olimpiade.


"Mari kita membuat barbeque bersama dan merayakan ini"


"""" ooohhhh""""


Anak-anak paling bersemangat untuk ini.


kami lalu melakukan barbeque bersama di depan mansion. acara seperti terasa menyenangkan karena benar-benar menghangatkan hati.


Kami melakukan barbeque sambil mengobrol hal-hal tidak penting lainnya.


Semua tampak bahagia tapi saat itu,


*Bruaaakkkk"


Suara sesuatu yang jatuh terdengar sangat keras.


"NINAAAAAA"


suara terkejut Ayah Anna membuat kami segera mengalihkan pandangan kesana.


Disana, Kami melihat ibu Anna tergeletak dengan menahan sakit di dadanya.


tidak lama setelah itu, ibu Anna segera pingsan.


"IBUU!!! ADA APA DENGANMU!!! "


"BIBIIII!!! "


Anna dan Riese terlihat panik dan menangis.


Dokter, kita harus mencari dokter.


Setelah memikirkan itu, aku ingat bahwa tidak ada dokter yang memumpuni di wilayahku.

__ADS_1


"Paman, apakah kita perlu membawa ibu Anna ke dunia Lain untuk membawa ke rumah sakit? "


"Tidak Perlu, di apartemen ada kamar khusus yng berisi fasilitas perawatan. aku akan memanggil dokter pribadiku"


Sepertinya paman memiliki dokter khusus.


"Ayo bawa ibu Anna ke apartemen saja"


Kami lalu segera menuju ke dunia lain, tepatnya di apartemen untuk menolong ibu Anna.


Aku menenangkan mereka dan segera mengajak mereka ke apartemen.


Ada sedikit keanehan saat aku memegang dahi ibu Anna. suhu tubuhnya terasa normal dan tidak seperti orang yang sakit.


Disana kami hanya menunggu sekitar sepuluh menit dan dokter telah sampai.


dokter mulai melakukan pemeriksaan disana dan mengecek setiap keadaan tubuh ibu Anna.


harus aku akui, fasilitas perawatan di apartemen ini sangat lengkap.


Bahkan alat scan MRI juga tersedia disini.


"Bagaimana dokter? "


Paman menanyakan kondisi ibu Anna pada dokter tersebut.


"Tuan Ronald, Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada masalah apapun. semua indikator dalam tubuh menunjukkan hasil yang baik. nyonya Nina bahkan memiliki kondisi tubuh layaknya orang sehat pada umumnya. Namun ada sesuatu yang Aneh"


"Aneh? apa itu? "


Paman segera bertanya ada sesuatu seperti tulang tambahan yang tumbuh didekat punggungnya.


Itu seperti akan terus tumbuh tapi itu bukanlah Tumor atau kanker. ini seperti tulang tangan.


"E~h? "


Paman dan kami semua yang mendengar itu merasa sangat aneh.


Kenapa bisa seperti itu?


"Untuk sekarang, mari biarkan nyonya Nina beristirahat"


"Baiklah, terimakasih dokter"


Kami semua mengucapkan terimakasih dan dokter segera meninggalkan apartemen.


"Anna, Syukurlah ibumu baik-baik saja. Tuan Andrei, anda bisa merasa lega"


Aku mengabarkan itu pada mereka.


"Benarkah, paman? "


"Tentu saja, bukankah kamu mendengarnya juga? "


Dengan begitu, mereka berdua bisa merasa lega.


Tidak lama setelah itu, mungkin sekitar dua jam, Ibu Anna sadar kembali.


"Uuuhh, Kepalaku sangat sakit..."


"IBUUUUU!!! "


"Anna?... AAAAAHHHHHH!!!! "


Anna, yang menjaga ibunya berteriak ketika ibunya sadar Namun setelah Anna berteriak, malah ibi Anna yang berteriak.


Kami semua segera bergegas masuk dan melihat kondisi ibu Anna.


di sana, Hal yang membuat mata kami tidak percaya terlihat.


Sayap putih meregang dari punggung nyonya Nina.

__ADS_1


saat itu, aku hanya bisa berpikir, itu sayap yang sangat indah


__ADS_2