
POV Nina
Ras Malaikat, Ras yang suka hidup menyendiri dan melakukan penelitian.
Kami dulunya adalah Ras juga tinggal di daratan tapi semenjak Ras lain suka mengganggu kami, kami memilih untuk tinggal dilangit.
tempat tinggal kami di langit adalah kastil yang kami buat melayang pada ketinggian sekitar tiga puluh ribu kaki dari permukaan darat.
Ras malaikat sangat ahli dalam pembuatan Golem. Dulu sekali, baik Ras Barat dan Ras timur sering meminta kami membuat golem namun tujuan mereka bukan hal yang baik. belum ada juga hutan kematian saat itu.
Ras barat yang aku maksud sekarang adalah Kekaisaran demon dan Ras timur adalah semua manusia.
Aku dulunya adalah anak daridari Pemimpin Ras Malaikat. walaupun dibilang seperti itu, pemimpin hanyalah orang yang menjadi perwakilan pembicara untuk para Ras Malaikat.
aku juga tidak terlalu akrab dengan orang tuaku karena kami Ras Malaikat lebih tertarik dengan golem.
Aku belajar membuat boleh dari mulai golem yang bisa membajak sawah. ini mirip dengan traktor milik tuan Martin.
Cara kerja golem sendiri lebih ke sirkuit sihir bukan mesin pembakaran seperti traktor pada umumnya.
Golem sendiri membutuhkan soul stone agar bisa mengalirkan sihir di seluruh sirkuitnya.
Dengan penelitian milikku yang terus berkembang, aku sekarang adalah ahli nomor satu diantara para Ras Malaikat yang lain. banyak yang iri pada penciptaanku namun saat itu, itu hanyalah iri kecil biasa di antara para peneliti.
karena kecintaanku pada golem, aku ingin membuat anakku sendiri dari golem. Anak-anak yang akan selalu menemani aku.
Kami Ras Malaikat terlalu pintar hingga mematikan keinginan kami untuk berkembang biak.
Akhir-akhir ini aku membuat golem tempat menyatukan pembuahan untuk membuat keturunan.
Jika di dunia modern, ini mirip dengan skema bayi tabung.
meski aku yang menciptakan itu, aku tidak pernah sekalipun menggunakannya.
Menurutku itu hal yang tidak sepenting golem.
Aku mulai mempelajari membuat sesuatu yang melebihi golem.
Aku mempelajari struktur tubuh Ras Malaikat.
Aku mempelajari sistem peredaran darah.
Aku mempelajari sistem kerja otak.
"Lilia, kamu masih mempelajari hal-hal mustahil itu lagi? "
"Benar, sebaiknya kamu fokus mengembangkan golem yang waras"
Mereka selalu mencibirku tentang golem yang ingin aku buat.
aku tidak memperdulikan apa yang mereka bicarakan. menurutku impian yang gila adalah sebuah impian. itu tidak akan luar biasa sampai kamu bisa mewujudkannya.
__ADS_1
Kunci dari membuat golem pintar adalah kecerdasannya. aku harus bisa membuat konsep pikiran seperti manusia pada umumnya.
aku membutuhkan data dalam jumlah besar untuk mempelajari dan meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu. Kualitas dan kuantitas data sangat penting untuk keberhasilan sistem kecerdasan itu sendiri.
Algoritma kecerdasan harus di buat untuk memproses data dan mengekstrak wawasan darinya. Ada beberapa jenis algoritma kecerdasan, diantaranya adalah pembelajaran terawasi, pembelajaran tak terawasi, dan pembelajaran penguatan.
semua ini membutuhkan perhitungan yang rumit serta penggunaan data super besar.
Aku harus mengembangkan super penyimpanan data yang besar namun berukuran fisik cukup kecil. contohnya adalah otak manusia.
Aku terus mempelajari bagaimana otak manusia bekerja dan bagaimana syaraf mengirimkan perintah ke seluruh tubuh.
Hingga akhirnya, saat yang aku tunggu tiba juga.
Itu adalah golem dengan wujud Ras Malaikat disertai sayap di punggungnya dan itu perlahan membuka matanya.
***
"Halo? "
"Halo, apa kamu penciptaku? "
"Itu benar. aku yang membuatmu. bisakah aku mengujimu? "
"Menguji? "
"Benar.Bisakah kamu menghitung? "
"Aku bisa, 1,2,3,4,5...9,10,....12,...,134..."
Aku kemudian mengetes kemampuan membacanya.
Untuk kemampuan dasarnya, aku bisa yakin dia cukup bagus.
Hanya saja, respon dia untuk menanggapi pembicaraan masih seperti anak-anak.
Tapi ini sangat sempurna. aku perlu mengambil banyak data darinya sehingga dia bisa terus berkembang hingga ke depannya.
Aku terus membetulkannya dari mulai kulitnya yang sebelumnya besi sekarang menjadi berbahan sintesis.
sayapnya yang kamu sekarang mulai luwes. Rupanya yang kaku sekarang mulai menunjukkan ekspresi.
Penelitianku berjalan dengan baik selama bertahun-tahun dan akhirnya aku mulai menciptakan golem-golem cerdas lainnya.
"Karena kalian berwujud seperti manusia pada umumnya, aku akan menamai kalian Homunculus!! "
Inilah awal aku mempublikasikan tentang Homunculus.
Aku tidak tahu bahwa publikasi yang aku lakukan akan membuat orang lain cemburu.
Setiap orang dari Ras Malaikat sekarang mulai mendekatiku dan bertanya mengenai bagaimana aku membuatnya.
__ADS_1
aturan di Ras Malaikat adalah kita bisa mempublikasikan tapi tidak boleh memberitahukan cara membuatnya.
Ini demi kepentingan menjaga keamanan. Tidak ada yang tau jika seorang Ras Malaikat mungkin saja bekerja sama dengan Ras lain di daratan.
puncaknya adalah mereka mulai bekerja sama dan memaksa aku untuk membeberkan rahasia pembuatan Homunculus.
Aku tetap bersikukuh tidak ingin memberitahu mereka tapi yang aku dapat adalah percobaan pembunuhan dan penyerangan ke kastilku.
Aku menciptakan Homunculus bukan untuk peperangan sehingga mereka memiliki kemampuan pertahanan yang lemah. aku bahkan bisa mengatakan mereka sama lemahnya seperti Ras Malaikat.
"Anak-anakku, aku perlu mengantisipasi kalian akan dicuri jadi aku akan mengubur kemampuan kalian dan membuat kalian hanya akan seperti makhluk hidup. maafkan aku karena tidak bisa melindungi kalian.
Silva, hanya kamu yang akan tetap memiliki kemampuan utuh sebagai Homunculus tapi aku akan menghapus program ekspresimu sehingga kamu tetap akan bisa mengumpulkan data"
Aku berencana menggunakan sihir yang akan me-reinkarnasi diriku. aku tidak ingin mereka mengetahui bagaimana cara membuat Homunculus. aku bisa melihat keserakahan dimata mereka.
"Meskipun kalian mendapatkan Homunculus milikku, itu tidak akan berbeda dengan hanya mendapatkan cangkang kosong.
Aku akan merebut mereka suatu saat nanti"
Sihir reinkarnasi akan menghabiskan banyak energi sihir dan akan membuat penggunanya segera meninggal.
Setidaknya ingatanku akan bisa dipertahankan dan terlahir kembali dengan semua ingatanku.
Satu hal yang tidak aku sangka adalah berita tentang aku yang sekarat sampai di telinga para Ras Malaikat.
Sepertinya mereka sudah meletakkan golem mata-mata disekitar kastilku.
"Lilia, aku melihat kamu sedang sekarat saat ini. sebelum kamu meninggal, bisakah kamu memberitahu aku cara membuat Homunculus ini? "
"Pascal, Kamu. .... "
Aku sangat bodoh, kenapa aku tidak membuat sistem keamanan pada Homunculus?
Hatiku sangat hancur saat melihat Silva yang diseret oleh Pascal.
"Jadi, bisakah kamu berbaik hati memberitahu pada kami semua cara membuat makhluk ini? "
"Hahahaha, Pascal sampai matipun aku tidak akan pernah memberitahu cara membuat Homunculus pada kalian"
"Baiklah, itu tidak masalah. kami hanya akan merebut mereka langsung darimu. Beto, beri minuman itu pada lilia"
beto adalah anak didik dari Pascal. dia segera memberiku minuman aneh.
Saat aku dipaksa meneguknya, perutku terasa terbakar dan itu membuatku kehilangan kesadaran.
Aku yang dibuat meninggal dengan cara tidak lazim menjadi tidak sempurna dalam penggunaan sihir reinkarnasi.
Ini membuat ingatanku tersegel cukup lama sampai akhirnya aku mendapatkan ingatanku lagi.
"Kalian para bajingan, tunggu aku untuk membalas kalian"
__ADS_1
Memikirkan itu, aku melanjutkan penelitianku di wilayah Wilson ini.