
POV Eleanor
"Semangat Anak-anak, kalian pasti bisa!!! yang mendapatkan juara satu akan mendapat coklat"
aku menyemangati anak-anak yang sedang berlari di lapangan. aku sedang mengajar di kelas B, kelas yang terdapat cucu dari kepala sekolah.
ada juga anak-anak dari dunia lain. mereka sekitar 5 Anak dan salah satunya adalah Marie. sudah tiga hari sejak mereka memasuki akademi.
Dengan tambahan guru TK dari dunia lain, sekarang aku dan Martin lebih fokus dalam mengajar keterampilan sedangkan mereka akan mengajar teori.
Harus aku akui, kemampuan guru TK sangat menakutkan. aku bingung pada awalnya menyatukan anak-anak dari dunia lain dan anak-anak dari dunia ini tapi dengan keterampilan mereka, dalam dua hari mereka sudah Akrab.
Sekarang kami mengajar dengan format dua dua, dua guru mengajar teori dan dua guru mengajar Keterampilan.
Saat ini Martin akan bertindak sebagai asistenku. aku mengambil alih tugas karena Martin akan lebih banyak mengurus wilayah. hanya dia Satu-satunya bangsawan yang memiliki wilayah yang mengajar.
"Baiklah, Yang juara Kali ini adalah Brandon"
Aku membiasakan yang juara hanya satu orang dan kebetulan kali ini adalah anak manusia. dia berhasil mengalahkan anak-anak dari beastman yang tentunya lebih unggul secara fisik.
Kata Martin, jika kita membiasakan adanya juara dua dan tiga, maka mereka tidak akan memiliki target tinggi.
Satu hal yang pasti perlu diberitahu pada anak-anak adalah jika mereka gagal disini belum tentu mereka tidak berbakat. semua memiliki keunggulan Masing-masing.
Anak-anak yang kalah tidak terlihat frustasi dan tetap bersemangat. Brandon mendapatkan coklat dan yang lainnya mendapatkan lolipop. kata Martin, filosofi ini bertujuan menunjukkan bahwa selama mereka berusaha, hasil akan selalu didapatkan entah besar atau kecil.
"minggu depan akan ada pelajaran sihir. anak-anak, ini adalah pelajaran yang paling kalian nantikan"
"""""""" yeeeeeeaaaaaay""""""""""
Anak-anak pada dasarnya menyukai sihir karena menurut mereka, ini sesuatu yang memang luar biasa.
Mereka sering melihat kelas menengah dan tinggi berlatih sihir dan sangat ingin mencobanya.
"ibu guru, apa kita akan bisa menggunakan sihir seperti anak-anak yang sudah besar? "
salah seorang murid bertanya pada Ela
"Tentu saja, ibu menjamin itu"
""""""Ooohhh"""""""
Dengan berakhirnya pelajaran Hari ini, semua kembali ke tempat masing-masing.
Aku, Martin, Alice, Aira dan Aurel pulang bersama ke kediaman kami.
Ah, Apa aku sudah menjadi nyonya Martin sekarang?
Wajahku memerah saat memikirkan ini.
"Ada apa Ela? "
Martin bertanya padaku.
"Ti-tidak apa-apa"
Sial tingkahku sangat memalukan.
Saat sampai di rumah, kami di sambut dengan sion yang sudah menyiapkan makan siang untuk kami.
Harus aku bilang bahwa sion memang sudah cukup hebat dalam membuat makanan.
__ADS_1
Ini mungkin juga karena bumbu yang disiapkan Martin.
"Martin, aku belum pernah melihat tokomu di Wilayah Besok tapi aku yakin itu sangat Ramai"
"Bibi Ela, Disana sangat Ramai"
Aira yang menjawab pertanyaanku.
"hm, itu benar, aku hanya tau laporan keuangan mereka tapi dari sebelumnya aku yakin ini sangat ramai"
Martin lalu menambahkan penjelasan kepadaku.
"Ayo kapan-kapan kita sana"
"Apakah tidak apa-apa? "
Aku bertanya
"tentu saja, bagaimana Alice, Aira, Airel? apa kalian merindukan rumah di Bezos? "
"""" tentu saja, Paman""""
"Dengar? "
kata Martin sambil tersenyum.
Aku menjadi penasaran bagaimana tokonya dikelola. kamipun melanjutkan makan dengan obrolan-obrolan Ringan.
POV Eva
"Eva, Kenapa sekarang kamu jarang bermain diluar? "
Erika menanyaiku yang sekarang jarang berkumpul dengan mereka.
Pertama, biar aku beritahu pada kalian meskipun sering nongkrong, Teman-temanku termasuk dalam kategori anak-anak yang pintar. mereka juga tertib dan bukan anak-anak yang nakal.
"Ah, Aku sedang banyak urusan akhir-akhir ini... "
"hmm? "
Erika memandangiku dengan curiga.
"A-ada apa? "
"Apa paman kesayanganmu sudah pulang? "
"Eh~ ke-kenapa kamu berpikir begitu? "
"Sepertinya aku benar... hm hm"
Apa aku semudah itu ditebak?
Aku memikirkan itu dan tiba-tiba Erika menyela.
"Bagaimana kemajuanmu dengan paman kesayanganmu? "
"kemajuan apa? "
"Tentu saja hubunganmu!! "
"i-itu, kami sudah bertunangan.... "
__ADS_1
"Bohong, Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu dan pamanmu itu hanya tetangga? "
"i-itu benar, namun.... "
Aku kemudian menceritakan bahwa aku akhirnya dijodohkan dengan Paman oleh orang tuaku. berawal dari aku tahu kalau tiba-tiba paman sudah bertunangan.
"Bo-bohong kan, Eva? Kamu rela berbagi paman kesayanganmu? "
"Mau bagaimana lagi, malah disini aku buang seperti merebut paman dari tunangannya"
"Siapa sih pamanmu ini, dia sangat luar biasa"
"Tentu saja, data tarik paman tidak ada duanya"
"Eva, Biarkan aku melihat pamanmu ini. aku penasaran dengannya yang berhasil menaklukkan ratu es kita"
"Ra-Ratu es? apa maksudmu Erika? "
Aku mendapat julukan baru dari Erika. entah kenapa aku mendapat julukan ini dan sepertinya ini bukan julukan baru untukku. Tapi, kenapa aku baru mengetahui ini?
"itu benar, kamu mendapat julukan itu karena kamu selalu dingin dengan setiap pria yang mendekatimu"
"Eh~"
"Apa kamu baru sadar? "
aku benar-benar tidak tahu bahwa aku sudah mencueki banyak orang dengan dingin.
Ah, ini mungkin karena sejak kecil aku hanya dekat dengan paman dan apakah mungkin karena kasus waktu aku kecil itu? setiap pria yang mendekati aku akan membuatku merasa tidak nyaman.
Yah, aku tidak peduli dengan itu dan menurutku yang terbaik adalah sekarang bisa bersama dengan paman.
"Semuanya, kembali ke tempat duduk. kita akan mulai belajar"
Sambil memikirkan itu, aku disadarkan oleh teriakan guru yang menyuruh kami kembali ke tempat masing-masing.
sebelum kembali ke tempatnya, Erika membisikkan sesuatu padaku.
"Eva, pokoknya kamu harus memperkenalkan aku pada paman kesayanganmu itu. kamu harus berjanji"
"Eeehhhh~"
Sepertinya Erika malah menjadi penasaran dengan paman martin.
Awas saja jika dia memiliki pikiran merebut paman martin dariku.
aku lalu kembali fokus pada pelajaranku.
Ah, sial ini pelajaran sejarah politik. aku paling tidak menyukai sejarah. kuliah juga sangat membosankan.
Aku lebih suka bermain di dunia lain atau di dunia ini bersama Riese dan yang lainnya.
Tapi, aku juga memiliki teman-teman disini. aku tidak bisa melupakan mereka setelah mendapatkan teman baru.
Benar juga, bagaimana kalau aku memperkenalkan mereka dan kami bermain bersama. ini pasti lebih mengasyikkan. sambil memikirkan itu aku menjadi bersemangat lagi.
"Eva, Bagaimana tanggapanmu mengenai, sejarah politik ini. tolong buat analisismu dan berikan jawabanmu"
"I-itu.... "
Karena terlalu bersemangat, aku malah diperhatikan dosen dan akhirnya di berikan kuis dadakan. Ah sial, aku sangat membenci pelajaran!!!!!
__ADS_1