Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 24 - Bertahan Hidup Di Hutan Kematian


__ADS_3

"Rasakan Ini"


Aku tidak menyangka ilmu berpedang yang aku pelajari akan berguna disini. Dengan katanaku, Aku menebas kepala Orc yang mengejarku sambil menggunakan taktik hit and run.


"Fire bullet"


aku menggunakan sihir peluru api untuk menyerang beberapa Orc, ini memang cukup kuat tapi tidak sekuat lontaran revolver.


Sambil terus bertahan, aku terus mengurangi jumlah mereka hingga tersisa setengah.


Melihat pasukannya yang banyak tumbang, jendral Orc sangat marah.


"FUGOOOOO!!!"


"Orc, Sialan, Rasakan ini, Fire bullet!!!"


Slaaash


Aku menyerang dengan sihir api dan tebasan katana.


Apa kalian berpikir kenapa aku tidak menggunakan revolver? ini adalah batasan dari skill unikku dimana aku perlu membuka panel untuk mendapatkan revolver dari item box. Bodohnya aku sebelumnya adalah karena tidak langsung mengambil revolver dari item box. aku hanya terlalu banyak berpikir.


Aku terus berlari ke kedalaman hutan. Aku mencari cela dan melompat ke semak semak yang cukup tinggi.


"FUGOOO!!! "


"Sialan!!! "


Ada Orc yang ikut melompat ke arahku tapi langsung ku arahkan katana ke perutnya. Orc-pun mati secara tragis dengan menusukkan dirinya sendiri ke pedang. Aku lalu mendorong mayatnua dengan kaki dan menarik katanaku.


Aku terus berlari dan berlari, aku berusaha mencari tempat bersembunyi dan menemukan pohon. sambil mencuri kesempatan membuka panel item box.


Aku memencet revolver beserta sarungnya lalu memakainya dan langsung mengambil dua revolver.


"Orc Sialan, Waktunya pembalasan!!!"


Dengan Revolver yang telah berada di tanganku. aku kemudian balik berburu Orc.


"FUGOOO!!! "


"Sampai jumpa Orc bodoh!!! "


*bang bang bang*


Tiga Orc langsung tumbang.


"Fugo!!?? "


Jendral Orc langsung Terkejut dengan seranganku. Aku akan menargetkanmu terlebih dahulu.


*Bang Bang*


Peluru melesat menuju jendral Orc yang tidak siap dan langsung menembus kepalanya. Jendral Orc langsung Tumbang dan terkapar tidak berdaya disana.


Memanfaatkan para Orc yang membeku ditempat aku segera mengisi ulang peluru dan menembak sisa Orc yang masih hidup.


"Haaaahh!!!"


Aku menghela nafas panjang dan terduduk setelah mengalahkan semua Orc.


"Ini benar-benar gila"


Untungnya semenjak di dunia ini, aku rajin melatih tubuhku. Hasil tidak akan mengkhianati Kerja keras.


"Baiklah, Saatnya mengumpulkan Orc"


Aku mengambil mereka dan memasukkannya ke item box. untuk barang yang berjenis sama tidak akan memakai slot berbeda hanya tertulis x2 untuk sekarang. Tapi itu tidak tercampur dengan daging Orc yang sudah dibongkar.


Aku baru saja selesai mengumpulkan Orc yang berada di sekitar sini tapi tiba-tiba dari semak-semak muncul kadal mirip komodo. Aku menggunakan Appraisal dan mendapatkan info kalau itu adalah Salamander.

__ADS_1


"Sial"


Aku segera menjaga jarak darinya.


"SHAAAA!!! "


Salamander segera menerjang ke arahku.


"Stone Wall"


Sebuah dinding tanah naik dari tanah dan ditabrak oleh salamander itu.


*BRUAAKKK*


Suara tabrakan yang keras memekik di telingaku.


"Rasakan ini!! "


*bang*


Aku menembak salamander itu dan mengenai punggungnya.


*Clank*


"I-ini bohong kan... "


Sisiknya sangat keras, Bahkan peluru tidak bisa menembusnya.


Aku terus bertahan dengan menggunakan Stone Wall. dan menembakkan peluru beberapa kali hingga secara tidak sengaja itu mengenai tangan bagian dalamnya.


"Itu tembus?!! "


Aku terkejut melihat peluruku berhasil menembus tubuh Salamander.


Ternyata tubuh bagian bawahnya tidak dilapisi dengan sisik yang tebal. Aku harus berpikir bagaimana cara cepat mengalahkan salamander.


Salamander yang terluka mulai menjadi waspada dan tidak asal menyerang. aku memperhatikan dengan Appraisal untuk mengecek MPku dan ternyata tersisa sedikit kurang dari setengah.


Aku memperhatikan MP Salamander dan itu masih penuh. Bagaimanapun dia hanya menggunakan serangan menerkam brutal langsung ke arahku. kelihatannya salamander itu meremehkanku. ini kesempatan!!


Aku mengukur jarak target sihirku ke arah yang sudah ditentukan dan langsung berpura-pura lari.


Salamander yang melihatku berlari mulai berpikir kalau aku sudah kehabisan MP dan senjata.


Itu langsung mengejarku dan ingin menerkamku.


"Mud Puddle"


Setelah meneriakkan itu, Aku berhasil membuat kubangan lumpur dan membuat salamander hilang keseimbangan.


Dengan mengukur arah yang tepat, aku langsung menargetkan leher hingga perut Salamander.


*bang bang bang bang bang*


"SHAAAA!!! "


Dengan erangan terakhir itu, Salamander kemudian terkapar dan tidak menunjukkan tanda-tanda Bergerak.


"Fiuh!! "


"Akhirnya selesai "


Tidak mengulangi kesalahan yang sama, aku segera menyimpan mayat salamander dan mencari tempat persembunyian.


Aku membeli minuman elektrolit untuk menambahkan staminaku yang sangat terkuras.


"Aku harus mencari tempat peristirahatan"


Karena pertarungan yang intens. Aku tidak memiliki enargi lagi untuk keluar dari hutan.

__ADS_1


"Ku harap tuan Freddy dan yang lainnya bisa keluar dengan selamat"


Sekarang sudah sangat larut. Aku ingin mengeluarkan Senter tapi aku takut sumber cahaya malah akan menjadi patokan untuk monster atau hewan buas lainnya.


"Sial, karena rasa penasaranku membuat diriku sengsara"


Sepertinya istilah rasa penasaran bisa membunuhmu adalah benar. Bagaimanapun, Aku mengalaminya sendiri sehingga aku pasti mempercayai itu.


Sambil menelusuri hutan dan mencari tempat berlindung, aku terus mengamati sekitar.


Kenapa aku tidak mendirikan tenda? Sekarang Posisiku lebih dalam di hutan kematian dibandingkan sebelumnya ditambah kondisi hutan kematian yang sedang dalam keadaan kacau. bisakah aku mendirikan tenda secara sembarangan?


Saat berjalan, aku tiba-tiba mendengar suara beberapa pohon tumbang. Aku kemudian segera menuju ke arah suara dan mendapati pemandangan yang mengerikan.


Dua ekor ular besar berwarna ungu menyerang dua ekor Harimau putih besar. aku menggunakan Appraisal untuk mengecek Rank monster tersebut.


-------++++++-----


Nama : Poison Snake


Rank : S


------+++++ -----


-----+++++-----


Nama : Thunder Tiger


Rank : S


------- +++++ -----


Apa? Rank S? sial. aku benar-benar masuk dalam lubang api sekarang.


Aku tidak berani bergerak dari sini karena takut menjadi sasaran dari monster-monster itu.


Aku mengamati sekitar dan Menemukan bahwa ada makhluk kecil yang gemetar ketakutan disana. sepertinya itu adalah anak-anak dari Thunder Tiger.


Melihat itu aku langsung memikirkan suatu kemungkinan dan kembali menggunakan appraisal tapi mengecek hal yang berbeda.


-----+++++-----


Nama : Thunder Tiger


Kondisi : Terluka


------- +++++ -----


-----+++++-----


Nama : Thunder Tiger


Kondisi : Terluka dan Lemah


------- +++++ -----


Benar, sepertinya Thunder tiger ini baru saja melahirkan dan diserang. mungkin kedua poison snake ini sudah memantau cukup lama disekitar sini yang membuat kekacauan di dekat pinggiran hutan kematian ini.


Kondisi untuk poison snake sendiri mirip dengan Thunder Tiger Jantan. mereka hanya terluka akibat pertarungan ini.


Pertarungan terus berlanjut hingga mendekati puncaknya. Poison snake terluka cukup berat karena terkena sambaran petir dari Thunder Tiger sedangkan kondisi Thunder Tiger yang betina, aku kira itu sudah mati karena tidak bergerak lalu yang jantan juga Hampir terkapar.


melihat kondisi seperti ini. Aku cepat-cepat membeli Senjata M16 yang juga aku kuasai dan langsung memasang Magazine.


"Aku Harus menolong Thunder tiger "


Hanya itu yang ada di kepalaku. Aku mengingat bagaimana kondisiku bila berada di posisi Thunder tiger. maaf karena tidak bisa menyelamatkan ibu kalian tapi setidaknya aku harus bisa menyelamatkan kalian.


Dengan begitu, Aku segera menerjang ke arah pertempuran.

__ADS_1


"ORAAAAA!!!! "


__ADS_2