
Aku, Paman dan Ibu Anna, Serta anak-anak berkeliling di wilayah Baron Vine.
"Ah, Ngomong-ngomong, untuk patroli nanti, Apakah Baron Vine akan memimpin langsung? "
Aku bertanya pada Tuan Freddy.
"Tidak, Baron sedang ada urusan di ibukota, Kudengar itu soal pelantikan Baron baru. Aku sementara ini yang ditunjuk menggantikan Baron Vine"
"A-Ah begitukah... "
"Bibi, Paman Martin juga adalah Baron"
"Eh, Benarkah itu Alice? "
"Itu benar Bibi"
Ibu Anna, Nina melihat ke yang lain dengan heran.
"Itu benar ibu, Aku juga ada saat audiensi dengan yang mulia Raja"
"Eeh~ Kamu sudah masuk istana kerajaan? "
"Tentu saja, Ibu"
Anna berkata dengan Bangga.
"Benarkah itu Riese? "
"Ibuuuuu"
Ah, sepertinya dia tidak percaya dengan Anna.
"A-Ahahaha itu benar Bibi"
"Tuan Martin, Ah Tidak Maksudku tuan Baron, Aku berterimakasih karena sudah merawat anakku di ibukota"
Ibu Anna berterimakasih dengan sungguh-sungguh.
"Ah, Tidak perlu Formal begitu, nyonya, aku juga orang biasa sebelumnya. Perlakukan saja aku sama seperti orang lain"
Sambil terus mengobrol, Kami tiba di tempat pengungsian. Aku melihat banyak yang terkapar lemah. Aku mengecek orang-orang dengan Appraisal dan melihat bagaimana kondisi mereka.
Ah, Mereka kebanyakan demam dari ringan hingga demam karena influenza.
"Apakah ada banyak pengungsi dengan kondisi seperti ini? "
Aku bertanya pada Tuan Freddy.
"Itu benar, hanya saja, ini belum sampai wilayah Marquiss Bezos"
Lalu Tuan Freddy mengeluarkan sebuah peta.
__ADS_1
"Disini Tuan Martin, Kekacauan terfokus disini"
wilayah Marquiss Bezos Adalah wilayah barat di Kerajaan mazica, Wilayah yang diberikan padaku masuk di wilayah Marquiss Aegnor yang juga berbatasan dengan Kerajaan Nidel di utara dan Hutan kematian di Barat.
Aku mengamati wilayah yang terjadi kekacauan. Itu Sepertinya lebih ke selatan Wilayah Marquiss Bozes. Wilayah kerajaan Mazica sendiri bila dilihat secara kasar, itu akan menyerupai wilayah negara belanda yang di balik.
"Hm, aku sudah sedikit paham dengan kondisinya"
Saat mengobrol dengan tuan Freddy. Alice, Aira dan Airel datang menghampiriku.
"Paman, Mereka sangat menyedihkan"
"Benar, Paman Apakah ada yang bisa kami bantu? "
"Airel, akan membantu merawat mereka"
Saat mereka mengatakan itu, Aku sangat bangga dengan mereka. Mereka tidak memiliki kesombongan dari orang kaya. mereka selalu peduli dengan lingkungan dan memiliki banyak empati padahal mereka baru berusia 5 tahun.
"Tenanglah, gadis-gadis, Bukankah ada Paman disini?"
""" Yaaayyyyy, Paman sangat hebat"""
Akhirnya mereka jadi bersemangat lagi. lalu aku kembali mengobrol dengan Tuan Freddy.
"Ah, Tuan Freddy, apakah kalian sudah mengobati mereka? "
"Kami tidak bisa, Alkemis yang membuat obat umumnya tidak akan mau tinggal di wilayah Baron, Para Healer juga tidak bisa sembarangan digerakkan. Baron Vine dan beberapa Baron aerta viscount menggunakan kesempatan ke ibu kota untuk membeli obat demi penanganan pengungsi"
sepertinya pekerjaan Alkemis dan Healer adalah pekerjaan yang ekslusif. Alkemis hanya ada di wilayah Marquiss itupun sangat sedikit sedangkan healer hanya ada di ibukota kerajaan dan diberi tempat khusus. Bagaimanapun kemampuan healer sangat diluar nalar, mereka bahkan mampu menyambung bagian tubuh yang putus kecuali kepala. Aku perlu meneliti sihir heal ini.
"Be-Benarkah Tuan? "
"Tentu saja, Bisakah kamu mengumpulkan beberapa orang yang bisa bergerak ke wilayah yang terdapat pengungsi? "
"Tentu saja, Tuan"
"Nyonya, Bisakah aku merepotkanmu mengumpulkan relawan untuk memberi obat pada yang sakit? "
"Tentu saja, Tuan"
"" Kami juga akan membantu, Paman""
"Baiklah Riese, Anna, Kalian bisa membantu. Rain jagalah adik-adikmu disini"
"Tapi, Paman, Aku ingin ikut Berpatroli di hutan"
"Hei kamu masih anak-anak, tetaplah disini"
"Baiklah..... "
Tenanglah Rain, kamu masih memiliki banyak kesempatan nantinya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian tuan Freddy datang dengan beberapa orang berpakaian kesatria menuju arahku.
"Tuan aku membawa mereka"
"Baiklah ini akan mudah... "
Aku lalu memberi mereka beberapa jenis obat yang sudah aku tulis fungsi dari obatnya. ah, aku belum memberitahu kalian kalau obat yang aku beli di online shop efeknya dikuatkan beberapa puluh kali sehingga memiliki khasiat yang nyata.
"Kalau Begitu, Kami permisi tuan!!! "
"Ya, Tolong antarkan segera ke tempat yang membutuhkan"
"Ku harap semua akan baik-baik saja"
Setelah mengantarkan mereka pergi kami kemudian melanjutkan persiapan patroli. Aku meninggalkan semua di area pengungsian dan aku serta tuan Freddy menuju ke lokasi pertemuan untuk patroli.
Tidak lama setelah kami tiba, beberapa orang mulai datang juga. mereka nampak seperti petualang dan ksatria.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul, mari kita lakukan rapat persiapan patroli. Sebelum itu, Beliau adalah Baron Wilson. Beliau baru datang dari ibukota dan akan ikut dalam patroli kita kali ini. kuharap semua bisa mengenalnya"
"Halo, Aku Baron Wilson. aku baru datang ke sini hari ini. Aku juga akan ikut dalam patroli. untuk kemampuanku, kalian tidak perlu khawatir, aku sudah pernah tinggal di dalam hutan kematian jadi ini tidak akan asing bagiku"
Aku melihat kekhawatiran beberapa orang. yah, mungkin karena mereka yang melihat badanku yang tidak berotot. setahuku memang ada beberapa Baron dan viscount yang tidak bisa bertarung. Aku mengetahui ini dari teman-teman di Akademi.
"itu, Baron Wilson, Apa senjata yang akan kamu gunakan? "
Seseorang bertanya padaku tentang senjata apa yang aku gunakan.
"Aku bisa 4 jenis sihir, Aku juga memiliki Pedang ini dan Pisau ini"
Aku mengeluarkan pedang katana yang merupakan salah satu pedang yang cukup baik dan pisau Survival. Aku memilih katana juga karena aku pernah berlatih kendo. Aku tidak mengeluarkan revolver karena itu merupakan senjata terakhirku untuk melindungi diri. awalnya aku ingin mengeluarkan pedang Damaskus tapi itu juga akan menjadi senjata rahasiaku.
"Tuan Martin, Kamu memiliki senjata yang cukup unik"
"Ya, itu benar, Pedang ini bernama pedang katana."
Aku bisa melihat kalau orang disini kebanyakan menggunakan pedang berjenis long sword.
(hei bagaimana dia bisa mengeluarkan pedang dari udara)
(aku juga tidak tau, itu mungkin skill uniknya)
Aku mendengar beberapa orang berbisik. Agar jelas, aku memberi tahu mereka
"Ah, Skill unikku adalah item box, ini merupakan skill dimana kamu bisa menyimpan barang-barangmu disana. "
"Uwah, Tuan, Bukankah itu skill idaman para pedagang? "
"Ya, itu mungkin benar tuan Freddy. Aku juga sekarang masihlah seorang pedagang"
"Eh~Apakah kamu masih seorang pedagang juga tuan? "
__ADS_1
"Ya, itu benar."
Karena semua sudah tenang setelah mendengar penjelasan dariku. kami mulai bersiap untuk masuk ke hutan kematian. aku memastikan lokasi Baron Vine dengan kompasku dulu agar tidak tersesat. dengan ini, kamipun segera berangkat ke hutan kematian.